Motivasi Pendidikan Karakter yang Galau dan Bertahan

Motivasi Pendidikan Karakter yang Galau dan Bertahan
Oleh : Bpk. Arif Subiyanto

karakter pendidikan galau dan bertahan

Banyak manusia berpendidikan tinggi yang tetap saja galau, gagu dan bimbang untuk melangkah meski ijazah dan setumpuk sertifikat sudah mereka pegang. Kurang puas dengan kualifikasi di tangan mereka menambah investasi: menempuh pendidikan yang lebih tinggi seraya menambah koleksi sertifikat seminar, talkshow, workshop dan macam-macam pelatihan.

Yang bikin heran, dengan senjata hardware dan software segitu canggihnya mereka masih juga tolah-toleh tidak tahu mau diapakan kepandaian yang mereka punya. Melamar kerja jadi karyawan bulanan jelas ogah. Maunya bikin perusahaan sendiri atau ditarik ke perusahaan kerabat jadi manager atau CEO. Kalau hatinya risau mereka lari ke motivator atau melahap buku-buku kiat sukses, mencari inspirasi.

Jauh berbeda dengan orang-orang minim pendidikan yang hidup bagai kecoa di gorong-gorong saluran pembuangan. Mereka lakukan apa yang bisa, mereka sambar peluang di depan mata, tanpa berpikir terlalu njelimet dan canggih.

Ada yang berhasil dan hokinya melejit bak meteor, ada yang berkali-kali gagal dan jatuh bangun, tapi selalu bertahan. Orang-orang itu tak punya motivasi atau inspirasi kecuali insting untuk bertahan. Rasa lapar dan desakan kebutuhan itulah visi nyata mereka. Bukan gengsi, social mobility, portfolio, dan tetek bengek kosakata orang sekolahan yang berlimpah visi tapi miskin implementasi.

So, mau jadi yang mana ? [*]

*29 November 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *