“Kamu Udah Mutusin silaturahmi!”

“Kamu Udah Mutusin silaturahmi!”

“Kau telah memutuskan silaturahmi!” Seseorang mengecamku secara langsung, tanpa perantara siapapun.

Meski masih melalui pesan inbox fesbuk, namun ucapan dan tanda serunya itu benar-benar bikin aku terpaku. Sebagaimana manusia biasa, waktu itu emosiku terusik. What the hell!

Oke, aku akui. Tapi semua itu ada alasannya, sdkhfg!@#$@%$fdgfdg@#@$#$@#…

Namun setelah beberapa saat – ketika semuanya kembali jernih – aku menyimpulkan, “He’s right…”

Ingatanku melambung pada keputusanku untuk mengabaikan sapaannya via ponsel, mengesampingkan permintaan pertemanannya via fesbuk dan keinginan untuk ‘lebih baik hidup seolah tak mengenalnya saja’. Pasti, aku melakukannya karena alasan tertentu. Namun, ya sudahlah… jom kita lanjut membahas postingan mengenai silaturahim. Sebelumnya, aku kutip dulu dua firman Allah Swt dan satu hadist Nabi Muhammad Saw:

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah Swt dan ditulikannya telinga mereka dan dibutakannya mata mereka.” (QS Muhammad: 22-23)

“Dan bertakwalah kepada Allah Swt yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu-sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah Swt selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS Annisa:1)

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (HR Bukhori)

silaturahm1

Dari panutan di atas, kita bisa menyimpulkan manfaat silaturahm secara umum, yaitu sebagai berikut:

  • Silaturahm adalah hal yang Allah Swt dan Rasul-Nya anjurkan, sehingga jika kita melakukannya… insya Allah kita akan dicintai dan diridhoi Allah Swt dan Rasulnya. Namun jika tidak? Allah Swt bahkan bisa melaknat, menulikan telinga dan membutakan mata kita. Na’udzubillaahi mindzalik…
  • Membuat orang yang kita kunjungi/hubungi bahagia. Mungkin kita bisa bertukar posisi. Ketika ada seseorang yang lama putus hubungan dengan kita, lalu dia datang atau paling tidak ‘menegur’ kita, duh… kebayang bahagianya.
  • Dengan silaturahm, kita menjauhkan diri dari sifat sombong – merasa tak perlu keberadaan orang lain. Dengan begitu, selain dicintai Allah Swt dan RasulNya, kitapun sisenangi sesama manusia.
  • Silaturahm bisa memanjangkan usia. Pernyataan ini tak keluar dari mulut seorang hamba Allah Swt biasa, melainkan Rasulullah Saw. Memang, secara logika pun silaturahm menjadikan manusia saling menguatkan, membantu, mendukung, berbagi rasa, menghibur, dst.
  • Secara otomatis, silaturahm pun memupuk rasa cinta, persahabatan, kekeluargaan.
  • Masih atas dasar hadist Nabi Muhammad Saw, silaturahm memberi banyak rezeki dan insya Allah keberkahan juga di dalamnya.
  • Silaturahm adalah tabungan pahala bagi kita, juga menjadi pemahat kenangan terindah manakala kita ‘pulang’ ke tangan Sang Pencipta.

Maha Suci Allah Swt, yang telah memberi petunjuk, anjuran dan perintah demi kebaikan umatNya. Daku… minta maaf. [#RD]

*29 Maret 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *