Cerita Lucu dan Inspiratif: Guruku Menertawakanku…

Cerita Lucu dan Inspiratif: Guruku Menertawakanku…

cerita lucu dan inspiratif_jadi badut

Suasana di sebuah kelas Sekolah Dasar (SD) riuh-rendah begitu sang guru menanyakan cita-cita muridnya. Setelah cukup memberikan waktu untuk murid-murid berpikir, guru pun mulai menanyakan cita-cita mereka masing-masing.

Guru: Kamu mau jadi apa, Tin?

Justin: Penyanyi, Bu! Biar kayak Syahrini.
Guru: Bagus. Sekalian saja melebihi penyanyi terkenal itu. Nanti jangan lupa sama Ibu, ya. Kalau diundang toksow-toksow, ajakin Ibu! Hihihi. Kalo kamu apa, Pen? (gurunya sulit bilang ‘v’, jadi milih ‘p’)

Steven : Dokter dong, Bu! Biar rumah aku rame terus sama pasien!

Guru : Wuih, hebat. Nanti uangnya pasti banyak! Hmm… kamu sih apa, Bet?

Elizabeth : Mm… Mau jadi ibu guru kayak ibu deh. Hehehe. Aku ‘kan pans ibu. (sama-sama enggak bisa ngomong ‘f’)

Guru : Gitu, ya? (muka memerah). Cita-cita yang luhur tuh, Bet! Hehehe. Hm… (lihat-lihat ke sekitar) Nah kalo kamu apa, Med?

Ismed : Jadi… badut, Bu? (nada malu-malu)

Guru : Apa? (ngedip-ngedip) Hahaha…

(murid-murid yang lain ikut tertawa)

Guru : Masak jadi badut sih, Ismed? Gak ada cita-cita yang lain, apa? Yang lebih tinggi, gitu?

(Kelas tertawa lagi, bahkan sang guru sudah berlinang air mata ketika Ismed celingukan menatap seisi kelas)

Setelah tawanya reda…

Ismed: Emangnya ibu bisa kayak badut ya, Bu?

Guru: Maksudnya?

Ismed: Badut itu bisa menghibur semua orang, Bu. Yang tadinya sedih atau bête bisa ketawa dan ceria karena badut.

Guru: Tapi… (mulai merasa bersalah)

Ismed: Gak semua orang bisa berperan kayak badut lho, Bu!

Guru: Err~~~

Ismed: Nah… jadi badut itu hebat kan, teman-teman?

Kelas pun hening…

Justin, Steven, Elizabeth, sang guru dan seisi kelas mulai berpikir keras.

~~~

Intinya, kadang orang yang lebih tua lebih banyak menuntut daripada memberi semangat. Sehingga mempersempit makna “keberhasilan or kesuksesan”. Tanpa sadar, mereka lebih sering jadi sumber bad mood daripada jadi mood booster-nya. Bahkan, kurang mendengar dan menghargai pendapat ‘gokil’ seorang anak. Heheh… [#RD]

*July 11, 2013
Cerita dimodifikasi dari internet.
Gambar: Google Image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *