Promo; Majikan VS Pembantu

Majikan Versus Pembantu

majikan vs pembantu

Rabu, 20 Februari 2013, Pak Pos mengejutkanku. Seperti biasa, kedatangannya tak kuartikan sebagai kedatangan sebuah surat, melainkan buku. Tapi… Aku sedang tidak menanti kiriman dari siapapun. Lalu?

“ Biasa, Neng. Dari Tegal, nih…”

Aku tersenyum dan segera menandatangani surat penerimaan, lengkap dengan membubuhkan nama lengkapku. Tegal? Pikiranku langsung tertancap padaPuput Happy Publishing, asuhannya Mbak Futicha Turisqoh, kakak sekaligus guruku. Benar saja. Kertas pembungkus itu menjelaskan alamat dan nomor ponsel Mbak Puput (sebutan untuk Mbak Futicha Turisqoh). Tanpa menunggu lama, aku merobek dan menjawab rasa penasaran mengenai buku yang beliau kirimkan.

“Alhamdulillaah…“ kataku reflex begitu tahu buku apa itu.

Ya, buku tersebut berjudul “Majikan VS Pembantu”. Buku hasil audisi dari September hingga akhir Oktober 2012 itu telah terbit, rupanya. Di dalamnya terdapat 20 naskah hasil saringan naskah yang masuk. Di sana juga terdapat naskahku berjudul “Karena Lisan Sang Majikan” (halaman 107). Waktu itu aku sangat tertarik menjadi bagian dari contributor buku sebab temanya itu unik. Buku antologi ini bertemakan kisah-kisah inspiratif tentang majikan dan pembantu dilengkapi dengan tips dan trik menjaga hubungan baik antara majikan-pembantu. Sungguh menarik!

Segera saja kubuka lembar demi lembarnya. Dari cerita yang satu ke cerita yang lain aku melayarkan imajinasi. Aku terbawa emosi, terbawa haru, terbawa merenung dan terhipnotis untuk berada dalam cerita. Semuanya beragam dan menarik, menggaungkan kisah yang sarat akan hikmah.

Berikut aku kutip tips dan trik menjaga hubungan majikan-pembantu dari sebuah kisah berjudul “All About Pak Jar” karya Wahyu Widyaningrum;

• Harus selalu diingat, pembantu juga manusia!
• Anggap pembantu sebagai keluarga, bukan budak!
• Apapun kesalahannya, jangan sampai main tangan. Selain berdosa dan tidak manusiawi, pembantu juga bisa capek walau tidak pernah diungkapkan kepada majikannya.
• Jangan memberikan pekerjaan diluar batas kemampuannya.
• Memberikan keleluasaan beribadah. Misal ketika waktu sholat tiba, jangan berikan pekerjaan. Atau ketika berpuasa, jangan memaksa bekerja seperti hari biasa.
• Apabila kita mendapat rezeki lebih, jangan sungkan berbagi.
• Saat lebaran tiba, berilah THR dengan semestinya.
• Kalau bisa, berikan modal ataupun usaha, karena pembantu juga punya mimpi untuk hidup lebih baik. Siapa tahu dengan begitu bisa mandiri. Harus diyakini, dengan berbagi hidup menjadi lebih indah, lebih bisa menghargai ornag lain dan insya Allah, Allah Swt menjadi semakin saying kepada kita. Aamiin…

Well, buku antologi ini benar-benar menjadi ‘recommended book’. Temukan inspirasi dan hal-hal mengejutkan dalam kisah-kisahnya! ^_^ [#RD]

Kuningan, 01 Maret 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *