I Hate Sunday!

I Hate Sunday!

Frustrated Office Worker

“Paling enak itu jadi pengusaha, pedagang, enterpreneur. Tidak kerja di atas perintah orang lain. Gak terikat waktu juga. Kalau pengin ada pendapatan ya pergi usaha, kalau lagi males ya di rumah aja. Sederhana, gak menyalahi siapapun dan gak bakal ada yang menghukum. Soalnya, aturan dibikin sendiri dan ditaati juga oleh diri sendiri…”

Begitulah kira-kira pendapat Alm kakaknya admin ~d~ ketika berbicara soal pekerjaan. Dari opininya, aku menangkap kalau pekerjaan itu mesti kita pertimbangkan sebelum benar-benar melakoninya. Sebab, pekerjaan emang berpengaruh layaknya pasangan hidup. 😀 Intinya, mesti yang sesuai hati.

Kalau seorang pengangguran mengeluh karena belum dapat kerja, itu adalah hal yang amat wajar. Lain lagi ketika orang-orang yang telah bekerja dan telah memiliki hak-kewajiban juga tak luput dari keluhan.

Beberapa hari yang lalu, seorang sahabat mengunjungiku ke kios. Seperti biasa, ada saja bahan obrolan yang kami gelindingkan. Khususnya tentang usaha dan bisnis, sesuatu yang perlahan menarik minatku. Hehehe. Ketertarikanku mendapat respon dari sang sahabat,

“Bagus! semestinya orang-orang emang punya cita-cita jadi pengusaha, bukan PNS,” Ia berseloroh.

“Mungkin karena jadi PNS itu hidupnya terjamin, terus punya “tempat” juga di masyarakat,”sambungku.

“Pengusaha itu berkembang, berinovasi dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Sedangkan PNS itu ya pekerja. Ada atasannya dan gak membuka peluang bekerja untuk orang lain. Terus, banyak godaannya. Mesti kuat iman dan amanah,” kira-kira pesan itu yang langsung mengendap di hati.

Hari itu tak menyesal aku membincangkan soal pekerjaan padanya. Selalu ada yang bisa “kupetik”. Maklum, dia adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan merangkap sebagai re-seller berbagai produk dari sebuah brand ternama dan pembuat kerajinan tangan, yang buah tangannya kerap dititipkan ke sebuah kios. Kaya pengetahuan pula.

Pertemuan kami berlanjut di hari Minggu yang lalu, di tempat yang sama. Ketika itu, tanpa kuduga ia berceletuk,

“Aku benci hari Minggu.”

“Lho, kenapa?”

 “Soalnya Minggu adalah hari yang paling dekat dengan Senin. Uh!”

 “Waktu hari Sabtu, pengin cepet ke Minggu… Pas Minggu tiba, eh malah dibenci. Gimana sih?!”

 “Hehehe…”

 “Karena mesti kerja lagi, ya?”

 “Iya. Balik lagi ke rutinitas. Uh, menyebalkan.”

 “Bukannya asyik? Pagi-pagi berangkat, nikmatin perjalanan, bekerja, sore pulang, dapet gaji, …”

 “Jenuh dan capek, tau! Pengin gitu, diam di rumah…” Ia beralasan, “tapi kadang, kayak hari ini aja, suka kesel juga kalau diam mulu di rumah…”

 “Nah, apalagi yang pengangguran,” akhirnya aku punya bagian pas untuk memotong pembicaraannya, “Orang lain pengin dapet kerja, eh malah ngeluh aja…”

 “Tetep aja capek!”

Entahlah apa yang ada di benak sahabatku yang satu ini. Kemungkinan dia tengah “kehilangan” gairah untuk menikmati perannya di tempat bekerja. Sehingga dengan lantangnya ia mengatakan “Aku benci Minggu” hanya karena hari itu dekat dengan Senin, simbol awal untuk kembali ke rutinitas lagi. Heu…

Yang jelas, menikmati pekerjaan dan melibatkan hati dalam bekerja ternyata memang sangat penting untuk dijaga ya, Bro-Sist. Heu. Nah, suatu hari aku mendengar acara radio “Anita FM” bertajuk “Business Wisdom”-nya Tanadi Santoso. Beliau menjelaskan 4 tipe pekerja sebagai berikut:

  1. Thinker, alias pemikir. Dengan segenap imajinasi dan kemampuannya, dia adalah seorang pencetus ide yang handal.
  2. Builder, alias pembangun. Meski hasilnya kurang memuaskan, ia adalah sosok yang mampu mengambil ide-ide lalu merealisasikannya.
  3. Improver, alias orang yang mengembangkan atau memperbaiki sesuatu menjadi lebih baik, lebih sempurna dan lebih tepat guna.
  4. Producer, alias penghasil. Dia bisa menghasilkan sesuatu, biasanya bisa sampai berlevel massal. Lalu bisa juga buka cabang dan mengelolanya dengan baik, sesuai sistem.

Apapun tipe diri kita, Bro-Sist… Kejujuran dan ketulusan hati mesti jadi tameng inti, ya. [#RD]

Gambar: Google Image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *