8 Tips Mencintai Pelajaran yang Dianggap Menyebalkan

8 Tips Mencintai Pelajaran yang Dianggap Menyebalkan

belajar mencintai pelajaran

“Kalau pelajarannya gampang terus gurunya asyik, pasti jadi pelajaran favorit. Sebaliknya, kalau pelajarannya susah terus gurunya ng-bete-in, pasti jadi pelajaran nyebelin…”

Buat yang lagi / pernah sekolah, sempat terbersit pernyataan seperti di atas gak sih? Hayooo Hayooo Bandung 😀

Hm, repot juga ya kalo mesti menggantungkan rasa cinta pada tingkat kesukaran, kemudahan dan guru mata pelajaran tersebut. Jadi kayak plastik di atas air, alias terombang-ambing. Hehehe

Eits! Jangan ber-tamtir bin tampang khawatir dulu, Sobat. Jom kita simak tips mencintai pelajaran yang dianggap menyebalkan berikut ini! ^_^

1. Luruskan niat
Mempelajari sebuah pelajaran itu demi apa sih? Nilai besar? Pujian dari guru? Rasa bangga orang tua atau pengakuan dari teman-teman?

Kalau niatnya seperti itu, rasanya penguasaan kita pada pelajaran itu pasti hanya berlangsung sementara. Tak jauh misalnya ketika kita belajar Bahasa Inggris demi ulangan esok hari. Setelah ulangan selesai dan dapat nilai, hubungan kita dan Bahasa Inggris pun e-n-d deh! -_-‘

So, mari deh kita perbaiki niat. Semua mata pelajaran itu penting dan berperan dalam kehidupan. Kayaknya gak perlu ng-‘judge’ pelajaran A lebih keren dan penting, sedangkan pelajaran B itu payah dan abal-abal. Walau kita tak mungkin menguasai seluruh pelajaran, setidaknya kita menghormati dan berusaha untuk memahaminya.

2. Berdoa
Sebenarnya berdoa sangat perlu bersanding dengan segala usaha kita. Mau usaha biar segala urusan lancar, segala ujian sukses, segala perlombaan menang, sampai pada usaha mempelajari sesuatu.

Tuhan selalu ada buat hamba-Nya. So, jangan canggung untuk menadahkan tangan dan berdoa supaya Dia mempermudah usaha kita untuk ‘menaklukan’ sebuah pelajaran. Terus, yang terpenting itu berdoa juga supaya kita bisa mencintai dan tak berputus asa. Ingat-ingat, kita gak putus asa aja pelajarannya udah sulit, apalagi kalau kita putus asa? Waaaaa bisa rumittt. :0

3. PDKT dengan pelajarannya
PDKT alias pendekatan itu menjadi bagian super penting bagi seseorang yang ingin mencintai sesuatu, termasuk pelajaran. Soalnya eh soalnya, gimana mau punya rasa kalau kenal saja enggak? -_-‘

Dulu aku juga pernah gak suka sama Fisika dan menganggapnya sebagai pelajaran yang merepotkan. Tetapi, setelah dialog dengan gurunya, subhanallaah sesuatu! Selalu ada cara lebih mudah dan praktis untuk memahaminya. Lagipula, pelajaran itu ternyata sangat berpengaruh dalam segenap kehidupan manusia; soal listrik, kecepatan dan percepatan, panas, massa dan berat, energy, dst.

Nah, coba deh bikin daftar kelebihan-kelebihan sebuah pelajaran. Pahami kenapa pelajaran tersebut mesti kita pelajari, manfaatnya apa, efeknya bagaimana, dst. Terus, perbanyak diskusi dengan orang-orang yang telah lebih dulu jatuh cinta padanya. Cepat atau lambat, pasti ‘keindahan-keindahan’ pelajaran tersebut akan segera terungkap.

4. Persiapan
Gimana rasanya kalau saat belajar Sejarah ternyata buku paketnya tidak terbawa? Tinta pulpennya habis? Atau malah kesiangan? Bukannya antusias, dijamin pasti bête.

Gak ada salahnya kita mempersiapkan segala sesuatunya lebih awal. Kalau segalanya siap, proses belajar pun akan menggairahkan dan lancar.

5. Belajar dan Latihan
Bisa dibilang, semangat itu kayak iman. Pasang-surut. Kadang kita menggebu untuk belajar, tak jarang juga kita malah malas luar biasa. Kalau belajarnya disorot kamera, pasti kita udah dadah-dadah sambil mengibarkan bendera putih. 😀

Tapi, tapi, tapi, pernah gak kita merasa telah paham sebuah materi, namun beberapa hari kemudian kita ‘amnesia’ lagi? Kenapa, ya? Kuncinya; belajar dan latihan. Keduanya perlu konsistensi dan kedisiplinan. Kita gak wajib sih menghabiskan hari dengan menelan pelajaran, tapi seenggaknya kita meluangkan waktu untuk terus belajar dan latihan. Salah-satu tujuannya biar paham (bukan sekadar hapal) dan gak lupa lagi suatu saat nanti.

6. Sabar
Emang sih, melakukan usaha untuk mencintai sebuah pelajaran itu gak semudah mencintai dan kecanduan fesbuk or twitter. Heuheu…

Tetap pertahankan keyakinan bahwa segala sesuatu butuh proses. Tiada sukses tanpa proses. Adapun kesuksesan yang instan-instan itu kemungkinan besar tak akan bertahan lama.

Ingat-ingat juga, Tuhan itu sayang sama orang yang sabar ya, Sob.

7. Ganti kata ‘tidak’ menjadi kata ‘belum’
Dalam segala usaha apapun, rasanya wajar jika kita menghadapi kesulitan. Fase itu adalah fase ujian. Siapa yang lolos pasti lanjut. Sebaliknya, yang berhenti tentu langkahnya akan terpenggal.

Ketika menghadapi kesulitan itu, berdialoglah pada hati dengan mengganti kata ‘tidak’ menjadi ‘belum’. Bandingkan saja kalimat 1,

“Aku TIDAK bisa menguasai materi tentang Tenses Bahasa Inggris.”

dengan

“Aku BELUM bisa menguasai materi tentang Tenses Bahasa Inggris.”

Kalimat pertama terkesan ‘menghakimi’, sedangkan kalimat kedua terkesan menyembulkan harapan dan kesempatan. Sepakat kan, Sobat?

8. Post-think pada Guru Mata Pelajaran
Ohya, salah-satu alasan pelajaran menjadi menyebalkan itu karena faktor gurunya. Biasanya ketika jam pelajaran tersebut berlangsung, kita akan mengacuhkan guru dan apa yang dijelaskannya. Dulu, aku juga sempat membiasakan diri untuk menjejalkan headset ketika masuk jam pelajaran yang gurunya kurang kusuka. Lama-lama aku sadar kalau kelakuanku itu bodoh.

Kita itu ibarat seorang penyeberang yang hendak menuju tujuan namun terhalang sebuah jurang. Lalu datanglah guru sebagai jembatannya. Bukannya mencintai dan berterima kasih pada jembatan itu, perbuatanku malah telah merusaknya. Alhasil, aku seakan terperosok dalam jurang dan terus mengalami kesulitan untuk memahami pelajaran itu. :’(

Mulailah men-set pikiran kita. Yakinkan hati bahwa guru itu menunaikan tugasnya dengan mulia. Selain mentransfer ilmu, mereka pun menyebar kebaikan. Hormati mereka ketika tengah proses belajar-mengajar, tempatkan diri sebagai murid yang butuh ilmunya, dekati mereka dan ajak diskusi. Proses itu akan mengantarkan kita pada ‘sisi menyenangkan lain’ dari sang guru.

Well, demikian tips agar mencintai pelajaran yang dianggap menyebalkan. Semoga bermanfaat, ya. Salam! ^_^

Referensi : us.mjeduaction.co, kompendo.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *