Pameran Kursus dan Hari Kompetensi Nasional ?

Persiapan Pameran Kursus dan Hari Kompetensi Nasional 2014

HIPKI

hipki-dpd.blogspot.com

Senin, 10 November 2014

“Sekarang, jam 10, ikut kumpul ya di gedung PNFI Disdikpora Kabupaten Kuningan.”

Begitu pesan pemilik LKP, tempat di mana daku mengabdikan diri. Walau enggak tahu mau ngapain, tapi ya sudahlah… daku tetap berangkat. Lucu sih, datang tanpa tahu tujuan. Hehehe. Waktu itu daku cuma mempertimbangkan dua hal; ngisi waktu dan diberi ongkos. -_-

“Oh, yang kumpulan LKP itu, ya?” seorang staf dinas bertanya.

Daku mengangguk dan menyadari baru ada dua orang yang datang. Pertama, ketua DPC HIPKI (Himpunan Persatuan Pendidikan Kursus Seluruh Indonesia) dan seorang laki-laki dewasa namun manis yang belum daku ketahui.

“Mohon tunggu sebentar, ya? Pak Kasi (Kepala Seksi) masih sedang ada urusan,” ucap beliau lagi, lalu mempersilakanku duduk sofa. Aku nurut.

“Dari LKP juga, ya?” laki-laki dewasa itu bertanya.

“Iya. Bapak juga?”

Beliau mengangguk.

“Dian, ya? Dari LKP “SEA”?” Ketua DPC HIPKI yang masih muda itu menyapa.

Kami memang sudah sempat bertemu sekali, dulu ketika ada sosialisasi untuk penilaian kinerja dan akreditasi lembaga kursus. Daku suka nih yang kayak gini; beliau punya jabatan tinggi, tapi tetap bisa mengingat orang biasa kayak daku. Malah, menyapa duluan lagi! So humble!

“Iya, A. Mau ada apa, ya?”

“Pameran,” jawab beliau singkat, lalu memfokuskan diri pada ponselnya yang memanggil, “Nanti tunggu aja dulu di sini, ya?! Yang lain masih pada di jalan,” lanjutnya sambil berlalu, “Helo…”

Lagi, aku ditinggalkan menunggu bersama laki-laki dewasa. Tak lama kemudian, ibu-ibu bergabung. Tadinya aku kira pertemuan ini akan berlangsung di sebuah aula, ada beberapa pembicara, acara serimonial, topik yang membosankan, makan snack dan pulang. Ternyata tidak.

Yang kumpul bisa dihitung dengan jari. Hanya ada daku, A Fajar, Pak Adi, Om Yudis, Bu Iyet, Bu Jujus, Bu Nani dan Pak Kasie. Kamipun mendiami ruangan Pak Kepala Bidang PNFI, melingkari meja. Daku terjebak dalam meeting untuk suatu topik yang clueless.

“Ini, pelajari dulu,” Pak Kepala Seksi Kursus dan Kelembagaan Disdikpora, Pak Didi, menyodorkan bundelan kertas pada masing-masing orang yang hadir; Panduan Pameran Kursus dan Hari Kompetensi Nasional.

Bingung? Pasti.

“Hari Kompetensi Nasional? Bener-bener enggak familiar, ya?” Pak Kasie seperti membaca pikiranku, “Walau dananya susah, tapi kita mesti berpartisipasi lagi, demi Kuningan,” imbuh beliau.

“Nah, sekarang aja kita tentuin panitianya,” tuntun A Fajar, sang Ketua DPC HIPKI Kuningan.

“Dari deville dulu, kita tentuin iring-iringannya mau apa,” sembul Bu Nani, “Jangan kayak tahun kemarin…”

Belum juga kalimatnya selesai, semua yang hadir tergelak. Aku jadi enggak enak, oh rupanya mereka sudah pernah mengikuti. Crap! Aku bener-bener orang baru yang enggak tahu apa-apa.

“Iya, jangan sampai saya ikut maju ke panggung,” Pak Kasie tertawa renyah.

“Nanti dihias lagi, Pak, jadi wayang lagi,” semprot Pak Adi.

“Nah, ketuanya udah ditentuin ya, Om Yudis,” putus A Fajar sambil melirik sosok yang memakai bendo, “Saya sih ada di belakang, kalau sekretarisnya, hmm,” Dia mengedarkan pandangan, “Dian aja.”

“Huh?” Saya gelagapan, “Saya anak baru, A.”

“Dulu Aa juga anak baru, udah setuju aja,” lagaknya seperti diktator. 😛

Aku hanya garuk-garuk kepala. Lalu selagi yang lain membicarakan stand, produk, deville, dan lain sebagainya, aku dan Ketua DPC HIPKI memisahkan diri.

“Biarin mereka ngomongin teknis, kita mulai diskusi soal pekerjaan sekretaris,” ujarnya.

“Jadi?”

“Bikin proposal,” titahnya, “Panduan pameran dan kursus ini bisa membantu,” beliau kembali menunjukkan bundelan kertas yang diserahkan Pak Kasie.

Rasa penasaranku terurai secara perlahan begitu kubuka dan kubaca panduan tersebut. Nah, bagi yang pengin tahu dan memerlukan, berikut deh daku share. Silakan download bila perlu:

sp1_1_cover_panduan

sp1_2_isi_panduan

Mudah-mudahan bermanfaat, ya. ^_^ [#RD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *