Hitung – Hitungan Waktu Sakit dan Sehat

Hitung – Hitungan Waktu Sakit dan Sehat

(Bonus; Tips Ketika Sakit)

hitung-hitungan

“Kalau lagi sakit sih suka inget, kita ini udah sakit sekian hari/minggu/bulan/tahun. Tapi kalau lagi sehat, mana pernah kita inget. Kita ini udah sehat sekian hari/minggu/bulan/tahun..”

Kira-kira itulah potongan kalimat ibu, yang beliau tuturkan pada salah-seorang tetangga saat datang menjenguk. Memang, semasa kita sakit… salah-satu hal umum yang sering ditanyakan adalah “Udah berapa lama sakitnya?” dan kita pun bisa menjawabnya – sekian hari/minggu/bulan/tahun. Nah ketika sehat, mana pernah kita bertanya (khususnya pada diri sendiri), “Udah berapa lama sehatnya?”. Saking tak terhitungnya, pasti kita akan lupa entahlah kita sudah sehat berapa lama. Bahkan entahlah kita sudah mensyukurinya atau belum. Heuheu

Memang, ya. Kita lebih ingat betapa menderitanya saat sakit. Makan-minum tak enak, tidur tak nyenyak, apa-apa diatur, mengeluarkan sekian rupiah buat “jajan” ke dokter, dst. Biasanya di saat yang bersamaan pula, kita ingat bahwa selama ini kita telah tak ingat… betapa bahagianya ketika sehat. Makan-minum enak, tidur nyenyak, tak banyak pantangan, uang utuh buat beli kebutuhan dan keinginan, dst. Tak heran, kesehatan menjadi salah-satu nikmat yang maknanya sangat terasa begitu kita kehilangannya.

Ketika sakit, beberapa tips berikut bisa kita usahakan ya, Bro-Sist:

  • Usaha

Sakit merupakan sinyal bahwa ada yang “tidak beres” dalam tubuh ya, Bro-Sist. Entah ada kerusakan organ-organ tertentu, kelebihan/kekurangan zat-zat tertentu, zat asing yang masuk, terlalu lelah, imunitas yang lemah, kekurangan cairan, dst.

Untuk itu, perlu usaha yang kita lakukan sesuai dengan alasan sakitnya tubuh kita. Semua itu demi mengurangi dan mengobati keluhan tersebut. Sebab, yang merasakan sakit tentu kita sendiri ya, Bro-Sist. Jika perlu, kita bisa mengkonsumsi obat atau menghubungi ke dokter yang memang cocok.

  • Doa

Selalu, doa sebagai jembatan kita berkomunikasi pada Allah Swt sangat diperlukan. Jika saran dan obat dokter menjadi jalan penyembuh dari luar, maka doa menjadi jalan penyembuh dari dalam. Bathin terasa lapang, pikiran pun jadi tenang.

  • Tak Perlu Menyalahkan Apapun, Cukup Introspeksi Diri

Kadang-kadang ketika mengeluhkan sakit perut saja, kita kerap menuding makanan anu menjadi penyebab utamanya. Padahal kalau mulut kita sendiri tidak memakannya, tentu semua akan baik-baik saja ya, Bro-Sist. Heuheu

Untuk itu, alangkah baiknya kita memilih untuk introspeksi saja ketimbang menuduh sana-sini. Termasuk menuduh aktivitas padat, makanan pedas, jajanan, jam tidur, dst. Barangkali Allah Swt hendak menegur kita yang kurang perhatian terhadap badan, pola makan, masa rehat, asupan gizi, dst. Sepakat ya, Bro-Sist.

  • Berpikir Positif

Pikiran positif, percaya atau tidak, mampu memantikkan gairah dan pandangan positif atas segala yang terjadi dalam hidup. Bisa saja sesuatu yang kita pandang negatif, malah ternyata memiliki berkah tersendiri. Termasuk sakit ya, Bro-Sist.

Sakit bisa meluruhkan dosa, menaikkan level seorang hamba di mata Rabb-nya, sekaligus menjadi momen untuk mengistirahatkan tubuh dan memulihkan tubuh agar lebih bugar serta bisa beribadah pada Allah + sesama manusia + alam semesta dengan lebih baik dan baik lagi.

  • Disiplin

Biasanya hidup kita akan lebih “ketat” ketika sakit ya, Bro-Sist. Ada obat dengan dosis dan waktu minum tertentu, ada anjuran untuk mengkonsumsi makanan/minuman tertentu, pantangan-pantangan, kontrol dokter, dst.

Namun semua itu tentu untuk kebaikan kondisi kita ya, Bro-Sist. Untuk itulah kita dianjurkan tetap disiplin, tidak “nakal” dengan curi-curi makanan terlarang atau alpa mengkonsumsi obat. Bahkan jika tubuh membaik, baiknya kita tetap berhati-hati dalam makan-minum dan melakukan kegiatan.

  • Sabar

Sabar memang jadi kata yang “empuk” diucapkan, tapi sangat “alot” untuk dilakukan ya, Bro-Sist. Pantas saja tak ada satu sekolah atau tempat kursus manapun yang mengajarkan bagaimana menjadi sabar. Hehehe 😀

Saking sulitnya menjadi sabar, sampai Allah Swt memberi hiburan yang amat menggiurkan;Sesungguhnya Allah Swt bersama orang-orang sabar. Itulah mengapa, orang sabar itu sejatinya tidaklah sendirian. Mereka memiliki “kekuatan” lain yang tak kasat mata. Dengan kekuatan itu – mereka tak mempan dirayu syetan, tetap berpikir optimis, tegar dan menyandarkan semuanya pada Allah Swt.

Sabar bukan berarti pasrah ya, Bro-Sist. Tetap ada usaha, doa dan tawakal pada-Nya.

  • Syukur

Syukur menjadi pendamping yang klop untuk sabar ya, Bro-Sist. Bagaimanapun, jika kita membuka diri, tentu banyak orang yang lebih malang. Saat kita galau karena sakit, masih banyak orang yang lebih galau sebab harus terdiam dengan waktu lama di Rumah Sakit. Adapula yang hampir berputus asa karena telah berobat ke mana-mana namun tak kunjung menuai hasilnya. Insya Allah jika kita bersyukur, Allah Swt pun akan mengurangi deritanya dan menambah ni’matnya.

Mudah-mudahan kita termasuk orang yang pandai bersyukur dan tak mengingkari ni’mat-ni’matnya ya, Bro-Sist. Aamiin…. [#RD]

*10 Oktober 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *