Dunia Itu Cepat Bosan Pada Kita, Kecuali…

Dunia Itu Cepat Bosan Pada Kita, Kecuali…

dunia cepat bosan

imgbuddy.com

Apalah arti uang, popularitas, reputasi, kedudukan, kekuasaan, cinta, keluarga, sahabat dan segala yang ada di dunia. Toh pada akhirnya kita akan meninggal tanpa membawa satu pun dari mereka. Dan, dunia itu cepat bosan. Kita pergi dan akan datang banyak pengganti…

~~~

Ketika mendengarkan lagu-lagu para lady rocker Indonesia, Mel Shandy-Nikeu Ardila-Inka Christie, kadang daku berpikir, “dulu mereka pernah beken dan dipuja-puja di jamannya, sementara sekarang mesti terganti sama wajah-wajah baru, genre musik baru dan suasana bermusik yang tentunya baru juga…”

Atau, ketika daku tetiba mengingat (alm) kakak. Ketika awal-awal beliau meninggal, khususnya fase sehari setelah dimakamkan sampai beberapa bulan lamanya, daku sering menangis tanpa sadar. Tiap kali melihat potretnya, tiap kali kata-katanya terngiang, canda-tawanya terbayang bahkan sampai tak bisa melupakan detik-detik akhir kepergiannya, di mana ia tetiba sering minta dipotoin, lengkap dengan posenya yang narsis dan lucu. Kalau sekarang dilihat, sudah tidak berstatus lucu lagi. Duh. 🙁

Namun setelah sekian lama, semua aura duka dan kerinduan perlahan bisa ditambal dengan hal-hal lain. Kesibukan, orang-orang baru dan perasaan terbiasa tanpanya bisa sedikit mengalihkan perhatian. Kecuali kalau hal-hal tentangnya kembali diubek-ubek. Perasaan kehilangan itu masih akan selalu ada. Bagaimanapun, beliau ini orangnya memang berkesan. Banyolannya, nasihat langsung-tidak langsungnya, sifat dermawannya dan sesimpel keberadaannya.

Dan, daku kadang bertanya, “apa kalau daku sudah tiada, orang-orang akan kehilangan? apa mereka akan bersedih? Atau, semuanya akan mudah lupa  padaku? apa yang sudah aku perbuat untuk mereka kenang?  Hhh…”

Well… jangankan daku – orang biasa – yang terkenal saja datang, pergi, tergantikan dan terlupakan. Mereka memperkenalkan diri ke publik, berkarya, populer, punya banyak fans, bla… bla… bla… sampai kemudian tersiar kabar kematiannya, beritanya di mana-mana, lalu semakin hari semakin redup, datang idola lain dan sshhh… kabar tentangnya kembali bening. Hanya dibahas sesekali.

Apa dunia memang cepat bosan, ya? yang terkenal sampai terasingkan silih-berganti, orang kaya  sampai miskin silih-berganti, orang jatuh cinta sampai sakit hati silih-berganti, termasuk orang yang lahir dan meninggal pun silih-berganti. Kita tinggal menanti. Suatu hari nanti akan tiba giliran kita.

Anyway, enggak ada sesuatu yang kekal sih. Tapi bukan berarti enggak bisa diusahakan. Walau dunia lambat-laun akan bosan pada kita, setidaknya usaha-usaha berikut akan mengurangi rasa bosan itu. Atau setidaknya, nama kita akan nyempil di ingatan orang-orang yang ditinggalkan. Apa saja?

  • Potret

Mimih sering menceritakan sosok Abah yang sudah tiada, yang tak sempat kutemui. Hampir semua kisah masa-lalunya daku hafal, sebab kerap datang berulang-ulang. Daku jadi paham kalau Abah itu sosok lelaki setia (sebab memutuskan untuk enggak menikah lagi pasca kematian nenek, dengan alasan pengin dipersatukan di akhirat), sosok lelaki yang hatinya mudah tersentuh (sebab pernah berurai airmata kalau senapan anginnya mengenai induk seekor burung, sampai sarangnya jatuh lalu  anak-anak burung itu bercicit ketakutan melihat induk mereka tergeletak), sosok lelaki yang memiliki manajemen keuangan bagus (sebab memiliki aset ini-itu), dst.

Daku pengin banget ketemu atau minimal melihat wajahnya. Sayang, rasa kecewa mesti ditenggak bulat-bulat sebab kala itu poto memang sesuatu yang sulit. Namun syukurlah, kakakku ternyata menyimpan satu-satunya poto beliau. Walau hitam-putih dan sedikit blur, daku masih bisa menatap sosok lelaki hebat itu. Nah siapa tahu ketika kita tiada, ada yang pengin tahu, gitu. Jadi minimal kita mesti punya potret diri. Ah, rasanya enggak perlu diminta juga sudah banyak tuh poto-poto kita. Hehe…

2 Comments
  1. Bahrul.com
  2. deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *