11 Tips Memenangkan Lomba Tarik Tambang

11 Tips Memenangkan Lomba Tarik Tambang

 

tarik tambang A

Tulisan ini dibuat dalam rangka… pinggang dan lenganku yang pegal sudah mulai baikan. Rasa pegal itu sepertinya ‘oleh-oleh’ dari Agustusan kemarin. Kebetulan aku dkk ikut lomba tarik tambang dan kami bertanding sebanyak tiga kali. Bayangkan, tarik tambang pada 17 Agustus 2014 dan ‘oleh-oleh rasanya’ membaik pada 20 Agustus 2014 pagi. -_-‘

Meski demikian, alhamdulillah, kami senangnya luar biasa. Selain bisa menghibur penonton, kami juga (maaf sombong sebentar) bisa dapat juara 1! ^_^

Nah sebagai juara amatiran, kami ingin nge-share tips-tips sederhananya. Deu… sok iyeh! Tenang, kami membuka ruang untuk ‘meluruskan’ tips-tips berikut. So, kalau ada kesalahan bisa deh dikoreksi. Nah, jom!

  1. Kalau bisa, kita mesti sedikit ‘memberatkan’ badan jelang pertandingan. Ya, jika badan kita besar maka lawan akan kesulitan menarik tali yang kita pertahankan. Demikian pula dengan rekan kita, badan mereka mesti besar. Lha, daku ‘kan kecil? Kok bisa menang? Iya, kebetulan daku dan seorang rekanku (Nurul) kecil. Tapi yang kami ‘pasang’ di depan itu (AA) berbobot sedikit lebih besar. Jadi intinya kami kolaborasikan semua kekuatan. Yang besar belum tentu kuat dan yang kecil belum tentu lemah. Begitchu…
  2. Perhatikan energi sebelum bertanding. Jadi meski badan sudah besar tapi perutnya belum diisi, tentu kita tak bisa berharap banyak. Pokoknya jangan sampai deh kita menarik dan mempertahankan tali dalam keadaan perut kosong, badan gemetar dan darah rendah. Duh.
  3. Pegang Tali Senyaman Mungkin. Warning! Enggak boleh deh kita memegang tali dengan gaya yang membahayakan. Misalnya melilitkannya ke leher. Alih-alih menyumbang kekuatan, malah bisa fatal akibatnya tuh! Karena itu, pegang tali senyaman posisi kita, yang sekiranya tidak terlalu berisiko kalau tarikan lawan amat besar.
  4. Gunakan Pelindung Tangan. Alternatif ini terbilang bijak, apalagi bagi kita yang gak mau ‘menciderai kemulusan tangan’. Hehe. Selain itu, memang penting untuk menghindari kalau-kalau tangan kita tergesek begitu keras, ‘kan bisa bikin berdarah dan pastinya perih pleus. Huhu.
  5. Pake Pelindung Kaki. Jika tangan sudah dilindungi, giliran kaki. Kenapa? Kita tak tahu medan lapangan akan se-ramah apa. Karenanya untuk jaga-jaga, mending kita siapkan sepatu. Kita wajib melindungi kaki sebagai salah-satu elemen penting dalam permainan tarik tambang. Emang iya? Trust me, kaki yang kuat akan memudahkan kita bertumpu dengan sempurna.
  6. Kobarkan Semangat Juang. Tips ini begitu sederhana, tapi efeknya luar biasa. Mungkin hal ini juga yang kemarin membuatku dan kawan-kawan bisa merebut kemenangan. Betapa tidak, kami bukanlah grup yang diunggulkan. Ada yang lebih berbadan dan (sepertinya) berkekuatan besar, tapi ternyata mereka tumbang. Pokoknya kita sebisa mungkin saling memompa semangat, bukan justeru melemahkan diri dan grup sendiri. Fighting!
  7. aku dan kawan-kawan lagi tarik tambang, lomba tarik tambang, lomba agustusan

    Dokumentasi Daku dan Timku Sewaktu Perlombaan Tarik Tambang. Tempur!!!

    Atur posisi. Yang sering kita perhatikan adalah siapa yang pantas menempati posisi depan. Kalau boleh usul, lebih baik dia yang badannya paling besar diantara anggota kelompok yang lain. Dengan demikian, jika lawan akan mengalahkan kita maka mereka mesti ‘melangkahi’ yang terdepan dulu. Tak hanya itu, dia juga mesti memiliki mental bertanding yang paling kuat. Jadi kalaupun posturnya besar tapi mentalnya lemah, hummm… *geleng-geleng.

  8. Pasang wajah meyakinkan. Lagi-lagi hal simpel, tapi benar-benar bisa ‘merusak’ mental lawan. Kalau tampang kita terlihat begitu tangguh, bisa-bisa lawan pun akan ciut. Kalau sudah begitu, energi lawan akan terkuras dengan sendirinya sebab pikiran mereka sudah negatif dan penuh rasa frustasi. 😀
  9. Condongkan/miringkan badan ke belakang. Posisi ini memudahkan kita untuk menarik tali sekaligus menahan tarikan lawan. Kalau kita terlalu condong ke depan, bukan tidak mungkin badan akan terjungkal, tali terlepas dan lawan mengambil alih tarikan talinya.
  10. Ganggu keseimbangan/konsentrasi lawan. Nah ketika bertanding, kita bisa saja menghadapi lawan yang lebih lemah, lebih kuat atau justeru seimbang. Ketika dalam keadaan imbang itu, kita bisa mainkan tarik-ulur tambang. Seperti yang terjadi ketika daku dan kawan-kawan di final. Tali sempat berada di posisi yang “itu-itu aja”. Kok bisa? Sebab ketika kami menarik, mereka juga menarik. Jadinya ketika rekanku yang terdepan mengulurnya (padahal dengan tidak sengaja, karena dia terjatuh), keseimbangan mereka sempat terguncang. Ketika itulah aku dan rekanku yang lain ‘memanfaatkan’ momen itu. Saat konsentrasi mereka terusik, kami menariknya. Terlebih rekan kami di posisi terdepan sudah bangkit, jadi deh kekuatannya penuh lagi. Hehe
  11. Ikhlas. Kok bawa-bawa ikhlas? Ya kali kalau kita menang, tentu bisa lah menerima hasilnya seikhlas mungkin. Ibaratnya… walau tangan merah, lecet-lecet, badan pegal dan kotor, semua baik-baik saja tuh. Nah apalagi yang kalah, ikhlasnya mesti dobel. Hehehe. Kalau sudah berhasil ikhlas, ‘penderitaan’ karena kerasnya lomba tarik tambang pun insya Allah akan terasa ringan.

Demikian, Bro-Sist. Kalau diibaratkan, tarik-tambang itu seperti cerita kita menggapai cita-cita. Kalau ‘gak kuat’, cepat menyerah dan gak memiliki spirit perjuangan, maka kita akan kesulitan menarik impian. Iya, ‘kan? [#RD]

*20 Agustus 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *