Jenis-Jenis Kebohongan

Jenis-Jenis Kebohongan

jenis jenis kebohongan

Gak hanya ayam aja yang memiliki jenis-jenis, jenis ayam kampung sama negeri. Hehehe, kebohongan juga memiliki jenis-jenis tertentu. Bro-Sist penasaran? Sama, saya juga! 😀 Jom! Jom!

Bohong Putih

Bohong jenis ini adalah bagian dari fitrah sosial kita. Tujuan kebohongan jenis ini yaitu agar kita dan orang lain tidak saling menyakiti perasaan atau emosional dengan suatu kebenaran yang pahit. Misalnya ketika seorang teman yang menurut kita jelek, lalu berpoto narsis, meng-upload-nya di sosmed, men-tag dan meminta pendapat kita… tentu kita tidak akan ‘tega’ blak-blakan bilang ‘jelek!’. Paling tidak, kita memujinya. Mengatakan posenya pas, senyumnya manis, gambarnya jernih, latar-belakangnya bagus, dst. Dengan begitu, kita bisa menghindari diri untuk mengiris perasaannya.

Bohong untuk Kebaikan

Kebohongan ini biasa digunakan orang untuk menolong sesama. Misal, kita tahu Si A kerap menyiksa anaknya. Lalu suatu hari sang anak kabur dan kita mengetahui keberadaannya, kemungkinan besar kita akan berbohong dengan bilang ‘gak tahu’ sama Si A tatkala ia menanyakan posisi anaknya. Hal itu kita lakukan sebab tak ingin bocah itu didera siksaan atau hukuman.

Contoh lain, seorang dokter ‘pura-pura’ mengatakan pada pasien kalau kondisinya mulai sehat dan bugar. Padahal, kenyataannya sang pasien sedang dinanti kematian. Kebohongan itu sendiri terpaksa sang dokter lakukan demi memberi sugesti positif dan mendorong gairah hidup pasiennya.

Bohong untuk Merusak Orang Lain

Bohong jenis ini bertujuan untuk meluluhlantakkan reputasi dan karakter orang lain. Dengan begitu, orang yang melakukan kebohongan ini merasa tindakannya ‘syah-syah’ saja, yang penting ia menjungkalkan lawan/pesaingnya.

Contoh riil-nya bisa kita lihat dalam kompetisi antar partai – saling lempar issue/memfitnah lawan (gitu-gitulah, soal politik agak rumit. heu), rekan kerja (menuduh korupsi, menyalahgunakan jabatan, terlibat skandal, dst), teman sekolah, kolega bisnis, dst.

Tipu Muslihat

Kebohongan jenis ini cukup berbahaya juga, sebab si pembohong bertujuan merusak korbannya demi kepentingan diri sendiri. Ada dua cara dalam melakukan kebohongan jenis tipu muslihat, yakni menyembunyikan dan memalsukan. Menyembunyikan, maksudnya tidak memberi informasi seutuhnya. Misalnya teman yang kita benci, Si A, menjalin hubungan dengan teman kita yang lain, Si B. Kita tahu bahwa Si B itu lelaki kurang ajar dan kerap memanfaatkan kehormatan juga harta teman wanitanya. Namun karena ingin melihat Si A hancur, kita malah menyembunyikan informasi itu.

Kalau memalsukan, informasi yang kita berikan seolah-olah benar. Kenyataannya, salah. Pemalsuan ini biasanya terorganisir, sebab pelakunya memang mengincar suatu tujuan. Misal, Si A masuk diterima kerja di Lembaga Kursus X. Kita malah memberi info pada Si A kalau Lembaga Kursus X itu gak bagus, suka melalaikan gaji tutor/admin, tidak profesional, dst – berharap A mengurungkan niatnya untuk lanjut bekerja. Padahal dalam hati, kita sendiri yang hendak melamar untuk mengabdi di lembaga kursus tersebut.

Nah, kita sering pake jenis kebohongan yang mana nih? 😀 [#RD]

*Daku adaptasi dari buku “Why Men Lie?” – Barbara and Allan Pease

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *