7 Kebiasaan Remaja ini GAK Baik Pake “Banget”

7 Kebiasaan Remaja ini GAK Baik Pake “Banget”

7 kebiasaan remaja yang gak baik

Menjadi seorang remaja itu repot juga, ya?

Ya, menjadi seorang remaja memang bukan perkara kecil. Karena merupakan peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa, maka fasenya pun selalu labil. Ditambah lagi dengan rasa ingin tahu yang tinggi, egois dan sangat dibanjiri modernisasi. Tak ayal, remaja memang rentan dengan bermacam persoalan. Dengan kata lain, hidup sebagai remaja memang full of galau. Heheh

Susah rasanya jika remaja dihadapkan pada persoalan sekolah, akademik, pergaulan, fashion, hiburan, kepribadian berikut penyimpangan-penyimpangan sosial. Terlebih lagi gejolak jiwa remaja yang demen coba-coba. Kalau kata Bang Oma sih, darah muda. Selalu merasa gagah, gak pernah mau mengalah. hahahah… 😀

Jadi deh banyak remaja yang terperosok pada hal-hal ‘horror’ kayak narkoba, individualis yang kronis, minuman keras, hamil di luar nikah, kecelakaan lalu-lintas, over dosis, tawuran, nyontek massal bahkan merambah ke bisnis seks. Khusus yang terakhir, seorang pakar pernah berujar bahwa modus remaja yang terlibat bisnis (maaf) jual diri itu umumnya bukan cuma factor ekonomi (pengin memenuhi kebutuhan pokok semata), melainkan faktor keinginan memasuki pergaulan dan gaya hidup glamor, elit, dianggap kaya, bisa pesta, bisa beli baju atau aksesoris mahal, dst. Ckckck

Hal-hal menyeramkan di atas akan semakin parah jika mereka (remaja) masih menjalankan 7 kebiasaan yang gak efektif pake ‘banget’. Apa saja? Jom kita bahas paparan yang aku cubit dari bukunya Sean Covey berjudul “7 Habits of Highly Effective Teens”:

1. Bersikap Reaktif
Remaja yang reaktif itu cenderung gak bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Sikapnya gak jauh sama ayam. Kalau ayam menumpahkan makanan dalam wadah, ia gak bakal sudi membereskannya kembali. Remaja pun demikian. Udah berbuat, gak mau bertanggung jawab. Atau, hanya berbuat namun tidak mau menanggung resikonya dan cenderung menyalahkan orang lain, ibu, bapak, saudara, teman-teman bahkan pemerintah. -_-‘

Ketika dikritik seseorang, remaja yang reaktif akan merasa jengkel bukan kepalang, mengompori teman-teman agar menghujat si pengkritik bahkan melabraknya di depan rekan-rekan yang lain. Setelah dipanggil guru, dia malah sibuk menggali alasan sambil menyalahkan pihak lain.

2. Gak Punya Tujuan Akhir
Remaja yang satu ini cuma hidup saat ini. Artinya, dia gak merasa perlu rencana, target, tujuan atau sasaran. Pas pergi ke sekolah, ya sekolah saja lalu pulang dan melakukan apapun yang dia mau. Dia pikir, hidup yang hidup dia jadi dia bisa sesukanya. Toh esok juga bakal mati.

Silakan sih puas-puasin tidur, puas-puasin hidup cuma dengan sosmed aja, puas-puasin neggak miras, puas-puasin pesta, puas-puasin belanja, puas-puasin pacaran tanpa batas, puas-puasin nge-fly sama obat-obatan terlarang dan puas-puasin nginjek-nginjek waktu berharga. Toh, kelakukannya itu sama saja dengan merencanakan masa depan yang… ah, bukan pilihan.

3. Melupakan yang Utama
Remaja yang berkebiasaan buruk selanjutnya adalah sibuk dengan kegiatan yang bukan utama, lalu khilaf pada kewajiban semestinya. Mereka akan sangat mendahulukan window shoping ketimbang ngerjain PR, mereka mendahulukan nonton film kurang bagus ketimbang beribadah, mereka mendahulukan pergaulan maya ketimbang dengerin ortu bicara, mereka mendahulukan gadget terbaru ketimbang beli alat tulis, dst.

4. Selalu Menang Sendiri
Kebiasaan buruk bagi remaja selanjutnya adalah anggapan bahwa hidup ini adalah persaingan yang sangat kejam. Dia mesti menjadi pemenangnya dan orang lain mesti mengalah dan lebih menderita daripada dirinya. Remaja yang satu ini seneng kalo temennya gak naik kelas. Malah ia menyebarluaskan berita duka itu. Lalu ia juga akan berpura-pura mengucapkan selamat pada temannya yang berprestasi, padahal dalam hatinya ia pengin temannya itu suatu saat akan gagal dan ia sendiri yang bakal berprestasi. Hm, capek juga jadi yang model ginian ya, Sob?!

5. Pengin Dipahami Tanpa Berusaha Memahami
Buanyak banget nih remaja yang punya kebiasaan kayak gini. Pas lagi sama teman-teman, ia bakal curhat tentang kegalauan sepuasnya dan meminta teman-temannya itu untuk jadi pendengar setia, ikut memahami perasaanya, ikut nangis Bombay dan merengek meminta solusi.

Sekalinya salah-satu diantara teman-temannya itu yang curhat, ia cuma pura-pura mendengarkan sambil sesekali bilang “oh”, “gitu ya”, “hooh hooh”, padahal pikirang entah lagi ngebolang ke mana. Atau ia mendengar, tapi nasihatnya itu jleb juga, kayak “gitu aja nangis?!”, “ah bosen bahan curhatnya itu melulu”, “udah deh malu diliatin orang, galau melulu sih!?”. -_-‘

6. Gak Mau Kerja Sama
Kebiasaan buruk yang lain yaitu saat remaja gak mau kerja-sama. Misalnya pas masuk ekskul, berorganisasi, sering dihadapkan dengan macam-macam kegiatan, sering diskusi dsb, dia bakal ngotot mempertahankan opininya sendiri dan menolak mentah-mentah gagasan teman yang lain. Kalau teman-temannya tak setuju, ia tetap keukeuh dan merasa lebih baik bekerja sendirian daripada kerja-sama namun bukan hasil idenya.

7. Lebay dalam Berusaha
Belajar pelajaran sekolah memang baik, namun jika waktunya itu dihabiskan hanya untuk pelajaran saja bisa jadi masalah juga. Kapan sih waktu untuk istirahat dan me-refresh otaknya? Kapan sih waktu buat mengajinya? Kapan sih waktu buat bergaul dan silaturahm-nya? Kapan sih waktu buat membuka wawasan yang lebih luas, misalnya baca buku? nonton berita? baca artikel? wisata alam? dst. Baiknya, remaja itu meluangkan waktu untuk meng-upgrade diri agar lebih baik dan baik lagi.

Nah, demikian deh postingan kali ini. Semoga bermanfaat ya, Sob. Terima kasih dan salaam! [#RD]

*July 19, 2013

4 Comments
  1. guru les privat
    • deeann
  2. Margaret
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *