Cerita Lucu & Inspiratif; Yang Hilang, Yang Kugenggam

Cerita Lucu & Inspiratif; Yang Hilang, Yang Kugenggam

cerita lucu inspiratif yang hilang yang kugenggamKisah ini dicomot dari sumber internet ya, Bro-Sist. Namun seperti biasa, daku “modifikasi” lagi sesuai kebutuhan. Hehehe. Jom kita simak!

Suatu hari, Inoy (nama samaran) tengah jalan-jalan sambil bersiul. Wajahnya ceria sepulang dari pasar, menenteng hasil belanjaan.

Ada sayuran, kue-kuean, bumbu dapur, kebutuhan mandi, batu-bata, sampai batu akik juga. Eh bercanda, ding!

Ketika tengah asyik melangkah, ia melihat seorang bocah laki-laki tengah menangis. Suaranya kencang, terdengar menyayat dan menyedihkan.

Inoy       : Hey, Dek Faridz (masih nama samaran). Ketawanya gitu amat?

Faridz    : (menoleh nyesek) nangis, Po! Nangis, nih!

Inoy       : Hehehe becanda, Dek. Emang kenapa sih? (mulai kasian)

Faridz    : Gini, Po. Uang seribu yang Bapak berikan huwa… hiks… hiks… hilang, Po!

Inoy       : Oo (ngangguk-ngangguk), nih Po Inoy ganti (merogoh dompet, souvenir dari toko emas).

Faridz    : Beneran buat saya, Po? (melompat kegirangan) Duh, cantik bingit sih Po Inoy!?

Inoy       : Ke mana aja lu, Dek?! (mesem-mesem)

Faridz    : (berhenti tertawa) Huwaaa… Huwaaa…. (nangis lagi, lebih dramatis)

Inoy       : Etdah! Kenapa lu, Dek! Udah diem, eh mewek lagi?!

Faridz    : (terisak) Gini, Po. Kalau aja uang pemberian Bapak gak hilang, pasti uangku jadi dua ribu!

Inoy       : Errr… (menggeram)

***

Hehehe… ilustrasi sikap Faridz di atas boleh jadi mewakili sikap sehari-hari kita ya, Bro-Sist. Kita kerap fokus pada “APA YANG HILANG” ketimbang dengan “APA YANG KITA GENGGAM”.

Tak ayal, kita bakal larut lama-lama dalam kesedihan atas sesuatu yang diambil dari kita, lalu lupa mensyukuri sesuatu yang diberi pada kita. Ketika sakit… terkadang kita amat hapal berapa lamanya, bagaimana menderitanya, apa saja kerugiannya, dst. Beda soal ketika sehat. Kita bahkan lupa total berapa lama badan bugar, bagaimana ni’matnya sehat wal afiat, apa manfaatnya, dst.

Mudah-mudahan kita pandai bersyukur ya, Bro-Sist. Aamiin… [#RD]

*31 Oktober 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *