ACC Skripsi Itu… “Kurang” Membahagiakan

ACC Skripsi Itu… “Kurang” Membahagiakan

“Nomor 3 tentang apa?” panggil Dosen Pembimbing 1.

“Analisis, Pak,” jawab temanku, T.

“Ke empat?”

“Analisis deixis, Pak,” giliran Aku yang menjawab.

“Ke lima?”

“Sama. Deixis, Pak,” temanku yang lain, D, menjawab.

“Ya udah maju semua, biar sekalian ngemarahinnya…” -___-‘

Skripsi temanku,T, terlebih dahulu yang diperiksa. Dengan analisa tajam, beliau membabat habis isi skripsinya. Saking serius dan fokusnya, sedikit kesalahan saja bisa beliau ‘endus’. Sampai bab klimaks, bab 4, beliau kurang setuju dengan cara mempresentasikan hasil analisisnya. Tercipta deh suasana yang agak pelik. Puncaknya, beliau tidak menandatangani lembar approval-nya.

Aku ikut gugup dan lemas menyaksikannya. Kuyakin, semuanya pun begitu. Kelas jadi terasa hening. Begitu dingin. Apalagi begitu tiba giliranku. Ibaratnya, aku seperti terdakwa yang tengah menanti vonis hakim. Dag dig dug sekali.

“Waktu bimbingan kemarin… apa aja yang dikoreksinya?”

Aku segera saja menunjukkan lembar-lembar terdahulu sambil menunjukkan point-point yang beliau coret. Dengan raut dan suasana serius, beliau pun menyisir hasil revisiku. Membandingkan dengan koreksi beliau sebelumnya. Setelah itu, beliau membolak-balik skripsi dari lembar judul. Ah, dadaku makin menabuhkan degupnya.

“Oh yang konteks itu, ya?” Beliau ‘ngeh’ bahwa aku ini The Deixis team yang tempo lalu sempat dibuat galau dengan penggantian teori konteks.

“Iya, Pak…”

Berikut beberapa komentar dan masukan beliau:

“Abstrak-nya jadikan satu kalimat saja…”

“Urutan pertama di acknowledgement itu… perhatikan yang berkontribusi secara akademik, sosial-akademik dan sosial-personal…”

“Di data collection… daftar lagunya lengkapi dengan nama album masing-masing…”

“Di selection procedure… kalau reasons-nya cuma dua, baiknya sebutkan saja ‘two’ jangan ‘some’. Terus paragrafkan dengan memakai awalan ‘first’ dan ‘second’ aja…”

“Cutting itu perempuan, jadi kata gantinya ‘her’ dong bukan ‘him’?!” (ya amplop! sotoy n cerobohnya aku!)

“Hey… kata ‘in other word’ itu ganti jadi ‘in other words’!” -__-‘

“Eh… itu udah ‘although’ gak perlu ada ‘but’….”

“hm… ‘the deixis were used’, jangan ‘the deixis used’…”

Selesai.

Beliau lalu membuka-buka halaman awal. Begitu sampai pada lembar approval-ku, beliau pun membubuhkan tanda tangan. Phew! Di satu sisi, ada kelegaan luar biasa tatkala menyaksikan tanda tangan beliau di atas judul skripsi, nama dan NIM-ku sendiri. Di sisi lain, senyumku seakan tak sempurna mekarnya manakala melihat teman sendiri belum di-acc. Tiba urutan ke-5, D. Karena dia masih The Deixis Team dan ‘jalan’ perjuangannya mirip denganku, mudah saja Pak I meng-acc skripsi milik D.

Begitu usai, kami bertiga balik kanan. Berani-tidak berani aku menatap rekan-rekan. Beberapa ada yang menepuk bahuku dan mengucapkan ‘selamat’. Beberapa ada pula yang membesarkan hati T. Ya, aku pun pernah mesti menerima keterangan ‘belum lulus’ sebuah mata kuliah tertentu tatkala yang lainnya lulus, aku pernah mesti menelan kekecewaan karena teori yang kupakai ditolak dan mesti diganti tatkala yang lainnya baik-baik saja, aku juga pernah mesti menerima nilai kurang baik tatkala yang lain bernilai sempurna, dst. Aku cukup paham bagaimana sulitnya mendiami posisi muram ketika yang lain menebar senyuman.

Tak lama terduduk… Pak I memutuskan rehat. Kami pun turun ke arah mesjid untuk sholat dzuhur, bergabung dengan rekan-rekan lain yang dosen pembimbingnya berbeda. Dengar-dengar, mahasiswa/i bimbingan dosen lain pun banyak yang belum di-acc. Berita itu cukup membesarkan hati rekan-rekan yang bernasib serupa.

Sebenarnya seleraku untuk membicarakan acc skripsi jadi agak enak-gak enak. Selama tak ada yang bertanya, rasanya enggan untuk membahasnya lagi. Terlebih, di depan rekan-rekan yang skripsinya belum di-acc. Maka, ajakan pulang dari T sesaat setelah sholat pun tak aku tolak.

Kami memutuskan meninggalkan kampus, menuju ke sebuah kedai bakso. Sombong sedikit, kutraktir dia. Hehe… Suasananya agak ‘mendamaikan’. Tak ada lagi orang yang membicarakan skripsi, acc, revisi, dosen pembimbing, dst.

Bagaimanapun kebahagiaan untuk diri sendiri terasa tawar jika ia datang berdampingan dengan kesedihan untuk seorang teman. [#RD]

Gambar: Google Image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *