ACC Judul Proposal Skripsi

ACC Judul Proposal Skripsi

judul proposal skripsi

Tepat hari Senin, 03 Desember 2012, seorang teman memberitahuku tentang sesuatu. Agak terhenyak aku mendengarnya. Kira-kira beginilah isi sms-nya:

Subhanallah, judul proposalku nomor 2 yang di-ACC, Iank…

Sesuai keinginanmu yah, Vin? Syukur deh. Emang udah ada pengumuman resminya?

Pilihan kedua, sih. Tapi termasuk yang diinginkan. Vin juga dikasih tahu orang. Mungkin besok pagi ke kampus deh…

Oh, besok aku juga ke kampus, tapi siang. Kabar2i ya judul proposalku yang di ACC.

Oke…

Jujur, waktu itu aku tidak begitu menyadari jadwal ACC judul proposal. Beberapa kegiatan membuat pikiranku teralihkan. Tak terasa, memang. Hm, ada suatu gemuruh tersendiri jelang menerima kenyataan atas judul yang di-ACC. Kebetulan aku mengajukan 3 judul yang semuanya tidak betul-betul kuyakini. Nekad, ya? Heuheu…

Yang pertama tentang analisis ‘figurative language’ dalam sebuah grup kepenulisan di fesbuk. Kedua, tentang analisis kohesivitas dalam teks berbentuk ‘narative’ dan terakhir, tentang analisis deiksis dalam lagu band The Corrs. Yang pertama datang dari hasil pertimbangan kilatku, yang kedua merupakan rekomendasi ketua prodi dan terakhir adalah keputusan ‘nekad’-ku, yang kutulis pada hari H pengumpulan judul.

Ada suatu perasaan tidak nyaman saat mesti memikirkan salahsatu diantara yang ketiga itu terpilih. Jika yang nomor 1, ada ketakutan akan terbatasnya data. Objek yang kupilih memang memungkinkan pembahasan analisis ditemui, namun aku tidak berpikir jauh mengenai data yang akan diperolehnya. Barangkali sangat minim? Yang kedua, karena bukan usulan hati, maka tentu aku akan sangat membutuhkan sang pengusul, yakni ketua prodi. Pembahasannya memang menarik, namun pasti rumit. Dan yang ketiga, pengetahuanku sangat terbatas akan salahsatu bahasan lingkup pragmatic tersebut. Terlebih lagi, 2 hari setelah mengajukan judul, seorang dosen berkata di kelas. Kata-kata itu lekat sekali dalam memori,

“Kalau menganalisis tentang pragmatic, pasti itu tentang percakapan.”

Nah, aku? Dalam lagu!

Esoknya akupun ke kampus. Ketika masih ‘otw’, pikiranku tak menentu. Tak nampak prediksi mana yang kuat mengenai judul skripsi yang bakal menyita waktuku. Entah no 1, 2 dan 3. Semuanya terkesan member kebingungan jika mesti terpilih. Aku tak punya ramalan dan keinginan kuat untuk mengerjakan salahsatu diantara mereka. Sampai akhirnya, seorang teman yang kemarin sms-an mengabariku sesuatu. Sesuatu yang memang tengah kutunggu keputusannya:

Iank, judulmu tentang deiksis.

Glek! No 3, yah?
‘The Analysis of Persona Deixis in The Corrs’ Song Lyrics’

Perasaanku tawar. Tak ada penyesalan, tak ada juga kepuasaan. Yang berulang-ulang berdentum dalam pikiranku hanya pertanyaan, Apa aku bisa, Tuhan?

Tapi aku teringat lagi nasihat banyak orang, ‘Tuhan tak akan membebani kamu dengan apa-apa yang tak kamu mampu’. Yang mengesankan yaitu firman Tuhan, Inna ma’al ‘ushri yusro…, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Duh, ringannya hati ini. Walau aku bukan orang yang religious kental, tapi campur tangan Tuhan sangat kuyakini adanya. Dekat!

Ketika tiba di kampus, aku tidak buru-buru merangsek ke kerumunan mahasiswa/i tingkat 4. Mereka begitu antusias menatap deretan kata yang di-ACC. Tak hanya sembarang kata. Mereka adalah salah satu titian masa depan. Rupa-rupa ekspresi mereka. Ada yang puas, gamang, kosong dan tak sedikit yang gusar. Kalau saja aku hanya sendiri, memendam keraguan akan tugas akhir khas anak kuliah, tentu beban kepalaku akan memberat. Pikiranku akan meledak. Namun bersama mereka, ada kekuatan tersendiri. Aku meresa ditemani. Heuheu…

Waktu itu, tak ada jalan lain selain menghibur dan meyakinkan diri kalau judul tersebut dipilihkan Tuhan lewat kampus, karena memang aku bisa mengerjakannya. Akupun banyak mengobrol dengan teman-teman. Kami berbagi perasaan. Aku menyerap hampir semuanya. Tentang rasa syukur, sabar dan berbagai respon penerimaan lainnya.

Semuanya lumayan memulihkan keadaan. Berbagai rencana pun tersusun menghadapi judul pilihan tersebut. [#RD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *