Kapan Nikah? Sudah Deadline Nih!

Kapan Nikah? Sudah Deadline Nih!

kapan nikah

Yang belum punya pasangan syah dan terlihat cukup umur, pasti sebagian besar pernah ditanya; kapan menikah?

Yang bertanya, biasanya yang sudah menikah, toh? Mereka sih sudah Allah Swt kasih karunia terlebih dahulu, makanya percaya diri bertanya begitu. Hehe.

Sebagian besar yang ditanya juga cukup bingung, mau jawab apa. Punya ‘pegangan’ aja belum, atau… baru juga punya ‘incaran’, atau… punya pacar sih, tapi belum ngomongin soal nikah tuh! tiap ditanya jawabannya ‘jalani aja’, atau… entah kenapa masih ragu dengan yang sekarang, atau… sudah lama menjalin hubungan, tapi mereka (pihak ketiga, keluarga, sahabat, dst) seakan belum memberi sinyal hijau. Bahkan… baru juga putus! Ya, jadinya… begitulah.

Maka, ketika dalam kondisi demikian, siapa yang mampu menjawab pertanyaan macam; ‘kapan menikah?’

Alangkah lebih baik, orang yang sudah menikah lihat-lihat dulu sosok yang belum berpasangan syah itu; apa dia tengah dekat dengan seseorang? apakah baru saja menyudahi hubungan spesialnya? atau apakah masih sedang mencari-cari belahan hati?

Kalau yang ditanya itu memang sudah sangat dekat dengan calon pasangannya, maka pertanyaan ‘kapan nikah’ bisa jadi ‘alarm’ untuk segera menjalin hubungan paling suci lagi terhormat, yang dijunjung agama dan negara. Yang laki-laki segera menjadi berani untuk menyatakan kesediaannya menjadi suami dan yang perempuan, hmmm… berdoa supaya calon suaminya datang menghadap orang tua dan dengan gentle ‘meminta’ jadi pendamping hidup.

Beda kalau orang yang ditanya belum menemukan keyakinan hati pada sosok manapun. Sebab, mengejar jodoh itu rasanya berbeda sama mengejar deadline pekerjaan. Urgent, harus secepatnya, harus dalam target waktu tertentu, pokoknya asal terlaksana. Tidak begitu ‘kan, ya?

Yang belum menikah, bisa jadi bukan karena dia tak mau. Melainkan karena ada hal-hal lain yang begitu pribadi, yang bisa ia pahami sendiri. Bisa karena keraguan atas pasangannya dan tengah berusaha istikhoroh, belum mendapat restu orang tua, belum mantap secara ‘bekal’, masih berharap pada ‘yang lain’ dan tengah memerangi diri sendiri atas semua itu, dsb.

Biarlah soal kapan, di mana, kenapa, bagaimana dan dengan siapa menikah… itu urusan Allah Swt. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa, bukan cuma disuruh-suruh dan ditanya-tanya. He he he. Peace! [#RD]

*12 September 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *