4 Tips Menghadapi Karakter Guru dan Dosen

4 Tips Menghadapi Karakter Guru dan Dosen

menghadapi guru atau dosen

Aku pribadi pernah beberapa kali berhadapan dengan guru dan dosen seperti demikian. Namun begitu mengobrol lebih dekat, ‘judgement’ awal serasa pupus. Di luar peran mereka dalam dunia belajar-mengajar, ternyata ada sisi dalam sangat baik yang luput dari pengetahuan kita.

Sewaktu aku masih SMA, ada seorang guru laki-laki yang terkesan ‘garang’ di kelas. Derap langkah dan tutur katanya sering membuat jantung kami menabuh degup keras. Suatu saat, aku berkesempatan mengobrol dengan beliau. Nyatanya, beliau itu ternyata seseorang yang murah nasehat. Tak jarang dalam tiap obrolannya, beliau menyembulkan lawakan-lawakan yang membuatku tergelak.

Begitupun dengan seorang guru perempuan yang terkenal judes. Di kelas, aku dan teman-teman selalu dibuat tegang. Terlebih lagi saat beliau kebagian mengawas ujian. Kami nyaris tak akan bisa berkutik. Tapi pada saat kami berkumpul dengan guru lain di luar kelas, aku menyaksikan beliau bisa tertawa lepas. Sewaktu kami bertemu, beliau bahkan menggandeng tanganku dan membuka obrolan cukup panjang dengan hangat. Wah pokoknya sangat banyak contoh guru-guru maupun dosen-dosen lain yang membuat kita terpaksa berkata “Oh, ternyata.” 🙂

Nah berikut ini 4 Tips Menghadapi Karakter Guru dan Dosen yang aku dapat dari akun fesbuk ECC UGM, dengan narasumber asli Widi Ariyani, M. Psi. Jom!

1. Kenali karakter guru atau dosen.
Mengenal karakter seseorang bisa kita lakukan dengan mengamati caranya berbicara, bersikap, berpakaian, memutuskan sesuatu dsb. Apakah tipenya agamis? idealis? ekspresif? dst. Dengan begitu, kita bisa tahu tipe siswa/mahasiswa seperti apa yang disukai guru/dosen tersebut.

2. Jaga sikap.
Meski kita kurang menyukai gaya mengjar beberapa guru atau dosen, pastikan kita tetap disiplin, sopan dan hormat pada mereka. Bagaimanapun, manusia memiliki karakter berbeda dalam menyampaikan sesuatu. Sebaliknya, meski mereka memancarkan keramahan dan keterbukaan, seyogyanya kita menjaga rasa hormat. Meski mereka menempatkan diri sebagai teman, namun kita berkewajiban tetap menempatkan diri sebagai siswa/mahasiswa yang baik.

3. Dosen galak atau pelit nilai biasanya punya standar atau syarat tertentu.
Pernah ada kejadian lucu ketika aku kuliah di semester-semester awal. Ketika seorang dosen mengumumkan nilai, ternyata hanya aku dan seorang mahasiswa lain yang mendapat A. Apa alasannya? Cukup mengagetkan. Beliau bilang tulisanku dan seorang temanku itu (maaf, ya :D) bagus, jadi mudah dibaca. Sedangkan yang tulisannya (menurut beliau) tidak bagus, mau memeriksanya pun susah. :-0

Pernah juga sewaktu SMA, aku dan kawan-kawan senantiasa belajar maksimal ketika menghadapi ujian mata pelajaran seorang guru. Sayang, meski nilai ujian harian, UTS dan UAS kami cukup besar di atas kertas, namun nilai lapornya selalu saja minim. Sedangkan seorang teman yang tak terlalu diperhitungkan selalu saja nilainya bagus. Usut punya usut ternyata teman tersebut ‘hobi’ membuang sampah pada tempatnya, tepat di depan sang guru. Dia juga senantiasa membantu guru tersebut mengolah sampah dan menyapukan pelataran sekolah. Tak ayal, temanku pun dapat perhatian dan dikenal oleh guru kami itu.

Jadi, penuhi syarat-syarat yang diterapkan oleh guru maupun dosen, secara langsung maupun tidak. Syarat tersebut biasanya berupa keaktifan di kelas, kedisiplinan, standar mengerjakan tugas/ujian, dst.

4. Aktif.
Supaya dikenal guru atau dosen, aktiflah secara positif. Kita bisa melibatkan diri dalam diskusi kelas, bertanya, menyampaikan pendapat, dst. Beberapa ada yang mengejar point, namun diluar point tersebut, keaktifan di kelas sangatlah bermanfaat.

Setelah dikenal dosen, kita menjadi lebih mudah untuk menjalin hubungan yang lebih baik. Tapi kata Ibu Widi Ariyani M, Psi, “Jangan sampai ketika kita sudah dapat perhatian dari dosen, kita jadi terlena atau terlalu santai.”

Well, demikianlah tips yang bisa aku posting. Semoga bermanfaat, ya.
Mau menambahkan? Sangat boleh. ^_^

Sumber Gambar: Google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *