Apa yang Bikin Kegiatan Mengajar jadi Semangat?

Apa yang Bikin Kegiatan Mengajar jadi Semangat?

semangat mengajar

Kalau kita bukan anggota dewan, bukan pejabat pemerintah tingkat daerah maupun pusat, bukan pegawai dinas-dinas pemerintahan, dst… terus kita teriak-teriak “katakan TIDAK pada korupsi”, maka kita belum cukup keren. Kenapa? Tentu karena kita memang tak punya “lahan” untuk korupsi. Hehehe

Beda lagi, jika kata “korupsi” diperluas. Tak hanya tertuju pada uang, namun juga pada waktu. Dan kalau dipikir-pikir… kalau kita kehilangan uang seratus ribu, kita bisa saja mencarinya bahkan mendapatkan yang lebih besar dari seratus ribu. Tapi kalau kita kehilangan satu detik waktu, hmm… ke mana nyarinya, ya? Heuheu.

Jumat-Sabtu, 25-26

Kedua kalinya aku mesti menunaikan kewajiban mengajar di sebuah lembaga kursus S. Jumat, 25 Oktober 2013, aku cukup semangat untuk pergi tepat waktu. Beda sekali kondisinya ketika aku KKN dan PPL, kini dalam pikiranku yang lagi “lurus”… aku “dibayar” untuk sekian waktu. Jadinya, ada ketakutan tersendiri kalau mesti korupsi.

Setibanya di ruang mengajar, aku mesti menelan kekecewaan. Sebab, materi A yang telah aku persiapkan nyatanya telah diajarkan oleh rekan lain. Ketika aku berkonsultasi ke ruang sebelah, rupanya rekanku yang lain tengah mengajarkan materi B yang berbeda dengan apa yang kurencanakan. Dia sih tidak menyuruhku untuk menyamakan materi, “gimana kamu aja” katanya. Hanya saja aku takut anak-anak didikku ketinggalan. Akhirnya, mendadak aku mesti menyiapkan diri dan materi tersebut.

Mood-ku melorot. Dongkol. Amat sangat tak bersemangat. Resiko jadi anak baru, kupikir. Apa-apa kadang serba mengejutkan. Ingin sekali aku menyalahkan pihak yang mengatur materi dan jadwal. Namun mau tak mau… aku pun ikut mengajar materi B, seadanya. Seada-adanya pengetahuan, materi ajar, bahan evaluasi dan tentu hasrat mengajar. Hadeuh…

Kuyakin rasa tak semangat itu menjalar dengan mulus pada anak-anak, sebagai korbannya. Apalagi sebagai siswa/i SMA, mereka hanya membawa sisa-sisa semangat dan konsentrasi ke tempat kursus. Benar saja, kalau sudah begini, aku selalu ingin cepat pulang. Heuheu.

Keesokan harinya, Sabtu, terjadi perbedaan. Sekitar dzuhur, aku pulang ke rumah lalu tertidur. Kupasang alarm agar bisa mengendalikan waktu tidurku. Namun belum juga alarm berbunyi, aku telah bangun kembali. Badanku gontai sekali, teramat malas dan mengantuk ketika hendak bersiap diri untuk pergi ke tempat kursus.

Otomatis, aku telat berangkat. Entah ke mana kesadaranku akan bahayanya korupsi waktu. Aku memang sedang malas untuk datang tepat. Sampai ketika di perjalanan, Pak Y mengirim sms pada kedua nomor ponselku. Katanya, “Anak-anak udah menunggu, Neng.”

Sesampainya di tempat kursus, Pak Y bilang lagi. Cukup mengejutkan,

“Udah se-jam loh?!”

“Lho?!” Aku asli celingukan, “Sabtu kemarin, aku datang setengah satu… malah tempat kursus ini belum buka?!”

“Kalau anak-anaknya yang telat, itu resiko mereka.”

Tadinya aku hendak menimpali lagi, namun kupikir “ya sudahlah”. Aku memilih untuk segera mengajar anak-anak saja.

Beda dengan kemarin, dari rumah aku telah menyiapkan materi B. Benar saja ketika aku menanyakan apakah mereka telah belajar materi A, semuanya menjawab sudah. Namun ketika kutanyakan materi B, mereka bilang belum. Akhirnya aku pun cukup nyaman dan percaya diri mengajar materi B tersebut.

cara mengajar, guru mengajar, indonesia mengajar, metode mengajar, me

Semangatku sedikit terlecut. Ide-ide pun tersembul ketika mengajar. Entah itu ketika menerangkan materi, memberi contoh, bercanda, dst. Terlebih lagi respon anak-anak yang antusias. Terlihat dari rasa “kepo” akan materi, keseriusan mereka ketika mengerjakan latihan, keceriaan saat saling lempar candaan, dst.  Sehingga walau kami baru bersama selama dua kali pertemuan, namun rasanya telah cukup dekat dan tak lagi canggung.

Memang… banyak sekali yang bisa memantik atau bahkan mematikan semangat ketika mengajar atau melakukan hal apapun. Namun faktor utamanya tak jauh-jauh, kok! Yaitu DIRI KITA SENDIRI ya, Bro-Sist?! Sepakat, ‘kan? Hehehe. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *