Kenapa “Menganut” Aliran Jilboobs?

Kenapa “Menganut” Aliran Jilboobs?

little girl and her hijab

Dan katakanlah pada wanita beriman, “hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumurnya/khimarnya (Indonesia: hijab) ke dadanya…” (Q.S Annur: 31).

Allah Maha Baik. Dia sudah mewanti-wanti pada kita – kaum hawa – untuk berjilbab sesuai syar’i. Hal ini bukan berarti Dia ‘mengkerangkeng’ kita, agar kita kepanasan, agar kita cepat gerah, agar kita dianggap tidak gaul, dst. Sebaliknya, Dia justeru ingin melindungi kita dari fitnah akibat pakaian. Kita dipandang dengan terlalu berharga.

Dan sekarang, muncul istilah jilboobs. Istilah ini awalnya ditujukan pada perempuan berjilbab yang bagian dadanya terlihat jelas. Namun belakangan merambah pada style berjilbab yang gak sesuai aturan Islam.

Adapun ciri-ciri utama dari seorang “penganut” jilboobs adalah mereka yang:

  • Berjilbab, tapi tidak tertutup. Maksudnya, ada para jilboobers yang kepalanya terlindungi, namun ada bagian-bagian yang mestinya ikut tertutup malah dibiarkan terbuka begitu saja. Misalnya saja, kepalanya berjilbab namun ternyata atasanya hanya tank top saja. Ini cuma misal saja.
  • Berjilbab, tapi pakaiannya transparan. Ya kerudungnya, pakaiannya dan bawahannya. Tentu saja percuma kalau kita pakai gamis atau jubah, tertutup, namun ternyata tembus pandang. Karenanya, para muslimah sejati (dan aku belum sampai pada level itu) kerap memanfaatkan puring, daleman kerudung dan legging untuk melindungi diri dari pakaian yang tipis dan kemungkinan transparan.
  • Berjilbab, tapi membentuk atau menggambarkan lekuk tubuh dengan jelas. Hal ini bisa timbul dari baju dan celana yang ketat. Kalau di Arab Saudi, pakaian ketat digunakan sebagai ‘daleman’, di kita malah sebaliknya, ‘daleman’ justeru ada di luar.

Duh, semua ciri itu sangat menyindir sekali. Betapa seorang wanita yang ingin tampil syar’i, namun terkecoh dengan trend berpakaian, bisa begitu dilema. Dikira sudah benar, ternyata belum tentu benar dan baik sesuatu agama. Duh, astaghfirullah.

Bisa ditebak ‘kan, kenapa sebagian dari kita menganut “aliran jilboobs”?

anak-anak berhijab, jilboobs is it ok ?

Menurut Dr Rose Mini A.p., M.Psi (Psikolog Bidang Pendidikan dari UI), sejumlah perempuan muslim berusaha keras agar terlihat mampu mengikuti tren, tapi mereka tidak mengerti bahwa apa yang mereka lakukan justeru keliru buat pandangan muslim.

Dari sini, kita bisa tarik kesimpulan kalau para penganut jilboobs atau jilboobers itu memiliki beberapa alasan:

  • Karena Buta Sama-Sekali Soal Pakaian Syar’i
  • Karena Sedang Belajar dan Butuh Proses
  • Karena Tahu Teori, Tapi Tak Mampu Praktik
  • Karena Gamang dan Masih Inkonsisten Memakai Pakaian Sesuai ajaran Islam
  • Karena Memang Benci Islam dan Jilbab, Serta Sengaja Ingin Merusak Citeranya Di Mata Dunia

Mungkin ada alasan lain? Bisa saja. Yang jelas, Sebagian besar jilboobers merasa ‘dilema’ pada suatu keadaan, di mana di satu sisi kita mempertimbangkan pakaian yang syar’i itu seperti apa sih? Dan di sisi lain, gimana sih supaya dipandang sebagai muslimah sejati, tapi juga modern dan trendy?

Kecuali yang terakhir, mereka memang sengaja ingin merusak ajaran Islam. Mereka sengaja memprovokasi, mengadu domba muslimin-muslimin/muslimin-non muslim, memeroleh kepentingan pribadi dari isu ini dan tentu meni’mati jatuhnya jilbab dan Islam itu sendiri.

Apa yang Mesti Kita Lakukan?

Masih berdasarkan referensi dari Bunda Rose Mini, bahwa kita mesti menanamkan dalam diri bahwa jilbab bukan aksesoris dan ‘penyedap’ tampilan semata. Sebab, jika orang yang berjilbab itu menyimpang dari norma agama, maka yang akan tercemar bukan saja nama pribadinya melainkan agamanya (Islam).

Yang muslimah dan yang berjilbab, mudah-mudahan kita bisa lebih baik, khususnya dalam berpakaian. Demi diri kita sendiri dan demi agama-Nya yang suci-damai ini. Aamiin. [#RD]

*11 Agustus 2014

4 Comments
  1. Aini
    • deeann
  2. Hijab
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *