15 Tips Menghadapi PPL (Praktik Pengalaman Lapangan)

15 TIPS Menghadapi PPL (Praktik Pengalaman Lapangan)

tips menghadapi atau melaksanakan PPL praktik pengalaman lapangan

Poto: ftj.com

I ever wanna be a teacher, but after facing PPL, I have to think it again and again.”

Kurang-lebih demikian jawabanku manakala seorang dosen bertanya Do you want to be a teacher?” di sela-sela sidang komprehensif. Usai mendengar jawaban itu, beliau bertanya lagi. Singkat saja, Why?”. Kujawab singkat juga, Because, in fact, being a teacher is complicated.”

Namun… bukan berarti kita gak mesti jadi guru. Justru angkat topi deh buat para guru. Sebab, menjadi guru itu tidaklah sederhana. Hanya menyampaikan materi, lalu usailah sudah. Tidak se-simple itu. Ternyata lebih rumit. Berkaitan dengan kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, sosial-budaya, karakter, moral siswa, dsb. So, kami kami bangga padamu, wahai para guru. ^_^

Nah di bawah ini 15 TIPS Menghadapi PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) yang daku olah dari pengalaman dan pengamatan sumber-sumber lain. Jom kita tengok, Bro-Sist!

#1. Pahami Mata Kuliah yang berkaitan dengan hal – ihwal pengajaran

Beneran. PPL menjadi salah-satu ajang pembuktian betapa materi-materi dari mata kuliah itu penting pake ‘banget’ untuk dipahami. PPL juga menjadi momen pas untuk mempraktikkan teori-teori yang mahasiswa (khususnya FKIP) geluti… seperti dalam Kurikulum Pembelajaran, Strategi Belajar – Mengajar, Evaluasi Pengajaran, Perencanaan Pengajaran, dst.

Hm… nyesel juga dulu daku tak terlalu serius untuk ‘akrab’ dengan mata kuliah-mata kuliah itu. Kalau diingat-ingat, konyol juga mahasiswi FKIP sepertiku tak menaruh perhatian khusus pada mereka. #curcol. 😀 Padahal, materi-materi dalam mata kuliah itu ibarat modal dan bekal ketika PPL. So, disarankan fokus belajar ya, Bro-Sist. Gak cuma hafal, tapi juga paham. Insya Allah kita bisa merasa lega jika telah menguasainya. ^_^

~

#2. Update Kurikulum termasuk RPP

Kabarnya, Kurikulum 2013 tidak mengharuskan guru (atau mungkin praktikan PPL) untuk membuat silabus ya, Bro-Sist? Beuh, ‘beban’-nya sedikit ringan tuh?! 😀

Perkembangan kurikulum dan segala kebijakan di dalamnya memang mesti kita ‘follow’ ya, Bro-Sist. Hal tersebut selain sebagai upaya mendukung keberhasilan kurikulum, juga mengesankan betapa kita memang update hal-hal mengenai pendidikan. RPP juga mesti kita perhatikan ya, Bro-Sist.

Bagaimanapun, RPP menjadi ‘otak’ dibelakang proses mengajar seorang guru. Menjadi ‘guide’ tentang apa tujuan pembelajaran kita, bagaimana ‘skenario’ kegiatannya, materi apa yang hendak disampaikan, alat dan medianya apa, sumbernya dari mana, alokasi waktunya berapa, bagaimana cara mengevaluasinya, dst.

Tak hanya unsur itu, kita pun disarankan update terhadap teknis penyajian RPP. Contohnya baru-baru ini ada yang dinamakan dengan ‘RPP Berkarakter’. Meski tujuannya sama dengan RPP-RPP terdahulu, namun ada beberapa modifikasi yang mesti kita ikuti.

Baca Juga: Laporan PPL Individu dan Kelompok (Lengkap)

~

#3. PDKT’ dengan Sekolah Mitra

Sebelum PPL digelar, tentu saja pihak lembaga kampus mensosialisasikan sekolah-sekolah mitra dan penempatannya. Syukur jika kita sudah tahu lokasinya. Namun jika belum, segeralah cari tahu. Pertimbangkan jarak sekolah dengan kediaman kita, supaya kita bisa menyesuaikan. Baiknya berangkat jam berapa? Kalo pake kendaraan pribadi, rutenya bagaimana? Kalo pake jasa transportasi umum, angkotnya yang mana? Dst. Bagaimanapun, sekolah itu terjadwal dan segala sesuatunya memiliki aturan tersendiri.

Tak hanya itu. Hal terpenting yang mesti kita tahu adalah mengenai norma-norma yang berlaku di sekolah tersebut. Jadi, kalau ada kesempatan untuk observasi atau biasanya ada kegiatan yang dinamakan ‘serah-terima mahasiswa praktikan PPL’… ikuti saja. Keliling di sekitar lingkungan sekolah, mengobrol dengan calon guru pamong kita atau sekadar melihat calon anak-anak didik. Hal tersebut kadang memberi gambaran; bagaimana kita praktik mengajar di sana. Pakaiannya akan seperti apa? Cara mengajar anak-anaknya bagaimana? Kedisiplinannya se-ketat apa (agar kita menyesuaikan)? Dst.

~

#4. Persiapan-persiapan

Persiapan di sini adalah persiapan jelang PPL, bukan jauh hari dari PPL. Mulai dari ‘kostum’ mengajar, guru pamongnya, kelas yang akan diajar, absensinya, jadwal mengajarnya, materi-materinya, buku panduannya, alat dan medianya, dst. Gak mau dong kalau kita salah masuk kelas? gak tahu jadwal? atau juga gak tahu materi pengajarannya? 🙂

~

#5. Be A Good Person!

Ketika menjadi mahasiswa praktikan PPL, kita akan banyak menemui orang-orang baru nan asing. Dianjurkan untuk ‘mengendalikan’ sikap. Meski aslinya kita itu urakan dan ceplas-ceplos, kalau bisa, tahan dulu sampai kita benar-benar akrab dan larut dalam pergaulan bersama mereka. 😀 Mereka itu siapa? Ya mulai dari Kepala Sekolah mitra, guru-gurunya, guru pamongnya, rekan sesama praktikan PPL, ibu-bapak kantin, bapak satpam, pengelola kebun, pengelola kebersihan dan para siswa itu sendiri. ^_^

Tapi… menjadi baik tak berarti harus menjadi orang lain. Maksudnya gak perlu pencitraan juga. Hehe. Baiknya jadi diri sendiri dengan posisi sebaik mungkin pada setiap orang. Berbaur, suka menolong, gak sombong, rajin menabung, dsb. 😀

~

#6. Perhatikan Penampilan Perdana

Ada yang bilang, penampilan pertama itu wajib berkesan. Hm… kata-kata itu banyak benarnya. Memang, penampilan perdana menjadi gambaran tersendiri untuk pertemuan selanjutnya. Jadi kayaknya gak ada pilihan terbaik selain ‘do the best’ di penampilan perdana ketika mengajar.

Supaya berkesan… lakukan persiapan, perencanaan dan ‘eksekusi’ yang matang (pakaiannya , RPP-nya, materinya dan segalanya). Jangan sampai rasa percaya diri runtuh seketika gara-gara kurang persiapan dan perencanaan. Jangan sampai juga pingsan di depan kelas dan merasa tersudut dalam penderitaan yang akut. :’( Nah kalau pengin meningkatkan percaya diri? Silakan membaca “13 Tips Menjadi Lebih Percaya Diri”.

#7. Teladani Guru Favorit

Ingat-ingat deh… waktu sekolah TK, SD, SMP atau SMA, siapa sih guru-guru favorit kita? Terus, kenapa sih kita memfavoritkan mereka? Kemungkinan besar, jika kita meneladani hal-hal positif dari mereka, anak-anak didik kita pun bakal suka.

Kalau guru favoritnya banyak?

Gimana kalau ‘comot’ dan kolaborasikan semua hal positif itu? Misal, kita suka guru A karena cara beliau menerangkan materi itu sangat jelas. Kita suka guru B karena beliau asyik diajak sharing. Kita suka guru C karena sering ngasih PR pleus mengoreksinya. Dst. Sip deh, kita kumpulkan teladan-teladan tersebut, bikin daftarnya dan bismillaah… praktikkan deh. ^_^

~

next-page-RD-300x100-1

10 Comments
  1. Debi
  2. deeann
  3. Fida
    • deeann
  4. agusnita
    • deeann
  5. rahmat
    • deeann
  6. faldoa
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *