Al Aqsho yang Dikepung itu, yang Mana?

Al Aqsho yang Dikepung itu, yang Mana?

Bukan Al Aqsa

Ini Dome of Rock atau Mesjid Ash Shakrah, Bukan Mesjidil Aqsho

Kota tua Yerussalem (Al Quds) memang penuh konflik. Di sanalah, lautan darah telah tumpah dan jutaan nyawa melayang. Sudah dua kali kota tersebut dihancurkan. Pertama oleh Raja Nebuchadnezzar dari Babilonia (587 SM) dan kedua, oleh Kaisar Titus dari Romawi (70 M).

Di kota itu berdiri sebuah bangunan berkubah hijau dan berdinding kusam. Walau demikian, bangunan tersebut levelnya amat sangat vital bagi umat Islam. Kita harus menjaganya dari kepungan Zionis. Ya, bangunan itu kita sebut sebagai Al Aqsho.

Mesjid Al Aqsho itu yang Mana?

Bangunan mesjid berkubah keemasan terpampang di kartu pos, kalender Islami, koran-koran, brosur-brosur wisata, halaman internet bahkan mungkin jadi screen saver di PC, lepi atau neti kita masing-masing. Di bawah gambar berkubah keemasan itu tertera keterangan; Mesjid Al Aqsho.

Entah karena tak tahu atau bangga melihat keelokan bangunannya, kita langsung berdecak kagum dan membangga-banggakan bangunan itu. Eits! Batalkan semua itu!

Bukan Al Aqsa 2

Bangunan yang tengah kita bicarakan memanglah berupa mesjid, namun mesjid tersebut bukanlah Al Aqsho yang sebenarnya. Mesjid tersebut bernama As Shakrah (batu) atau dalam Bahasa Inggris disebut Dome of the Rock. Mesjid ini dibangun oleh Abdul Malik Bin Marwan. Beliau adalah salah satu khalifah Bani Umayah. Beliau membangun mesjid tersebut dengan tujuan untuk menjaga batu yang pernah dipijak Rasulullah Saw ketika Beliau mi’raj ke langit bersama Malaikat Jibril. Dan batu itu sendiri tetap berada di lingkaran Mesjid Al Aqhso. Tapi, di mana Mesjid Al Aqsho itu? Lihat gambar berikut:

al-aqsho-yang-asli-atau-sebenarnya

Mesjid Al Aqhso berada di seberang mesjid As Shakrah. Al Aqsho berkubah hijau dengan warna dinding yang kusam. Mungkin karena penampilannya yang dianggap kurang elok dan eksotis itu, sehingga tak banyak dipajang di kartu pos. Alhasil, banyak yang menyebut Mesjid As Shakrah itu sebagai Al Aqsho. Dan nahasnya, semakin banyak yang keliru, semakin mulus juga agenda Zionis untuk menghancurkan Al Aqsho sebenarnya. Nau’dzubillaah. [#RD]

*16 Juli 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *