13 Tips Menjadi Lebih Percaya Diri

13 Tips Menjadi Lebih Percaya Diri

Entah kapan tepatnya, aku pernah mendapat sms yang berisi kata-kata motivasi. Di dalamnya ada pernyataan yang menarik. Isinya kurang lebih begini; Tuhan tidak menciptakan makhluknya secara massal. Dia khusus menciptakan masing-masing jiwa dengan begitu istimewa.

Well, pernahkah meluangkan waktu untuk menekuri keistimewaan-keistimewaan yang Tuhan titipkan dalam diri kita? Mensyukuri kelebihan tersebut? Berjanji untuk menjaga dan membuatnya lebih bermakna?

Salah-satu hal di atas, disadari atau tidak, mampu meningkatkan rasa percaya diri. Ya sejatinya pikiran positif yang tertanam dalam diri seseorang mampu menggugah rasa tersebut. Tanpa dorongan dan ketergantungan pada orang lain, kita mampu menegapkan badan, melangkah tegas tegap dan bersikap tegas dengan pede. Wuih…

Namun tak ada salahnya jika kita rinci beberapa tips menjadi percaya diri berikut. Jom!

1. Tersenyum
Yakin deh! se-sumpek atau se-tegang apapun, jika tersenyum sejenaaak aja, kita bakal ‘feel good’. Ekspresi itu mampu membuat aura wajah lebih bahagia dan nyaman. Tetapi di luar dari ekspresi wajah tersebut, tersenyum mampu melepaskan hormon endorphin yang membuat kita merasa lebih baik, meningkatkan sirkulasi darah di wajah, membuat kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri dan tentunya dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Bisa deh dipraktikkan ketika bertemu orang lain atau hendak berbicara di depan umum, kita bakal tampak lebih percaya diri di hadapan orang lain ketika tersenyum. 🙂

2. Tatapan Mata
Mengatur kontak mata bisa menjadi cermin sejauh mana rasa pede kita. Tatapan ke bawah (liat jempol kaki atau apa gitu) maupun ke atas (liat cicak yang melet-melet) dipastikan merangsang kita makin grogi dan ragu. Hehehe. Pastikanlah mengontrol tatapan.

“Kontak mata membantu anda untuk menghilangkan rasa takut jika anda sedang berbicara di depan umum dan semakin mendekatkan anda dengan lawan bicara anda. Stress merupakan perasaan yang datang dari sesuatu yang asing dan tidak dapat dikendalikan. Kontak mata memberikan pembicara gambaran dari kenyataan yang tidak lain adalah lawan bicara itu sendiri. Kontak mata juga membantu menarik minat lawan bicara anda.” (Confident Eye Contact, Unlimited Confidence).

3. Bisikan-bisikan Motivasi
Pernah gak sih, pas rasa pede lagi kita perlukan tiba-tiba ada bisikan asing yang mengelilingi pikiran kita? Terus mereka menjelek-jelekkan diri kita sendiri semacam; Emang aku bisa?, Aku gak bisa!, Ah aku bodoh!, Penampilanku pasti jelek!, Pasti aku bakal diketawain, dst.

Ketika suara-suara negative itu datang, datangkan pula lawannya. Tepat! bisikan-bisikan lain yang positif, seperti; Yakin, aku bisa!, Ini sih mudah!, Aku udah berusaha yang terbaik hasilnya pun pasti baik, Aku percaya dengan kemampuanku sendiri, Aku mampu melakukan segalanya semaksimal mungkin!, Belum tentu orang lain bisa seperti aku! dst. Bisa dirasakan deh efeknya! 🙂

4. Perbedaan Standard
Gak semua orang harus suka cara Dewi Lestrai menulis, gak semua orang harus suka cara Ariel bernyanyi, gak semua orang harus suka cara Dewa Bujana memetik gitar, gak semua orang harus suka genre music Uut Permatasari, gak semua orang harus suka cara Ustadz Jeffri Al Buchori (Alm) ceramah, gak semua orang harus suka cara Deddy Corbuzier membawa acara talk show, gak semua orang harus suka cara guru X mengajar, dst.

Terus, maksudnya gimana? Hehehe maksudnya, tiap orang memiliki nilai yang berbeda dengan kita dan sekeras apa pun kita mencoba, kita tidak pernah bisa memuaskan SEMUA orang setiap saat. Don’t worry be happy kalau sewaktu-waktu orang berkomentar ‘ah boring!’, ‘jayus!’, ‘ecek-ecek’, dst. Sulit, sih… Tapi lebih baik bertahanlah pada standar diri sendiri, bukan pada standar orang lain.

5. Penampilan
Penampilan seseorang memang bukan hal utama, namun jawab dengan hati sendiri; hal tersebut tetap berpengaruh sama rasa percaya diri, gak? Sedikit banyak pasti iya. Beda rasanya ketika memakai pakaian nyaman dengan pakaian terlalu ketat, terlalu terbuka, sobek, kotor, dst, bukan? Tak ada salahnya sebelum menghadapi orang banyak, perhatikan penampilan kita. Tak perlu mengesankan kemewahan, cukup memastikan kepantasan dan rasa nyaman dalam berpakaian. 🙂

”Sempurnakan penampilan fisik anda; sudah merupakan fakta bahwa penampilan seseorang memainkan peranan penting dalam membangun rasa percaya diri. Meskipun kita tahu apa yang kita miliki dalam diri kitalah yang penting, penampilan fisik anda menentukan impresi orang terhadap diri anda.” (Building Blocks to Self-Confidence, Complete Wellbeing)

6. Doa
Dalam hal apapun, Tuhan selalu memiliki peran. Meski terkesan hal remeh, namun mengucapkan doa bisa menanjakkan rasa percaya diri kita. Doa menjadi bukti nyata bahwa kita memang makhluk kerdil yang tentu BUTUH kekuatan Sang Maha Kuasa.

Misalnya sebelum melakukan presentasi di kelas, taada salahnya kita mengambil beberapa detik untuk mengucapkan do’a; Allah yang Maha Kuasa, kuyakin Engkau sedang bersamaku dan selamanya menyertaiku. Allah yang Maha Pemurah, berilah setitik kekuatan-Mu untukku agar semuanya berjalan lancar, dst…

7. Flash Back
Meski kita telah menyiapkan segala sesuatu dengan matang, kadang terjadi sesuatu yang diluar dugaan. Misalnya ketika aku hendak praktik mengajar di sebuah SMA. Dengan sekuat hati aku menyiapkan percaya diri, tapi tiba-tiba di tengah KBM aku menangkap nuansa tidak semangat. Suasana itu sempat mencopotkan rasa percaya diri. Mood-ku turun drastis dan ingin rasanya waktu segera dipercepat untuk mengakhiri kegiatan itu.

Ketika di rumah, aku mencoba melakukan “flash back” situasi tersebut dan menempatkannya pada situasi yang lebih positif. Aku berpikir dan membuat alasan-alasan untuk ‘membela’ situasi itu; O mungkin karena faktor jam terakhir jadi aku mesti menghadapi anak-anak yang energinya telah terkuras, mungkin konsentrasi mereka tinggal sisa-sisanya saja, ah namanya juga masih anak-anak, mungkin mereka sedang punya masalah dan tugas yang banyak dan susah-susah, dst. Hm, seringkali suatu kejadian menjadi negatif karena persepsi kita sendiri.

8. Bicara Perlahan
Ketika seseorang tengah dalam situasi tak percaya diri, tak jarang omongannya pun menjadi belepotan dan terlihat sangat tak nyaman; cepat namun sulit dipahami. Tarik napas dan bicaralah dengan perlahan. Bicara perlahan memberi kita kesempatan untuk memikirkan apa yang akan kita katakan selanjutnya. Jika sedang berbicara atau melakukan presentasi, berhentilah sesaat pada akhir sebuah frase atau kalimat untuk membantu orang lain mencerna apa yang kita katakan.

Berbicara perlahan menunjukkan kepercayaan diri seseorang. Seseorang yang merasa tidak layak didengarkan akan berbicara dengan cepat, karena ia tidak mau membuat orang lain menunggu hal-hal yang tidak layak didengarkan atau ia ingin cepat-cepat mengakhirinya.

9. Partisipasi
Pernahkah ketika teman-teman kita asyik berdiskusi di kelas, kita hanya ngangguk-ngangguk dan geleng-geleng? Pernahkah ketika mereka tengah asyik mengobrol di meja kantin, kita hanya makan dan minum? Mungkin waktu itu kita tengah tidak percaya diri untuk bergabung dan kemungkinan besar kita bakal gak enak hati sesudahnya.

So, bagaimanapun situasinya, berusahalah untuk ikut ambil bagian. Meski bicaranya patah-patah atau kata-katanya hanya sedikit, namun gagasan dan perspektif kita sangat berharga bagi orang-orang sekitar. Dengan demikian, sedikit demi sedikit kita akan lebih lebih percaya diri untuk mengutarakan pikiran dan mengekspresikannya.

10. Lingkungan
Sebisa mungkin cari dan temukan lingkungan yang dapat membantu percaya diri kita berkembang. Sebaliknya, bentengi diri dari pengaruh-pengaruh yang membuat rasa percaya diri terpuruk. Misalnya bergaul dengan orang-orang yang memiliki rasa percaya diri, berpikiran positif, menyemangati, optimis, atau senantiasa membaca buku tentang motivasi, dst.

11. Goal-goal
Sesekali renungkanlah goal-goal kecil yang pernah kita capai. Keberhasilan menaklukan hal-hal sepele bisa jadi mengantarkan kita pada keberhasilan menaklukan hal-hal yang lebih besar. Tanamkan dalam diri bahwa semuanya perlu proses dan langkah-langkah terjal demi mencapai puncak.

12. Menghadapi Kegagalan
Kegagalan bukan alasan utama untuk mengendorkan rasa percaya diri. Tak ada orang yang tak pernah gagal. Bahkan orang-orang yang telah sukses dan besar pun pasti memiliki catatan kegagalan dalam proses kehidupannya. Maka, bijaksanalah menghadapi kegagalan tersebut. Segala proses hidup tidak akan hancur karena kegagalan, namun hancur karena ketidakmampuan kita untuk mengambil hikmah dan bangkit dari kegagalan tersebut.

13. Persiapan
Pepatah mengatakan “Jika anda gagal mempersiapkan, maka anda telah mempersiapkan kegagalan.”

Persiapan menjadi modal utama kita untuk tampil dengan percaya diri. Jika semua rencana telah rapi, rasa pede akan terpancar dengan sendirinya. Jangankan untuk hal-hal semacam presentasi di kelas, sidang, pidato tingkat desa, dst, acara-acara besar yang melibatkan orang-orang professional pun senantiasa memprioritaskan persiapan matang. Heuheu.

Demikianlah 13 tips menjadi percaya diri. Semoga bermanfaat, ya. Terima kasih atas kunjungannya. Salam! [#RD]

Referensi: metris.community.com & akuinginsukses.com

Gambar: google Image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *