Kenapa Sesekali Kita Perlu Menyendiri? Inilah 5 Alasannya!

Kenapa Sesekali Kita Perlu Menyendiri? Inilah 5 Alasannya!

Sesekali kita perlu sendiri

pixgood.com

Setiap orang perlu menghabiskan waktu sendirian.”

Setuju enggak sama kalimatnya? Apa iya kesendirian itu perlu? Kenapa dan untuk apa?

Oh ya, kalimat di atas bukan kata daku, lho! Melainkan kata seorang Psikoterapi asal Inggris, Philip Hudson. Emang kenapa sih, Mr. Philip?

Ini dia alasannya:

Mengatasi Kegalauan

feeling alone in a relationship, feeling alone lyrics, bible verses about feeling alone, feeling lonely, feeling alone poem feeling alone quotes, depression, songs about feeling alonePerlu diluruskan dulu, ya. Kegalauan itu gak selamanya berasal-muasal dari ce-i-en-te-a alias lope-lopean. 😀 Bisa jadi karena kita lagi kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, lagi ada masalah sama badan, lagi salah-paham sama seseorang, dll. Pada saat-saat galau seperti itu, kadang-kadang kita perlu menyendiri. Menenangkan diri sendiri.

Coba perhatikan teman-teman kita yang sedang galau. Kalau mereka maksa buat jalan bareng dengan kita, kelakuannya sering nyebelin. Entah itu diem sejuta bahasa, ngomel-ngomel gak jelas, nangis horror, jutek, gak konek, dst. Daripada jadi gunjingan orang, tak ada salahnya kita menepi dari pergaulan. Kalau sudah tenang, insya Allah senyum dan langkah akan terasa lapang.

Introspeksi Diri/ Berpikir/ Merenung

Masalah itu gak pernah absen dari helaan napas kita, ya. Ada aja biangnya. Masalah asmara, akademis, keluarga, dsb. Ketika mereka pada datang, kita bisa berintrospeksi diri. Kita evaluasi sikap diri-sendiri dan memikirkan cara untuk mengatasi masalah yang ada.

Memang sih, kita bisa cari solusi dari setiap orang. Namun, gak semuanya baik dan asyik. Bukannya mendapat saran, kadang ada yang mengabaikan bahkan menjadi kompor (baca: manas-manasin keadaan doang). Sekalipun ada yang baik, tetep aja mereka itu ibarat pemberi pilihan ganda. Hanya ngasih sederet saran. Toh, penceklis akhirnya tetap kita juga. Sepakat, ‘kan? Hehehe

Karena Menikmati Privasi

Kata Mark Vernon (filsuf dan penulis dari London):

“Jika Anda tidak menyukai diri sendiri, Anda tidak akan membawa sesuatu yang positif untuk orang lain. Berada dalam kesendirian membuat Anda menikmati diri sendiri. Dengan begitu, Anda lebih terlihat menarik bagi orang lain.”

Dengan menyendiri, kita tidak mudah bermental ‘followers’. Asal-asalan ikut trend, padahal hati gak nyaman. Selain itu, kita juga bisa menjaga privasi dan prinsip diri sendiri. Bukankah gak masalah kalo kita berbeda, namun lebih baik dan positif? Justru lebih menarik dan elegan loh! Heu

Untuk Menahan Diri dari Pemikiran yang Beda

Kebebasan menyampaikan pendapat udah didukung Undang-undang ya, Bro-Sist. Tak ayal, perbedaan pendapat sangat mungkin ada di sekitar kita. Tak jarang, jika kita gak bijak, perbedaan itu bisa jadi biang rusuh. Yang tadinya temenan jadi musuhan, yang tadinya mengaku saudaraan jadi berubah tak kenal.

Nah ketika kita juga memiliki pendapat sendiri, adakalanya menyendiri saja. Kita tenangkan diri, ketimbang berdebat demi mempengaruhi orang supaya sejalan dengan pandangan kita. Asal baik menurut kita dan Tuhan, gak ada salahnya dipertahankan?

Bikin Kreatif

“Kesendirian dapat meningkatkan kreativitas, spiritualitas, dan intelektualitas seseorang.”

Begitulah kata Anthony Storr (psikiater asal Inggris) dalam bukunya “A Return To The Self”. Sebab dengan menyendiri, kita kadang lebih mengenal diri sendiri. Kita gali potensi dan asah hobi. Siapa tahu ada bakat di bidang melukis, potografi, menulis, main film, dst.

“Dengan menyendiri membantu Anda berfikir dan menemukan kesimpulan tentang dunia ini, dan hal ini membuat Anda berpikir dewasa. Menyendiri juga membuat kita keluar dari pola aktivitas sehari-hari, mengerjakan sesuatu yang berbeda sehingga membuat kita hidup lebih seimbang,” teranf Anthiny Storr lagi.

Jadi, selain sibuk bergaul dengan mereka-mereka, ada baiknya luangkan waktu untuk diri sendiri ya, Bro-Sist. Bukan sepanjang hidup, melainkan sesekali saja, kok! Hehe. [#RD]

*Note: January 14, 2014
*Referensi: Endah Kemala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *