Malam Panjang Jelang Sidang Skripsi

Malam Panjang Jelang Sidang Skripsi

(Bonus Tips Membuat Slide untuk Sidang Skripsi)

malam jelang sidang skripsi

Sekitar pukul 14.00 WIB, seorang teman mengirim pesan singkat. Ya, singkat dan bikin megap-megap.

“Kamu kebagian besok, urutan ke-12.”

Aku tak buru-buru membalasnya. Tak lama, sms-sms dengan isi serupa mendatangi inbox-ku. Setelah kurang lebih 5 orang yang memberi kabar demikian, barulah aku benar-benar sadar mesti berbuat apa. Tak ada pilihan terbaik selain mengucapkan terima kasih pada para pemberi kabar dan segera merancang persiapan untuk sidang.

Oh ya, sebenarnya dari hari Kamis aku telah mendapat bocoran kalau jadwal sidangku itu gelombang pertama. Namun aku sama-sekali tak pernah berimajinasi akan melaksanakan sidang pada Sabtu (20 Juli 2013), satu hari setelah keputusan dari fakultas pendidikan turun. Karena daftar urut sidangku 54, aku pun memprediksi akan menunaikan tugas akhir itu pada hari Minggu.

Lagipula, prodi (program studi) Bahasa Inggris memang mengajukan sekitar 60-an peserta sidang, namun jumlah kuota tetaplah fakultas yang memutuskan. Tak disangka, aku yang mendaftar ke-54 bisa masuk gelombang 1, sedangkan teman-teman lain yang urutan daftarnya 13, 16, 21, 47, dan angka lain di atasku mesti menunggu di lain waktu. Kabarnya fakultas menerapkan system random. Tak heran, banyak yang meluapkan kekecewaan.

Begitulah… apa daya, kita hanya menduga toh Allah Swt sendiri yang ‘mengetuk palunya’. Aku hanya berkomentar demikian manakala ada yang bertanya, “No urut daftarnya akhir kok bisa sidang gelombang 1, sih?”

Baiklah. Sore itu, usai membantu masak untuk berbuka, aku segera ‘berselancar’ mencari referensi mengenai bagaimana membuat slide presentasi yang baik untuk sidang skripsi sekaligus mencari hal-hal yang sekiranya akan ditanyakan berkaitan dengan teori yang kupakai. Sayang, jaringannya tengah ‘galau’. Aku hanya mendapat sedikit sumber dari yang kubutuhkan.

Akhirnya, kuputuskan untuk segera membuat slide PPT untuk sidang skripsi. Sedikit tips… namanya juga power point, tentu yang tersedia dalam slide pun hanya point-point, gak perlu terurai. Mengenai point-point apa yang mesti muncul, tentu hal-hal vital dalam skripsi. Meliputi Rationale, Research Question, The Objective of the Research, Research Design, Theoretical Background, Data Collection, Data Analysis, Conclusion, Suggestion dan Bibliography. Sesuai urutan dalam skripsi, namun hanya berupa point.

Pastikan setelah membuat slide skripsi, kita jangan sampai lupa agar file-nya itu aman. Gak bakal nyaman sekali kalau flash disk tempat slidenya tersimpan malah ketinggalan, laptop atau netbook-nya malah low bat, kata-katanya belum diedit dan masih banyak salah pengetikan, dst.

Baiknya, pemilihan warna dan jenis huruf tentu saja yang tidak mengganggu penglihatan. Tidak terlalu terang, mencolok dan ramai. Terlebih sidang skripsi ‘kan sesuatu yang formal, tak perlu rasanya menyisipkan variasi yang berlebihan yang malah akan terkesan membuat presentasinya berantakan. Intinya, PPT hanya membantu kita menjelaskan point apa yang bakal dipaparkan secara sistematis. Kalau kita memahami isinya, insya Allah saat sidang bisa dengan lancar memaparkan point-point tersebut. Menurutku begitu.

sidang Skripsi

Semangat sekali aku saat berbuka puasa. Sambil menyantap makanan dan minuman, pikiranku terus berputar menimbang-nimbang apa lagi yang mesti aku lakukan untuk esok sidang. Sisi ‘kiri’ dalam hatiku terus mendetakkan kegalauan; bagaimana kalau dicecar penguji? bagaimana kalau tiba-tiba ‘blank’? bagaimana kalau PPT-nya tak terbaca? bagaimana kalau gagal? dst. Sementara sisi ‘kanan’ dalam hatiku balas membisikkan; skripsi ini ‘kan buatanmu sendiri dibantu dengan pembimbing, kenapa mesti takut? ‘kan ada Allah Swt, kenapa merasa sendirian? tenang saja, bukankah penguji juga manusia? kalau ada yang salah, paling penguji akan memberi kritik dan saran, gak bakal memutilasi, ‘kan? Heheh

Selesai sholat maghrib dan membereskan piring-gelas bekas berbuka, aku lekas ke mesjid demi menunaikan sholat tarawih. Rasanya tak henti dalam hatiku mengumandangkan sidang esok. Hanya saja, aku tak menampakkan semua itu. Saat bertemu ibu-ibu di tempat terawihan, tentu saja aku tak menunjukkan raut harap-harap cemas. Tetap saja ikut nimbrung bercanda atau mengolok-olok kalau terawih kali ini akan kembali jadi kontes menguap. 😀

“Doain aku, esok mau sidang,” barulah kubisikkan permohonan kecil itu pada teman yang berdiri berdampingan denganku. Kebetulan ia pernah mengenyam bangku kuliah.

Sedikit heran dan kaget dia menoleh padaku, “Sidang? Sidang skripsi?”

“Hooh.”

“Kalau aku jadi kamu, aku gak bakal terawih kali?! Nyiapin buat besok…”

“Hehehe,” memang sempat terbersit niat untuk absen terawih, tapi (maaf mau sombong) sayang saja… sebab ibadah tersebut hanya datang saat ramadhan. Jadi selagi masih ada kesempatan, terasa ‘kurang ajar’ aja kalau melewatkannya. ^^v

Pulang terawih, lagi-lagi aku tercenung. Mau ngapain nih buat persiapan besok? Sombong rasanya kalau bersikap tenang kronis, menyepelekan, gak berbuat apa-apa lantas merasa gak butuh persiapan. Heuheu

Kuperiksa saja persiapan mulai dari pakaian, celana, jas, kaus-kaki, sepatu, paper, buku-buku referensi (siapa tahu penguji menanyakannya) dan flash disk tempat kusimpan slide skripsinya. Tadinya aku hendak menyeduh secangkir kopi lantas begadang membaca paper dari awal sampai akhir dan merasa yakin tak ada suatu hal pun yang rancu atau luput dari pemahaman. Suara hatiku bilang, aku ini sedikit kerepotan kalau kurang tidur, apalagi untuk esok moment sidang skripsi. O, tidak.

Aku pun hanya membuka-buka paper, membaca dan memahaminya dengan durasi dipercepat. Pas mengalami gejala menguap berkali-kali, aku pun memutuskan untuk tidur. Tak bijak rasanya kalau aku memaksakan dan menyiksa diri. Dan, sebelum benar-benar memasuki gerbang impian, aku sempat menyembulkan doa agar proses sidang skripsiku dan kawan bisa lancar dan berkah. Juga, aku sedikit berharap agar tak bermimpi apapun mengenai skripsi, supaya tidurku lelap dan esoknya bugar. Heuheu…

O, begini ya rasanya malam jelang sidang skripsi? Selain bintang, pilihan dan pertimbangan pun bertaburan. Pandai-pandai kita mengamati dan mencomot keputusan yang paling terang… [#RD]

Gambar: Google Image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *