Cinta Ya Cinta, Nafsu Ya Nafsu

Cinta Ya Cinta, Nafsu Ya Nafsu

Oleh : Bpk. Arif Subiyanto

cinta ya cinta nafsu ya nafsu

Jatuh cinta yang merendahkan diri sendiri.

Eh, nanti dulu. Namanya juga lagi kepincut, orang mana peduli soal turunnya martabat atawa harga diri. Jangankan cuma turun gengsi, terkadang masuk ke bui, harta benda ludes, rumahtangga hancur atau mati pun dijalani demi orang yang menggoda hati. Enamored people wouldn’t mind being a fool for the one they’re mad bout! Bahkan secara psikologis orang kasmaran memang merendahkan diri mereka. Melepas gengsinya, merobohkan tembok keangkuhannya, merangkak-rangkak memohon merayu mengiba. Menempatkan diri pada titik serendah-rendahnya.

Falling in love, jatuh cinta. So what’s wrong kalau orang yang lagi kasmaran itu merangkak-rangkak seperti hewan melata? Tak ada yg salah, sejauh dirimu yakin cintamu itu bakal lestari adanya. Kalau cintamu itu hanya tipuan ilusi gejolak hormon atau sekadar gejokak hati yg kesepian? Hilang cintamu tinggallah sesalan. Menyesal karena investasi yang berlebihan. Kelewat membuang harga diri demi lenguh semalam. Seperti apa sih merendah yg berlebihan?

Menelan mentah-mentah dan menjiplak semua gaya, tema dan kesukaannya. Memakai warna baju yang dia suka. Bicara dan menulis dengan logat dan idiom yang bikin dia bahagia. Mengubah gaya hidup, pola makan dan apa saja yg mendekati gayanya. Mengkhianati keluarga bahkan pindah aliran, tarekat, mazhab atau bahkan pindah agama demi membuat berkenan hatinya.

Sungguh eman dan disayangkan, kau ubah dirimu jadi bunglon, copycat atau Talking Tom demi cintanya, tanpa sadar kau kehilangan pesona asli, unik dan langka yang hanya engkau memilikinya. Di matanya kau berubah jadi beo, budak istana, dayang-dayang klangenan tanpa identitas atau kekhasan. Untuk jangka pendek siasat ini mujarab. Tapi setelah kau dapat apa yang kau inginkan lambat laun kalian berdua pasti jenuh, muak dan bosan. Pada titik itulah kau menyesali diri dan kerepotan nengurai pagar perdu mawar berduri yang kau semaikan sendiri. Suka ya suka. Cinta ya cinta. Nafsu ya nafsu. Tapi hargailah diri dan keunikan dirimu. Nothing in this world is more precious than the inimitable you. [*]

8 Comments
  1. Kening Lebar
    • deeann
  2. arman
    • deeann
  3. Fikri Maulana
    • deeann
  4. akbar maulana
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *