13 Tips Menggali Atau Mendapatkan Ide Menulis

13 Tips Menggali Atau Mendapatkan Ide Menulis

 tips menggali dan mendapatkan ide

Ide, di manakah kamu? Jika pergi, tell me. Jika sembunyi, tolong nongol dong! Hiks.

Pernahkah pikiran kita hampa tanpa ide menulis, Bro-Sist? Naaah, jom deh masuk, duduk. Kita belajar bareng. Ada yang buatin teh manis hangat, silakan. Pleus martabak, kue sus atau cakueh? Boleh. Yang mau nambah lagi, boleh banget. 😀 Kita bahas, ya.

Sebagai penulis papan pemotongan bawang, saya memang kerap merasa begitu “kehilangan” ide. So, inilah hasil belajar sana-sini sama sumber-sumber yang baik hati. Jom! ^_^

Apa yang Terjadi?

Kayak beranda fesbuk aja, pake tanya-tanya. Hehehe. Biar begitu, cara yang satu ini memang efektif, Bro-Sist. Kadang-kadang dalam satu hari, ada satu atau beberapa kejadian yang menarik untuk dicatat dan diramu sampai jadi tulisan. Pernah suatu hari lagi bengong mau posting apa di blog http://rosediana.net, eh tanpa di-setting sama sekali, tiba-tiba ada orang (maaf) yang mengalami gangguan mental sedang nyerocos di pinggir jalan. Eh, bukannya biasa banget tuh? Iya sih, tapi yang gak biasanya, isi “pidato”-nya itu rapi dan mengajak pada kebenaran. He he. Karena cukup menarik dan bermanfaat, alhamdulillah bisa di-share di blog ini. :

Apa yang Dirasakan?

“Mesti lebih peka sama kegelisahan kita, terus tuangkan deh ke tulisan.”

Begitulah kata penulis Raditya Dika. Memang benar, ya. Kadang, ide tulisan bisa hadir dari dalam diri kita sendiri. Tentang apa yang kita galaukan, apa yang kita harapkan, apa yang bikin kita nyesek, dst. Biasanya juga, emosinya itu lebih ‘dapet’ dan pesannya lebih ‘sampai’, wong kita yang ngerasain, kok. Hohoho

 

Dari Kerjaan

Daripada terus-terusan menghujat kerjaan, ada baiknya terus raup “sisi-sisi lain” dari pekerjaan. Misalnya, menangkap ide dari pekerjaan kita yang bisa dijadikan tulisan. Hmmm seandainya kita berprofesi sebagai sopir angkot, gak ada salahnya kita “sedikit” kepo sama penumpang. Biasanya ‘kan ada “penumpang-penumpang unik” yang jadi bahan ide. Atau, bisa tulis juga pemandangan di terminal, hal menarik yang ada, kisah seorang anak punk, dst. Wuih, kalo tulisan hasil “terjun ke lapangan” insya Allah oke tuh!

 

Dari Hobi

Punya hobi selain menulis? Wah menguntungkan tuh, bisa jadi ide tulisan juga. Ehm ujung-ujungnya menulis, yak?! He he he. Kalau semisal hobi lain kita itu icip-icip bakso, bisa deh kita bikin tulisan non-fiksi “hal-ihwal bakso”; sejarahnya, jenisnya, cara pengolahannya, tips memilih bakso yang enak, dst. Atau fiksi juga bisa, semacam cerita tukang bakso yang dilema memilih antara usaha bakso atau calon istri yang ternyata alergi bakso. Ini misalnya loh, ya. Ide Bro-Sist sekalian tentu lebih “we to the ow”, wow.

 

Imajinasi

Saat apa sih suka berimajinasi? Setiap orang boleh jadi berbeda, ya. Saya pribadi sering berimajinasi itu, salah satunya ketika dalam suatu perjalanan. Apalagi kalau waktunya senja atau malam, atau melewati tempat-tempat yang masih asri. Beuh! Disela laju kendaraan, biasanya ada yang bercokol di pikiran. Kadang runut, kadang juga ‘gak karuan’. Tapi lumayan, habis itu biasanya lahir puisi atau cerpen. He he he

 

Film/Musik

Suka nonton film? Suka dengerin musik? suka dua-duanya? Wah, pasti sebagian besar dari kita pernah terinspirasi oleh salah satu film atau lagu kesukaan, ya? Inspirasi itu kemudian mendorong kita untuk nulis. Yah nulis status, catatan biasa, syukur-syukur sampai cerpen dan novel. Wuih! Memang ya, biasanya karya-karya seni lain yang kita nikmati memberi pengaruh dan “bisikan” tersendiri, agar kita pun membuat sesuatu untuk dinikmati gitu.

 

Curhatan Teman atau Orang Sekitar

Suka dengar curhatan seseorang, atau “diamanahi” sebagai penampung curahan hati? Bagi seorang penulis, posisi itu cukup menggiurkan. Sebab, biasanya ide-ide menulis datang tak jauh dari cerita orang-orang sekitar. Keluhan atau pandangan mereka terhadap sesuatu kerap menjadi bahan yang menarik untuk disajikan. Kadang “pure”, kadang ditambah-tambahkan pula. Hanya saja, kita mesti bijak juga. Jika begitu “privat”, bisa deh kita samarkan identitasnya atau kalau perlu, izin dulu. Hehe

 

Status/Tweet Orang/ Trending Topic

Tiap log in ke fesbuk atau twitter, belum pernah gitu berandanya sepi. Hihihi. Adaaa saja yang di-share pemilik akun media sosial. Dari mulai status kurang penting, penting, penting banget, dst. 😀 Tapi tentu hal tersebut lumrah, ya. Toh kita (baca: saya) suka menggunakannya juga. Hehehe.

Namun mari kita jeli, status teman-teman kita tentunya berbeda satu sama lain. Dan, diantara status-status itu mestilah terselip satu atau dua yang menarik. Ada yang pasang status galau, ada yang senang karena kerap menang kuis, ada yang bangga karena statusnya di-like orang terkenal, ada yang curhat karena tertipu sebuah akun (ngaku ABG, padahal cucunya udah beranak), dst. Hummm, bisa jadi ide cerita tuh! Yuk ah catet dan olah jadi tulisan. Hehehe. Tak hanya itu, dalam list trending topik juga bisa tuh kita “comot” sebagai ide. TT ‘kan indikasi bahwa topik tersebut dianggap paling menarik untuk dibahas, khususnya di twitter. Kenapa enggak kita bahas juga lewat tulisan?

 

Perbanyak Olah – raga

Kok olahraga? Yaaah, biasanya (khususnya saya, ya) sangat dihindari Si Ide jika kondisi badannya lagi jenuh, gak gerak-gerak alias kurang olahraga. Badan akan kurang segar dan pikiran biasanya akan buntu. Karena itu, olahraga amat dibutuhkan demi mengembalikan kebugaran tubuh dan ke-fresh-an otak. Yang hobi badminton (kayak saya :D), mari ambil sedikit waktu untuk memainkan raket. Yang hobi futsal, luangkan saja beberapa menit sampai satu jam untuk futsal. Jangan lupa pemanasan, ya!

 

Menemukan ide menulis

Acara berita zaman sekarang konsepnya agak berbeda dengan zaman dulu ya, Bro-Sist? (Eh, kayak tau aja!). Maksudnya, acara-acara berita sekarang terkesan lebih “santai”. Tidak melulu sang pembawa berita duduk, pasang muka serius dan membaca topik-topik serius.

Pembawa berita bahkan bisa berdiri, tersenyum bahkan ikut tertawa ketika ada berita yang lucu dan pemberitaannya pun begitu beragam, dari yang “berat” sampai “ringan” di pikiran. Bahkan kasus artis dan narkoba, yang sejatinya “wilayah” infotainment”, bisa juga jadi pembahasan panjang acara-acara berita.

Selain materi-materi berita itu macam-macam, topiknya yang diangkatnya pun begitu “update”. Tak jarang, ada pula stasiun televisi yang gemar menampilkan tayangan ekslusif suatu berita atau menempatkan masing-masing reporter untuk meng-handle suatu fenomena dan kemudian melaporkannya secara langsung. So, tak ada salahnya untuk menjaring ide-ide fresh dari acara berita ‘kan, Bro-Sist? J

 

Membaca

Tentu saja point ini tak luput dari misi mencari ide nulis kita ya, Bro-Sist. Dengan membaca, orang bisa terinspirasi, terhibur, tahu segala hal, bahkan sampai tergugah untuk menulis. Dan hari gini, “membaca” tidak melulu pada buku. Semua hal bisa kita baca. Ada pamflet-pamflet di jalanan, koran-koran bekas ngebungkus gado-gado, raut seseorang atau sesuatu (langit, awan, pohon, dst), e-book, isi blog orang, catatan-catatan fesbuk, alam sekitar, dsb. Biasanya terdapat ide dibalik apa-apa yang kita baca. Hmmm.

 

Jalan-jalan

Siapa yang hobi travelling? Hobi yang cukup bermodal ini sangat disayangkan jika tak dibarengi dengan hobi nulis. Sebab, biasanya di acara jalan-jalan itu, kita kerap dihadapkan pada banyak hal baru. Tempat baru (jelas!), suasana baru, kebiasaan baru, sensasi baru, mungkin kenalan atau orang-orang baru juga, dst. Bisa tuh kita luangkan waktu dan korek dompet untuk bepergian, menangkap ide-ide yang “masih melayang-layang”, lalu merangkumnya dalam tulisan. Udah senang jalan-jalan, puas juga hati bisa menuangkannya dalam tulisan. Heuheu

 

Ada Ide, Ikat!

Ide itu “easy come, easy go”. Bukan begitu, Bro-Sist? Hehehe. Kadang-kadang, dalam waktu tak terduga, tiba-tiba “plok” ada ide yang nemplok di pikiran. Kalau tidak segera dicatat, kemungkinan besar (kebiasaan saya nih) suka lupa. Bisa gemas banget kalau sudah berusaha diingat-ingat, eh masih tak mampir di ingatan. Dooh! Karenanya, mari siapkan catatan atau kalau saya sekarang suka mengandalkan memo atau draft di ponsel. He he he. Begitu ide datang, segera ikat dengan mencatatnya. Point ini diadaptasi dari kata-kata sahabat Nabi Muhammad Saw, Ali Bin Abi Thalib, “Ikatlah ilmu dengan mencatatnya.”

Wah, mari terus berlajar lagi. Banyak tips ide menulis dari sumber lain. Yang jelas, mari gali lobang, eh, gali dan olah ide, sebar tulisan dan tebar manfaat. Mudah-mudahan dimudahkan. Aamiin. [#RD]

2 Comments
  1. prajuritkecil99
  2. deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *