Resensi Novel; Cireng Forever

Resensi Novel

“Cireng Forever”; Lika-Liku Usaha, Prestasi dan Cinta

resensi novel cireng forever

Judul buku       : Cireng Forever

Penulis             : Haris Firmansyah & Funny Team

Penerbit           : de TEENS

Cetakan           : Cetakan Pertama, September 2013

Halaman          : x + 232 hlmn

ISBN               : 978-602-279-053-2

Harga              : Rp.36.000,00

 

Novel bergenre remaja-komedi-cinta ini memang kaya raya namun tetap bijak. Para penulis seolah menumpahkan segenap kemampuan mereka untuk meramu cerita. Namun tentu dengan mempertimbangkan di bagian mana banyolan demi banyolan muncul, pesan moral dilayangkan, ilmu pengetahuan disampaikan dan pemikiran-pemikiran inspiratif ditularkan.

Buku ini berisi perjuangan Tajudin untuk memulihkan ekonomi keluarga, mempertahankan prestasi di sekolah dan mendapatkan pendamping sejati untuk hatinya. Ayah Tajudin, Pak Solar, yang di-PHK pun mencoba usaha di berbagai bidang. Karena terus menelan kegagalan, ia bahkan sampai terjebak pada perangkap syetan, melupakan Tuhan dan sibuk mencari jalan pintas. Sementara Tajudin sampai rela menjadi tukang cuci motor keliling dan penjual bakwan jagung-susu kedelai, menepikan haknya untuk sekolah. Ia sampai dipandang sebelah mata oleh pujaan hatinya sendiri, Hannah. Beruntung, Tajudin masih memiliki Nadia. Dia adalah teman perempuan yang menjadi saingan belajar Tajudin, sekaligus diam-diam menjadi pengagumnya. Nadia pula yang setia mengulurkan bantuan, baik materil maupun moril.

Jalan perjuangan Tajudin yang rumit itu kemudian mendapat titik terang. Pak Solar teringat sebuah kotak warisan berisi rahasia turun-temurun dari keluarganya. Siapa sangka, kotak berharga tersebut berisi resep jitu membuat cireng isi. Dari sanalah, Tajudin dan keluarga merintis usaha. Mulai dari berdagang gerobak sampai kemudian memiliki banyak cabang. Namun semua itu tidak menyelesaikan masalah. Rupanya Tajudin kembali terjerembab pada konflik yang lebih pelik. Kehilangan jati diri, hidup yang sarat kemunafikan dan hampa karena tiadanya sosok Nadia yang terlupa.

Kisah Tajudin yang “tak biasa” dan jalan cerita yang penuh kejutan itu membuat emosi pembaca bakal bergolak. Namun, konflik demi konflik itu berbumbu canda yang up date, basah alias gak garing dan belum terpikirkan oleh pembuat lawak sekalipun. Jadi, wajar saja buku ini ditengarai bakal membikin pembaca bertipe “jaim” akan tak sungkan-sungkan ngakak salto, menanggalkan citeranya.

Keunikan khas dari buku ini adalah hasil “keroyokan”. Tak dapat dibayangkan bagaimana sulitnya Haris Firmansyah & Funny Team (terdiri dari Mulyoto M, Eni NN, Ragil Kuning, Agung Yuil TH, Tia Marty, Dedek F Sinabutar, Muhammad Syams, Dang Aji, Jaimbum, Iken Vidya dan Afin Yulia) merencanakan, mendiskusikan, membagi tugas, membuat kerangka, mengembangkan, beradu opini dan menyelesaikan buku ini. Padahal kalau “behind the paper”-nya share, sepertinya bakal bagus tuh! Hehehe. Adapun cover, ukuran, ketebalan, jenis huruf, pernak-pernik buku, paduan narasi-dialog yang asyik, dst, menambah daya tarik serta kenyamanan bagi pembaca.

Tetapi tentu saja tak ada buku yang sempurna, termasuk novel ini. Titik penting dari buku ini adalah ditemukannya kotak warisan berisi resep rahasia membuat cireng isi. Sayang sekali, kunci yang bikin cireng isi Pak Solar sampai bisa menghipnotis itu tidak dideskripsikan (padahal daku ngarep :D). Pengaruh eksistensi cireng isi Pak Solar terhadap usaha lain pun nyaris tidak tergambarkan. Hingga kaget saja begitu tahu usaha keluarga Tajudin berefek hebat pada usaha keluarga Nadia.

Namun secuil kekurangan tersebut tertutup oleh seabreg kelebihannya. Sehingga, “Cireng Forever” ini masih menjadi rekomendasi “camilan sehat” nan menghibur untuk semua orang, tak peduli usia dan kalangan. [#RD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *