Ada Apa Dengan Al Aqsho? Kenapa Jadi Sasaran?

Ada Apa Dengan Al Aqsho? Kenapa Jadi Sasaran?

kenapa mereka ingin menghancurkan Al Aqsha

Judul postingan ini pasti banyak didengungkan orang. Kenapa sih ‘mereka’ ngebet banget menghancurkan Al Aqsho? Dan, kenapa pula kita mesti menghalaunya?

Sebagaimana yang kita tahu, Mesjid Al Aqsho adalah mesjid kedua di muka bumi ini. Ia dibangun oleh Nabi Adam AS setelah beliau membangun Baitul Haram. Sejak itu, mesjid tersebut sudah mengalami perbaikan dan pembangunan berkali-kali. Dan ingat, negeri di mana mesjid itu berdiri – Palestina – adalah bumi para Nabi yang sudah tentu memeliharanya sebagai tempat ibadah.

Dan hal yang amat yaitu, Mesjid Al Aqsho adalah kiblat pertama umat Islam sebelum kiblat tersebut dipindahkan ke ka’bah. So, bisa dipahami, betapa vitalnya mesjid ini!

Pada waktu masih di Mekkah, Nabi Muhammad Saw sholat menghadap ke arah Al Aqsha, yaitu ke utara. Namun pada saat yang sama, sebenarnya beliau juga ingin menghadap ka’bah. Maka beliau memilih lokasi sholat di selatan ka’bah, sehingga beliaupun bisa menghadap ke ka’bah dan Al Aqsha sekaligus.

Nah ketika beliau hijrah ke Madinah, hal di atas tidak bisa dilakukan lagi. Maka beliau pun sholat dengan menghadap ke arah utara (hanya ke arah Al Aqsha). Dan, hal ini berarti beliau sholat membelakangi ka’bah. Posisi ini sempat membuat Nabi tidak nyaman. Maka beliaupun memohon pada Allah Swt agar diizinkan pindah kiblat. Sementara Allah Swt mengabulkan doa Nabi:

“Kami melihat mukamu menengadah ke langit; maka Kami akan mengarahkan engkau ke kiblat yang engkau sukai; arahkanlah wajahmu ke masjidil haram, dan di manapun kamu berada arahkanlah wajahmu ke sana.” (Q.S. Al Baqarah: 144).

al aqsha dan as sakhrah

Lalu, Kenapa “Mereka” Harus Menghancurkan Al Aqsha?

Kaum zionis Yahudi terus mengincar Al Aqsha. Untuk menjelaskannya, mau tak mau kita harus membedah tempurung kepala mereka yang kerap dituangkan secara gamblang dalam berbagai dokumen dan deklarasi zionisme.

Theodore Herzl, Bapak Zionisme Yahudi, pada tahun 1896, menyuarakan aspirasi zionis, yaitu kehendak kaum zionis diaspora (yang terserak-serak di Eropa dan Balkan) untuk memiliki negeri sendiri. Tahun 1897 di Kongres Zionis Dunia yang pertama, dikeluarkan seruan agar “Orang Yahudi diberi suatu negeri yang kehidupan publiknya aman dan kekuatan hukumnya terjamin di tanah Palestina”.

Dukungan resmi dan pertama kaii terhadap aspirasi zionis ini datang dari seorang politikus Inggris yang terpengaruh gagasan zionis. Pada 02 November 1917 keluarlah Deklarasi Belfour, yang secara terbuka menyatakan bahwa Pemerintah Inggris mendukung “Perincian suatu tempat tinggal nasional (a national home) bagi bangsa Yahudi di tanah Palestina, dan akan berusaha sebaiknya untuk memudahkan tercapainya tujuan ini.”

Selanjutnya, dengan berdirinya negara Israel dengan dukungan dari berbagai pihak (khususnya Zionis Kristen), maka dirancanglah berbagai perangsang ekonomi, perpajakan dan teks kitab suci agar orang-orang Yahudi Diaspora tersedot ke Palestina. Dan cerita selanjutnya sudah kita tahu; pengusiran, teror dan pembunuhan terhadap warga Palestina.

Eh, tapi kenapa harus menghancurkan Al Aqsha? Lagi-lagi, kita harus lihat isi kepala mereka. Doktrin mereka.

Al Aqsha dan Doktrin Zionis

mesjid al aqshaBerdirinya negara Israel pada 1948, oleh kalangan Zionis Kristen dipandang sebagai berita terbesar abad ke-20 sekaligus sebagai pemenuhan terhadap apa yang telah tertulis dalam kitab suci mereka. Maka, kaum Zionis Kristen ini makin mantap saja mendukung Zionis Yahudi. Dan, dukungan ini tertuang dalam doktrin yang semua isinya mendukung aktivitas pro-Israel.

 Diantara doktrin mereka itu; Israel adalah umat pilihan Tuhan dan kaum Kristen harus berperan menghibur dan mendukungnya. Lalu, ada doktrin yang menyebutkan bahwa batas-batas tanah Israel menurut kitab suci mereka justeru lebih luas ketimbang yang sedang diperdebatkan saat ini. Karenanya, Zionis Kristen selalu mendukung upaya militer untuk memperluas wilayah Israel.

Dan yang berkaitan langsung dengan penghancuran Al Aqsha adalah doktrin bahwa Bait Allah atauThe Solomon Temple atau lebih akrab kita sebut sebagai Haikal Sulaiman (rumah suci Yahudi) harus dibangun kembali di kawasan yang sekarang menjadi tempat berdirinya bangunan suci umat Islam, yaitu Mesjid Al Shakhrah (Dome of Rock) dan Mesjid Al Aqsha. Zionis generasi sekarang berpandangan bahwa menghancurkan bangunan-bangunan kafir ini (di mata mereka, kita kafir lho! -_-) adalah tugas mereka. Dan mereka yakin, hanya dengan cara demikianlah, Haikal Sulaiman dan bendera Israel akan tegak.

Wallaahu a’lam. [#RD]

*02 Agustus 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *