Kenapa Kita Mengidolakan Si Dia?

Kenapa Kita Mengidolakan Si Dia?

penggemar rahasia

Apa sih yang bikin kita ngefan/mengidolakan seseorang?

Correct Me If I’m Wrong, ya. Rasanya, kita pasti memiliki alasan kenapa mengidolakan seseorang. Kayaknya aneh aja kalo ada yang tanya, ‘kenapa ngefan sama Si A?’. Lalu kita jawab, ‘gak tau, ngefan aja (sambil ngangkat bahu -_-)’. Hadeuh… Nah, biasanya alasan-alasan inilah yang sering dipakai ketika kita mengidolakan seseorang:

Fisiknya

Anugerah Fisik yang Allah Swt titipkan sama orang itu beda-beda ya, Bro-Sist. Ada yang emang udah dari ‘sananya’ mancung, kulit kinclong, tinggi-tegap, ah pokoknya secara physical mah enak diliat aja. Nah kadang kita punya selera tersendiri, suka sama manusia dengan ‘model fisik gimana’. Jadi ingat temenku semasa MTs, yang ‘doyan’ banget liat cowok bertahi lalat imut di hidung. Dan sekarang pun malah dapet calon suami yang kayak gitu. Hehe

Karyanya

Karya di sini maknanya luas. Bisa karya berupa lagu, gambar, tulisan, dst, asal bukan karya wisata aja -_-. Seseorang yang secara fisik biasa-biasa aja, bisa sangat disukai bahkan punya fans fanatik  karena karyanya yang mantep. Seorang pelawak, misalnya. Meski wajahnya jauh dari kesan ‘jaga image’ ala aktor dan aktris papan atas, namun totalitasnya bisa menggaet perhatian dan kekaguman tersendiri  dari para pemirsa.

Penampilannya

Beda dengan keadaan fisik di atas (yang memang sudah ‘dititipkan’ dari lahir), tampilan di sini merupakan polesan khas yang sering dipakai. Kadang ada gitu orang yang tak perlu operasi plastik, tapi penampilan atau riasannya bikin mata adem. Mungkin saja dia memiliki trik tersendiri agar menjadikan dirinya lebih menarik. Bisa dengan mempadu-padankan baju, pandai menempatkan aksesoris dengan bijak, riasan yang natural, dst.

Style atau Gayanya

Hal lain yang bikin kita ngefan sama seseorang yaitu gayanya. Gaya orang sangat beragam. Ada gaya bicaranya, gaya berjalannya, gaya senyumnya, gaya tulisannya, dst. Bisa jadi cowok ganteng tapi keganjenan malah luput dari perhatian cewek, sedangkan cowok biasa saja tapi gaya berjalannya cool, gaya bicara dan tulisannya smart dan bijak, gaya kepemimpinannya responsiblemalah bisa merenggut tatap mata orang. Bahkan kadang sampai tak peduli bagaimana rupanya, asal cocok dengan style-nya, kita bisa kagum.

Kharisma

Alasan yang satu ini tidak bisa ditiru atau dibuat-buat dengan mudah. Ya, kharisma adalah sesuatu yang timbul dari dalam. Namun biasanya ya, orang berkharisma adalah orang yang dihormati karena pembawaannya yang kalem, humble dan anggun. Walau jelas-jelas posisi dan prestasinya ‘tinggi’, tapi ia bisa ‘merunduk’ dan berbaur.

ngefans ke seseorang

Agama dan Moralnya

Moral menjadi salah-satu yang tak bisa kita evaluasi dengan angka. Moral Si A 80, Si B 76, Si C 92, dst. Namun seseorang yang agamanya baik bisa menebar kebaikan dan kenyamanan tersendiri pada sekitar (tak cuma pada manusia lho, makhluk Allah lainnya juga 🙂 ). Dia baik, jujur, ramah, amanah, pokoknya paham norma susila, norma kesopanan dan tentu norma agama. Bagus kalau kita mengidolakan sosok seperti ini. Iya, ‘kan?

Pengabdiannya

Adakah di sekitar rumah kita, sosok yang mengajar mengaji tanpa dipungut bayaran? Sosok yang rajin bersih-bersih lingkungan sekitar atau rumah ibadah tanpa mengharap sedekah? Sosok yang penghasilannya kecil namun ternyata menjadi tempat bernaung anak yatim? Wah, sosok-sosok serupa tentu banyak. Merekalah sosok pengabdi, yang begitu tulus ikhlas. Yang mereka tahu hanya bagaimana mempersembahkan segala yang terbaik untuk diri sendiri, orang sekitar, lingkungan, agama, bangsa dan tentu Tuhannya. Siapa yang punya idola karena alasan ini? 🙂

Prestasi dan Trek Rekornya

Prestasi dan trek rekor menjadi salah-satu faktor kenapa seseorang bisa begitu dielu-elukan. Kita bisa berkaca pada tokoh-tokoh dunia, yang bahkan tinggal nama, namun ternyata masih memiliki penggemar. Ada yang pernah berprestasi ketika memimpin, berprestasi di dunia pendidikan, di dunia militer, di dunia seni, dst. Apapun prestasinya, yang jelas memiliki efek dan inspirasi bagi orang lain. Demikianlah… prestasi dan trek rekor positif bisa mengharumkan nama seseorang.

“Beda”-nya atau Keunikannya

Ada pula yang ngefan sama orang yang ‘unik’, khususnya secara karakter dan style-nya. Ada loh orang yang ngefan dengan alasan idolanya itu ‘nakal tapi berprestasi’ (misalnya sosok Mario Balotelli tuh), atau punya idung pendek tapi pandai bikin ketawa (misalnya Sule), atau pada band keluarga yang cerdas tapi masih mempertahankan instrumen tradisional (misalnya The Corrs), dsb.

Well, apapun motif kita mengidolakan seseorang, yang terpenting sosok tersebut memberi pengaruh baik. Jangan sembarangan ngefan sama seseorang. Hehe. Kalau sang idola malah membawa efek buruk, tanya hati; pantas gak sih dia diidolakan oleh kita? [#RD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *