Sesuatu, Dari Rasa Sakit

Sesuatu, Dari Rasa Sakit

ketika sakit 2

Senin, 01 April 2013

Sakit ada, kenikmatan pun ada…

Alhamdulillaahirobbil a’lamiin… Rasa sakit yang tempo lalu sempat saya keluhkan berangsur pulih. Meski tak total secara fisik, namun cukup pesat secara mental. Sesakit apapun tubuh seseorang, jika di dalamnya terdapat hati yang kuat, siapa bisa yang melawan semangatnya?

Kadang perasaan ‘orang sakit’ itu jadi lebih sensitive. Jika keegoisannya mencapai puncak, semua bisa disalahkan. Dari mulai makanan, cuaca, tugas-tugas, orang-orang terdekat, orang-orang asing, masalah, dan apapun itu. ‘Orang sakit’ juga bisa mendadak bijak; bertafakur bahwa Tuhan tengah memberi teguran tentang bermaknanya kesehatan, tentang vitalnya mengatur waktu, tentang pentingnya hak-kewajiban tubuh, dsb.

Jujur, perasaan saya tidak secerah biasanya. Sebab, saya mesti tak berdaya saat tubuh tengah diperlukan kinerjanya. Apalagi teman-teman saya telah bergerak menuntaskan tugas-tugas akhir mereka. Beberapa mempublikasikannya di jejaring sosial. Ya, meski kadang berisi keluhan seputar sulitnya mencari referensi, hasil kerja semalaman dibalas dengan coretan-coretan, menulis dan merevisi lagi, mencari tahu sistematika penulisan yang benar, kebingungan mengutip kutipan, begadang, kekurangan dana untuk menunjang segalanya, kurangnya pemahaman materi, dst. Membaca semua itu, saya selalu membatin, “Percayalah, Kawan. Itu masih mending.”

Bahkan yang bikin geli, ada beberapa yang mendiskusikan hal-hal itu denganku. Tanpa mereka tahu, keadaan saya lebih terpuruk. Saya bahkan belum bergerak seperti itu. Masih berlagak ‘woles’ dan malah… terkapar. Hehehe

Beruntung Allah Swt masih memberi kepercayaan pada saya untuk hidup bersama ibunda tercinta. Perkataan, belaian atau perlakuan beliau mampu memompa motivasi. Keberadaan beliau menjadi semacam kekuatan tersendiri. Tepatnya, perpanjangan dari kekuasaan-Mu, Tuhan. Perlahan kekhawatiran yang timbul dari pikiran saya, lenyap. Saya sadar… dibalik segala ujian yang Dia berikan, ada kekuatan dan kekuasaan Maha Dahsyat yang mendampingi suatu kelemahan. Dia yang mengutus masalah agar saya tak berhati lemah, maka ketika saya mendekati-Nya, mustahil kan Dia berpaling?

Berikut saya tulis kutipan dalam sebuah buku bertajuk “Mantap”, karya Diki Ahmad Zaman (hal 174):

Ketika kita meminta kekuatan…
Tuhan memberi kita kesulitan untuk kita hadapi. Itu yang membuat kita menjadi kuat.

Ketika kita meminta kebijaksanaan…
Tuhan memberi kita masalah-masalah yang harus kita pecahkan.

Ketika kita meminta kemakmuran…
Tuhan memberi kita otak dan kekuatan untuk bekerja.

Ketika kita meminta keberanian…
Tuhan memberi kita rintangan untuk kita hadapi.

Ketika kita meminta cinta…
Tuhan memberikan orang-orang yang dalam kesulitan untuk kita bantu.

Ketika kita meminta pertolongan…
Tuhan memberi kita kesempatan.

Kita tidak menerima apa yang kita inginkan. Kita menerima apa yang kita butuhkan.

Saya ulang-ulang pembacaan dua kalimat terakhir di atas. Ya, kadang dengan mengedepankan ego, saya pikir Tuhan tak akan memberikan apa yang menjadi isi doa saya. Saya minta berkurangnya rasa sakit, malah diberi kondisi yang sulit (misalnya). Entah berupa rasa lemas, orang-orang yang tak peduli, tempat tidur yang tak nyaman, agenda penting yang padat, tumpukan masalah, timbunan kewajiban, dsb.

Rupanya, sebelum Tuhan memutuskan untuk merestui/tidaknya permintaan saya, Dia terlebih dahulu memapah saya pada arti dari proses, bukan hasil. Dia senantiasa mengingatkan kelebihan dan kekuatan lain yang tak saya sadari. Padahal dengan kekuatan-kekuatan itulah saya bertahan dan mungkin, menggapai impian. Dia membuat saya berusaha untuk menguaknya, menganggunkan hati, memaknai proses, menghormati sebuah hasil dan tentu, mendekatkan diri pada-Nya. Lebih intim lagi.

Termasuk dari rasa sakit badaniah yang saya derita. Melalui sebuah proses, Dia (lagi-lagi) menuntun saya pada sesuatu yang tak terhingga; mensyukuri ni’mat-ni’mat-Nya. [#RD]

Wallaahu’alam.

Sumber Gambar: Google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *