3 Sikap Yang Membuat Kita Bahagia Ketika Merasa Down

3 Sikap Yang Membuat Kita Bahagia Ketika Merasa Down

Senyum walau hati sedang down'

pixshark.com

Merasa down memang enggak enak. Maunya tengkurep, nangis, ngunci diri di kamar, menyendiri, dengerin lagu-lagu mellow, ngehindarin orang yang kita kira cuma bakal ngasih nasihat bahkan bertanya mengapa oh mengapa, semuanya terjadi pada kita.

Padahal segala sesuatu terjadi karena ada alasannya, bukan? Masa iya Allah Swt menakdirkan sesuatu karena Dia iseng belaka, tanpa ada maksudnya? Heuheu.

Perasaan down juga tentu tak kita rasakan seorang diri. Banyak orang lain yang merasakan hal sama, dengan berbagai versinya. Tak peduli si kaya, si pintar, si populer atau si penguasa. Semua bisa merasa terpuruk dan jatuh. Tapi enggak semuanya memilih bangkit dan kembali berbahagia. Padahal kalau kesempatan itu ada… kenapa, enggak?

Langsung aja. Berikut ini 3 sikap yang bisa kita terapkan agar perasaan down berubah jadi hepi:

Pertama, Apresiasi Orang-orang yang Ada Dalam Hidup Kita

Mungkin kita pernah mendengar ungkapan, ‘lupakanlah kebaikan kita pada orang lain dan ingatlah selalu kebaikan orang lain pada kita.’ Ternyata kalimat magic ini memang bisa menyulap kita jadi pribadi yang lebih mensyukuri hidup dan menghargai orang-orang yang selalu ada di kehidupan kita. Kita jadi enggak terlalu terpaku pada hal-hal negatif. Sebaliknya, kita jadi orang yang positif.

Bagaimanapun, hubungan baik dengan orang lain akan menjadi titik awal bagi pertumbuhan kepribadian kita. Tunjukan ungkapan terima kasih kita dengan ucapan lembut, sikap baik, pemberian hadiah materil maupun moril, dst. Biarkan mereka tahu, betapa pentingnya peran mereka dalam hidup kita. Dengan begitu, baik hati kita maupun hati mereka akan lebih lapang dan terbuka.

Kedua, Bentuk Kebiasaan untuk Selalu Introspeksi Diri dan Terbuka Pada Hal-hal Baru

Kita bisa mulai menyisihkan waktu secara rutin untuk tanya-jawab terhadap diri sendiri. Misalnya; hari ini apa yang sudah kita kerjakan dan apa yang belum, ya? atau pekerjaan apa yang kira-kira memberi keuntungan lebih? Selama ini, bagaimana komunikasi kita dengan keluarga? dst.

Mesti kita ketahui, kehidupan sedang berjalan seperti apa. Mana yang masih perlu perbaikan dan mana pula yang butuh pengembangan. Entah itu di dalam pekerjaan, keluarga atau kehidupan pribadi kita sendiri.

Ketiga, Sebisa Mungkin Kita Ciptakan Efek Positif

Terpuruk dan kesendirian mesti kita pisahkan. Sebaliknya, bawa diri kita pada keluarga, sahabat dan pokoknya semua orang yang kita kasihi. Tunjukkan bahwa kita butuh mereka, bahwa keberadaan mereka itu amat penting. Usahakan untuk selalu menciptakan momen baik dengan mereka.

Tumbuhkan juga sikap positif terhadap diri sendiri. Caranya bisa berbeda-beda. Tak ada salahnya kita membeli bunga kesukaan untuk diri sendiri, menikmati waktu libur dengan pergi ke tempat-tempat incaran kita atau cukup dengan melakoni hobi yang jarang bisa kita nikmati ketika kesibukan melanda.

Intinya, kita tidak pernah benar-benar terinjak-injak dalam hidup. Mungkin kita tengah dididik untuk lebih sensitif, bahwa ternyata lebih banyak yang mesti kita syukuri ketimbang yang kita keluhkan. [#RD]

Ref: Monica Magnetti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *