4 Kebahagiaan Bagi Orang Sakit

4 Kebahagiaan Bagi Orang Sakit

kebahagiaan bagi orang sakit

“Ada dua kenikmatan yang sering terlupakan oleh banyak orang; nikmat sehat dan nikmat waktu senggang.” (HR Bukhori)

Ajaib bener Rasulullah Saw… Beliau sudah hapal betul kalo nikmat sehat jadi salah-satu nikmat besar yang sering kita abaikan. Pas kita jatuh sakit… baru deh kita sadar betapa nikmatnya saat makan, tidur, berdiri, konsentrasi dan senyum saat masih sehat. Memang ya, kadang kita mesti kehilangan sesuatu untuk menyadari makna sesuatu tersebut.

Namun, bukan berarti kita mesti mengutuk rasa sakit tersebut. Toh, selantang apapun cacian kita tentu tak akan merubah keadaan selain tambah parah dan parah. Dalam Islam, kita dianjurkan untuk memohon kesembuhan dan harapan hanya pada Allah Swt. Malah, dalam hadist lain disebutkan bahwa:

“Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah menurunkan obatnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Berikut ini ada 4 kebahagiaan bagi orang sakit. Jom kita bahas!

1. Dosa-dosa Berguguran
Mungkin sudah tidak asing bagi kita kalau rasa sakit bisa menghapus dosa-dosa. Ungkapan tersebut memang berdasar atas sebuah hadist Nabi Saw:

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan Allah hapuskan berbagai kesalahannya, seperti sebuah pohon meruntuhkan daun-daunnya.” (HR. Muslim)

2. Aliran Pahala
“Kalau seorang hamba sakit atau sedang bepergian, pasti Allah akan menuliskan baginya pahala seperti saat ia mengamalkan ibadah di masa masih sehat dan sedang bermukim.” (HR Al Bukhori)

3. Kenaikan Level
Soal ujian antara siswa yang hendak naik ke kelas X dan Xi tentu berbeda. Semakin tinggi kelasnya, semakin rumit soalnya. Begitupun dengan manusia. Semakin rumit cobaan hidupnya, semakin naik pula level-nya. Terlebih kalau dia bisa sabar. Sebagaimana dalam hadist Nabi Saw:

“Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Kalau Allah mencintai seseorang, pasti Allah akan memberikan cobaan kepadanya… “ (HR. At Tirmidzi)

4. Waktu Luang ++
Ketika sakit, tentu ada banyak waktu luang yang tak kita dapat saat-saat sehat. Kala sibuk dengan urusan duniawi, mungkin kita tidak sempat (atau tidak menyempatkan) diri untuk berdzikir, introspeksi diri dengan niat memperbaikinya, sholat sunnah, membaca Al quran, dst. Maka ketika sakit, banyak sekali waktu yang bisa kita manfaatkan untuk mengamalkan kebaikan-kebaikan tersebut. Insya Allah.

Akhirnya, semoga kita mampu mensyukuri segala nikmat-Nya dan sabar dalam menerima segala cobaan dari-Nya. Aamiin…. [#RD]

*Referensi: Buku “Berbahagialah Wahai Orang Sakit” – Dr. Muhammad Al Burkan
*July 27, 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *