8 Tips Ketika Membantu Mengerjakan PR Anak

8 Tips Ketika Membantu Mengerjakan PR Anak

Tips Menemani Anak ketika Mengerjakan PR

smockeddress.us

Suka jadi relawan PR-nya anak-anak? Anak siapa saja. Anak sendiri, anak kakak, anak tetangga atau siapa, gitu. Heheh…

Apa kita sering jatuh dalam pandangan innocent mereka, lalu karena alasan kasihan dan kiyut, justeru kita yang mengerjakan PR mereka? -_-

Kadang kita jadi salah kaprah, membantu mengerjakan PR anak malah berubah menjadi mengerjakan PR mereka ya, Bro-Sist. Padahal semestinya kita hanya menjadi pembimbing, pemberitahu dan menjelaskan tentang hal-hal yang anak tak paham.

Berikut ini ada beberapa tips agar aktivitas membantu mengerjakan PR anak berjalan efektif:

1. Sediakan Ruangan Khusus

Ruangan khusus sebagai tempat mengerjakan PR mereka sangat penting demi kenyamanan mereka sendiri ya, Bro-Sist. Pertimbangkan tata cahaya, meja belajar, sirkulasi udara serta ruangan yang tidak terlalu sempit. Kalau bisa sih, ruangan ini tidak dipakai untuk kegiatan lain.

2. Terapkan Waktu Belajar yang Tepat

Waktu yang bisa kita gunakan yaitu ketika bisa berkumpul bersama keluarga. Bisa ketika sore hari, selepas anak bermain dan mandi. Atau kalau tidak, bisa juga pada malam yang belum terlalu larut. Lalu sebelum mulai mengerjakan PR, pancing anak untuk bercerita tentang apa saja. Misalnya tentang kejadian lucu di sekolah, hal menarik ketika belajar, teman dan guru yang menyenangkan, dst. Hal itu sangat membantu mendongkrak mood-nya sebelum mengerjakan PR.

3. Hilangkan Segala Hal yang Mengganggu

Hal-hal yang sekiranya mengganggu itu banyak ya, Bro-Sist. Misalnya detak jam, suara musik, tayangan televisi, cuap-cuap radio, dst. Jika anak merasa terusik, kita bisa meminimalisirnya. Sehingga anak pun bisa fokus dan konsentrasi.

4. Menjadi Informatif

Tak ada salahnya jika kita meminta anak untuk menginformasikan segala tugas atau PR mereka. Dengan cara ini, kita akan mudah membantu dan memonitor perkembangan mereka.

5. Jangan Sampai Mengerjakan PR Mereka

Seperti yang sudah disinggung di atas, kita mestinya memposisikan diri sebagai pendamping dan pembimbing, bukan sebagai eksekutornya. Kalau kita malah menjadi relawan PR mereka, dijamin anak akan kecanduan dan makin malas saja.

6. Beri Pujian

Pujian, selain membesarkan hati anak, juga efektif menjadi motivasi dan penyemangat. Jika bisa, kita tak hanya memujinya saat ia sendiri. Alangkah baiknya kita apresiasi anak di depan teman-temannya, di depan saudaranya maupun di depan rekan-rekan kita.

7. Tak Perlu Sungkan Meminta bantuan

Pelajaran anak zaman dulu dengan sekarang memang beda ya, Bro-Sist. Makanya terkadang PR anak itu terlihat sulit. Jika demikian, kita bisa menggunakan jasa orang lain yakni dengan memanggil guru privat. Dengan catatan, anaknya berminat untuk itu.

8. Bikin Suasana Bermain

Kata orang, dunia anak emang dunia bermain ya, Bro-Sist. Kita tak perlu menuntut mereka untuk terlalu serius. Kasian, sebab bermain adalah hak setiap anak. Untuk itu, kia bisa mengkolaborasikan proses mengerjakan PR dengan suasana bermain yang santai dan menyenangkan tentunya. Bimbing anak dengan bahasa yang ringan, sisipkan canda, tak perlu men-judge mereka (maaf) “bodoh” jika tak bisa atau melakukan kesalahan, dst.

Nah, sudah siap menemani anak-anak ngerjain PR mereka? 🙂 [#RD]

*Referensi: beritasatu.com, tabloidnova.com, mjeduation.com
*October 22, 2013
2 Comments
  1. oRiN
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *