Post Card Dari Seorang Penulis

Post Card Dari Seorang Penulis

postcard soerabaia-tempoe-doeloe

Credit Poto: nunuelfasa.com

Pertemanan itu hanya sejengkal jarak antara jempol dan layar handphone-mu. Semoga suatu saat bisa kopdar ya, De.”- nunuelfasa.com

Begitulah pesan yang tertulis dalam sebuah post card cantik, kiriman seorang penulis kece nan rendah hati. Aku memanggilnya Tante Nunu Elfasa.

Pesan beliau memang singkat, namun begitu manis. Tentang sesuatu yang sama-sama menjadi asaku; ingin bertemu para penulis dumay yang jadi guru, sahabat, partner sekaligus motivatorku. Mereka begitu bejibun. Salah-satunya ya Tante Nunu ini. Heu

Aku beruntung bisa lebih kenal dan “dikenali beliau” :D. Ceritanya bermula ketika beliau hendak menjadi sponsor untuk event grup kepenulisan fesbuk, Untuk Sahabat (UNSA). Event tersebut bertajuk lomba menulis cerita soal dunia pramuka. Kebetulan aku menjadi salah seorang crew grup tersebut. Dan, Sang Pendiri UNSA (Uncle Dang Aji Sidik) memberi kepercayaan padaku untuk menjadi PJ-nya.

Otomatis, akulah yang kerap berdiskusi en berkomunikasi dengan Tante Nunu. Perihal kriteria naskah, ketentuan penilaian, penjurian, hadiah, dst. Malah, aku diberi kehormatan menentukan juara tiganya. Dari komunikasi tersebut, tergambar lebih jelas betapa sosok Tante Nunu itu selain gokil, juga baik, pantang menyerah, low profile dan produktif nulis. Ibu yang super!

Usai pengumuman pemenang, interaksi kami otomatis menurun. Kecuali, pada waktu itu dunia penulis maya sempat digegerkan oleh kasus “BFA”. Kasusnya merambat ke mana-mana. Dari hujan hujatan, “pemblokiran” naskah sampai sempat berhembus daku ini bonekanya lah. Syukur lah setelah daku klarifikasi, masih ada yang mengatakan “Aku percaya padamu.” Duhai…

Hubungannya apa? 😀 Tante Nunu sempat mengirim sms, curhat. Beliau takut apa yang dihadapinya terkait sebuah lomba, dikait-kaitkan dengan kasus BFA. Begitu… Heu. Setelah itulah, kontak kami tak begitu intens. Namun, suatu hari di hari yang tak kuduga…

Notif fesbuk memberitakan kalau Tante Nunu menandaiku dalam sebuah status. Isinya:

“Dee Ann Rose, ada hadiah buatmu (memberi link blognya)”

Aku segera meng-klik link tersebut dan kepo terhadap dua hal; hadiah apa dan kenapa aku mendapatkannya? Perasaan aku gak ikut lomba yang berhubungan dengan Tante Nunu deh! -_-Dahiku mengerut begitu membaca “ketidakjelasan” alasan beliau menghadiahiku, yakni karena tak ada yang ingin post card darinya. Dan, katanya lagi aku ini hobi mengoleksi barang pos. Hey, kata siapa?

“Salah-paham, nih,” batinku. Antara senang hendak dikirim post card dari beliau sekaligus gamang, siapa tahu bukan aku orangnya. Alasannya? Karena aku tak pernah bikin pernyataan, kalau aku ini kolektor barang pos.

Dari situlah, aku mengomentari status beliau pleus mengklarifikasi. Tapi dasar Tante Nunu, mungkin lagi bingung, jawabannya tak meyakinkanku. Menggantung, gitu. Alhasil aku belum mengirimkan alamat lengkap. Parahnya, aku jarang membuka fesbuk. :0

“Kalau alamatnya nggak dikirim sampai besok, hadiahnya hangus,” begitu kata Tante Nunu, dalam status yang menandaiku.

Duh, aku pengin bingiiit, Tant. Tapi benarkah hadiah itu untukku? ‘Kan takut ada hak orang lain yang kujegal, gitu. Atut ‘tan atuuut. :s 😀

Akhirnya, karena dipinta lagi, kukirimkan juga alamat lengkapku tepat ketika deadline. Beliau bilang yang intinya, “Barusan sudah dikirim, habis kamu lama. Mungkin nanti kalau aku ke pos (lagi).”

Oke deh. Aku pun tak berharap apa-apa. Tapi aku tahu beliau. Hadiah tersebut pasti dikirim (pededikitjoss :p), hanya saja waktunya entah kapan. Kemungkinan besar lama. Tapi…

Dugaanku meleset. Tak terbilang lama, Pak Pos yang memang sudah tahu “tempat stand by-ku” kala pagi, datang ke kios mengantarkan kiriman. Begitu tahu apa yang “the orange man” kasih, aku tersenyum simpul. Terima kasih, Tante Nunu. Ku-amin-kan doamu. ^_^

Ah ya, sebelumnya daku pengin eksis dulu ah… 😀

Postcard kiriman Tante Nunu Elfasa

~~~

[#RD]

*April 19, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *