5 Tips Mengajar Anak atau Murid Agar menjadi Jujur

5 Tips Mengajar Anak atau Murid Agar menjadi Jujur

mengajarkan kejujuran pada anak atau siswa

huffingtonpost.com

Kejujuran adalah bab pertama dari buku kebijaksanaan…” begitu kata Thomas Jefferson.

Karena ditempatkan di bab pertama, berarti kejujuran itu posisinya sangat vital ya, Bro-Sist? Nah buat kamu yang pengin mencoba lebih jujur, buat ortu yang pengin mendidik anaknya agar lebih jujur dan juga buat para Bapak/Ibu guru yang pengin menempelkan kejujuran pada muridnya, berikut beberapa tipsnya:

1. Reward untuk Kebenaran

Lebih cepat memarahi atau memujiii? Hehehe

Memang ya, kadang kita lebih ‘semangat’ menghukum ketimbang memberi reward. Ketika anak/siswa melakukan kesalahan (walau sepele), kita sigap memarahinya. Namun ketika anak/siswa melakukan kebaikan (walau sepele pula), kita tidak terlalu refleks untuk memujinya, minimal dengan kata-kata atau bahkan pelukan.

Padahal, kalau anak/siswa telah berlaku jujur, selayaknya kita memberi apresiasi. Misalnya mereka memberikan uang kembalian sesuai dengan perhitungan kita, jujur mengatakan kalau mereka telah melakukan suatu hal, dll. Hal itu akan menumbuhkan rasa percaya diri serta meyakinkan sang anak kalau perilaku baik itu memang membawa efek positif.

2. Melatih Anak/Siswa untuk Berbicara Kebenaran Secara Utuh

Sebagai ortu/guru/orang yang lebih dewasa, alangkah baiknya kita tanamkan kejujuran secara dini. Bantu anak/siswa untuk memahami apa itu “kebenaran utuh” dan “kebenaran yang setangah-setengah”. Sehingga, dari kecil sampai nanti dewasa, mereka tak akan mencampur-adukkan kebenaran dengan suatu kebohongan. Misalnya mereka jujur telah bilang kalau sepulang sekolah main ke rumah Si A, namun mereka bohong dengan mengatakan telah bekerja kelompok (padahal main Play Station).

3. Biarkan Anak Tahu Bahwa Kebenaran Kadang-kadang Pahit, Namun itu yang Terbaik

Tanamkan pada anak, bahwa kebenaran selalu mengalahkan segala sesuatu. Sepahit apapun itu. Memang, akan ada konsekuensi atas segala kejujuran. Misal anak telah jujur kalau dia telah bolos sekolah dengan alasan blah.. blah.. blah.. Sebagai resikonya, kita bisa memberi hukuman (tentu, setelah mempertimbangkan alasan dan keringanan atas kejujuran mereka).

Katakan pada mereka, bahwa hukuman yang telah diterima akibat kejujuran itu lebih ringan ketimbang jika mereka berbohong. Lebih buruk lagi. Dengan begitu, anak/murid akan paham bahwa hal yang paling penting adalah mengatakan yang sebenarnya.

4. Dorong Anak/Siswa untuk mencari Teman yang Jujur

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yang menganalogikan kalau kita sahabatan sama penjual minyak wangi, kita akan terbawa wangi. Begitupun kalau kita sahabatan sama pandai besi, kita akan kecipratan arang/api.

Untuk itu, jika teman-teman anak/siswa kita itu gemar berbohong dan menipu, kemungkinan besar mereka akan terbawa juga. Sebaliknya, kalau teman-teman itu terhormat dan jujur​​, maka anak/siswa kita juga akan cenderung menjadi sama.

5. Menjadi Teladan/Panutan Kebenaran

Agar sikap jujur anak/siswa makin terpupuk, tentu saja kita mesti menjadi model bagi mereka. Hati-hati dalam berbicara, memberi alasan atau melakukan sesuatu. Anak/siswa bisa saja meneliti dan mencontoh segala tingkah polah kita.

Mencubit perkataan Aa Gym, terapkan 3M dalam kejujuran. Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang terkecil dan Mulai dari saat ini. Mariii… [#RD]

*January 30, 2014

3 Comments
  1. Elsara
  2. Pasha
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *