7 Tips Agar Tidak Terlalu Kecanduan Facebook

7 Tips Agar Tidak Terlalu Kecanduan Facebook

kecanduan fesbuk

Berapa kali sehari buka fesbuk?

Gak berlebihan kalau kita simpulkan bahwa mayoritas pengguna internet di dunia tahu dan bahkan punya akun fesbuk. Tak heran, dulu menurut alexa, fesbuk sempat menggeser google sebagai situs yang paling banyak diakses di Indonesia.

Sadar atau tidak, kita dengan sukarela menghabiskan banyak waktu demi fesbuk. Dari mulai bangun tidur sampai dengan mau tidur lagi, rasanya gemas bila tak mengetik facebook.com, log in dan ‘beraktivitas’ di sana. Entah untuk sekadar update status, mengomentari / me-like status orang, aktif di grup, posting sesuatu di fans page (jika ada), upload poto, bikin catatan, atau bermain game. Sungguh! fasilitas-fasilitas tersebut sangat memanjakan jamaah fesbukiyah! 😀

Apapun, jika penggunaannya tak bijak, maka manfaatnya akan berubah menjadi madhorot. Fesbuk bisa secara tidak langsung membuat waktu kita terbuang sia-sia, produktivitas menurun, menyebabkan perselingkuhan, penipuan, dsb.

Separah itu kah bila kecanduan fesbuk? Jika tidak diatasi segera; I y a.

Karena itulah, alangkah baiknya jika kita simak tips agar tidak kecanduan fesbuk berikut. Jom!

1. Motivasi Ber-fesbuk
Kita sudah susah-susah mengunjungi fesbuk, membuat akun dan beraktivitas ala fesbuk. Lalu, apa yang kita cari dari fesbuk?

Sebaiknya tanya diri sendiri, apa motivasi kita membuat akun dan aktif dengan akun tersebut. Apakah hanya iseng? Kurang teman? Interaksi dan komunikasi dengan rekan/saudara jauh? Cari jodoh? Mempromosikan sesuatu? Mengekspresikan diri? Atau?

Apa aktivitas yang membuat kita betah terus untuk online via fesbuk? Jawaban inilah yang akan sedikit membantu kita menjelaskan motivasi ber-fesbuk.

2. Evaluasi Diri
Tak ada salahnya jika kita meluangkan waktu untuk mengukur diri; apakah saya termasuk pecandu fesbuk???
Silakan cek:
– Bangun tidur atau hendak tidur, apakah hal pertama yang kita ingat itu fesbuk? 😀
– Apakah kita gak bisa ‘puasa’ 1 hari tanpa fesbuk? 😀
– Apakah kita menghabiskan sebagian besar waktu untuk beraktivitas dalam fesbuk?
– Ketika beaktivitas di dunia nyata, apakah fesbuk kerap sukses menggoda kita?
– Kita jadi malas bersosialisasi bahkan curhat dengan orang-orang sekitar? dan malah lebih memilih via fesbuk?
Jika waktu bersosialisasi kita sebagian besar terserap fesbuk, hm… patut diwaspadai tuh!

3. Buat jadwal
Jika sudah berkomitmen untuk mengurangi keaktifan di fesbuk, gak ada salahnya kita bikin jadwal online via fesbuk. Minimal kita tetapkan dalam diri jika penggunaan fesbuk itu hanya ketika sendirian dan menganggur. Selama masih ada teman mengobrol atau ada kesibukan di dunia nyata, kesampingkan fesbuk dulu. Bagi yang telah akut, OL-nya sepanjang hari, minimal kurangi durasinya. Memang berat. Namun jika telah memiliki ketetapan hati, insya Allah perlahan akan terbiasa dan tak ketergantungan lagi.

Ketetapan hati itu bisa ditunjang dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat, misalnya dengan mengalihkan kehendak berfesbuk untuk membaca buku, berolah-raga, beres-beres rumah, silaturahim dengan kerabat/sahabat, menonton berita, menulis sesuatu, membuat keterampilan, menggeluti hobi bermanfaat, dsb.

4. Ingat Dunia Nyata
Meski fesbuk menciptakan interaksi-komunikasi, namun tetap mesti diingat lagi kalau kita hidup-berkehidupan di dunia nyata, bukan di dunia maya. Akun-akun yang kita temui itu entah memang benar-benar ada atau hanya akun belaka (secara sekarang banyak banget akun ‘kloningan’ -_-‘) dan informasi mengenai akun-akun itu entah benar atau rekayasa belaka, kita tak tahu. Yang telah jelas dan terpampang itu hanyalah orang-orang dan lingkungan sekitar dunia nyata kita.

Bijak dalam bersosial sangat penting. Tak elok rasanya jika kita jadi malas untuk sekadar tegur-sapa atau berbincang dengan orang yang ada di sisi, lalu memilih melanglang buana ke dunia maya. Tak jarang kita temukan dua sahabat tengah duduk bersama namun saling terdiam dan sibuk berekspresi sambil memijit-mijit ponselnya, orang-orang yang berdesakan dalam angkutan umum namun membisu dan sibuk dengan ‘dunia lain’, atau bahkan sebuah keluarga yang sedang berkumpul di meja makan, namun ternyata tak memiliki topic pembicaraan dan memilih menyibukkan diri dengan dunia maya. Oh, dear!

5. Perubahan
Mirip dengan evaluasi, coba kita pikirkan sejauh fesbuk merubah pribadi-kepribadian kita? Apakah kita yang dulunya rajin berkarya, jadi menurun produktivitasnya? Apakah kita dulunya anak gaul yang supel bersosialisasi, jadi cenderung pendiam dan tertutup? Apakah kita yang dulunya ranking 10 besar, jadi turun prestasinya?

Jika fesbuk membawa perubahan cukup drastis dari hal baik ke hal yang buruk, hati-hati. Siapkan diri untuk melepas sedikit-sedikit jeratannya.

6. Uninstall
Nah jika kita menilai diri terlalu kronis dalam penggunaan fesbuk, tak ada salahnya untuk lebih tegas dan kejam. Misalnya meng-uninstall uninstall aplikasi yang biasa dipakai untuk facebookan, mengganti kartu yang menerapkan tariff besar untuk mengakses internet dan mengganti kartu yang sinyalnya jelek di daerah tempat tinggal kita.

7. Konsisten
Jika setelah menganalisa diri sendiri dan menyimpulkan bahwa kita adalah pecandu fesbuk yang parah, lakukanlah langkah-langkah di atas secara konsisten. Bisa juga kita minta bantuan orang terdekat untuk menjadi ‘alarm’ ketika ketika kembali tergoda untuk menguras banyak waktu dengan fesbuk.

Hm, itu saja tips yang bisa aku sampaikan. Ada tambahan? Boleh saja…
Well, semoga bermanfaat, ya… ^___^ [#RD]

Referensi: mmadjie.blogspot.com dan carakomplit.com

Gambar: Google Image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *