5 Tipe Teman

5 Tipe Teman

5 tipe teman

 

Lalu, ada pula segelintir orang yang tahu banyak tentang kita. Hubungannya sedikit lebih intim. Mereka tahu siapa kita. latar belakang kita, kepribadian kita, bahkan mungkin masalah-masalah yang tengah kita hadapi. Pada mereka pula, biasanya kita bisa terbuka dan bahkan menganggapnya lebih dari saudara.

Menurut Muhammad As-suderi dalam bukunya “Bahaya Teman”, ada 5 tipe teman:

1. Teman yang seperti udara
Layaknya udara, keberadaannya selalu kita butuhkan. Tanpanya, hidup serasa sesak. Dia senantiasa memberi manfaat dan saling menasehati urusan dunia-akhirat. Dalam pergaulan, dia selalu memberi kegembiraan, rasa nyaman dan keni’matan hidup.

2. Teman yang seperti makanan
Tanpa makanan, kita akan kesulitan hidup. Namun makanan itu sendiri, ada yang lezat dan ada pula yang tak pas dengan selera kita. Jadi kadang dia adalah sosok yang memberi manfaat, namun kadang sikap-sikapnya yang tak sesuai dengan kehendak kita. Bisa sedikit arogan dan kaku.

3. Teman yang seperti obat
Obat itu pahit rasanya, namun ada kalanya kita mesti minum kalau ingin sehat. Maksudnya dia adalah sosok yang membuat kita sedikit terpaksa untuk bergaul dengannya. Bukannya hanya karena sakit, kita akrab dengan obat? Jadi atas dasar sesuatu yang mendesak, kadang kita dekat dengannya. Selebihnya, ada beberapa sifat yang tak begitu kita suka.

4. Teman yang seperti Arak
Arak. Konon katanya ia begitu nikmat, namun sangat berbahaya bagi kesehatan dan kemuliaan diri. Bisa saja dia adalah sosok yang gemar mengundang kita belanja, meninggalkan sholat, pergi ke tempat maksiat bahkan menggoda kita melakukan hal-hal yang mengasyikkan namun menjerumuskan. Dia seolah-olah hanya menyodori kenikmatan dunia, lalu perlahan menghancurkan pekerti dan hubungan kita dengan ilahi.

5. Teman yang seperti bencana
Jelas, bencana itu sesuatu yang memberatkan. Banyak ucapan, pikiran dan perbuatannya yang tidak menyenangkan. Meski kita tetap berteman dengannya, namun hati kecil selalu keberatan berada dengannya. Karena suatu hall ah, kita masih bertahan mendampinginya, padahal jauh di dasar hati, kita ingin menghindarinya.

Demikian postingan kali ini. Meskipun sangat banyak teman di sekeliling kita, namun wallaahu a’lam orang-orang menganggap kita berada pada tipe nomor berapa. Yang jelas, mari berusaha melakukan yang terbaik dan tak ada salahnya jika kita renungkan kutipan super Ali Bin Abi Thalib tentang persahabatan berikut:

Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya.”

Ngomong-ngomong, kita sendiri masuk tipe teman yang mana? -_- [#RD]

*18 April 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *