Rabilla; Mataku Diambil “Mpop”

Rabilla; Mataku Diambil “Mpop

anak penderita retinoblastoma

“Dede, emang boleh mata Dede diambil sama Mpop??” begitu tanya Bunda Rabilla pada buah hatinya. ‘Mpop’ sendiri merupakan panggilan untuk Profesor/dokter yang menangani bocah itu.

Ketika menanyakan hal itu, sebenarnya hati sang Bunda sudah remuk. Ya, ibu mana yang mudah merelakan indera penglihatan anaknya diangkat?

Gadis mungil berusia empat tahun itu tak buru-buru menjawab. Ia berdehem lalu mengetuk-ngetukkan telunjuk ke dahinya, layaknya orang dewasa yang tengah menimang-nimang suatu putusan.

Tingkahnya terlihat lucu. Namun mengingat pertanyaan ibunya terlalu rumit untuk anak seusianya , maka adegan lucu itu berubah jadi sesuatu yang mengharukan, yang membuat kita tak tega menatapnya lama-lama.

Ada yang masih ingat, siapa itu Rabilla?

Betul, dia adalah bocah empat tahun penderita Retinoblastoma. Sebelumnya daku sempat memposting profil singkat De Billa dan tawaran amal bagi yang ingin membantu proses penyembuhannya. Awalnya, sang bunda berharap buah hatinya diobati di India (sesuai saran dokter). Wajar ‘kan, semua bunda ingin mempersembahkan perawatan paling bagus untuk separuh jiwanya.

Beliau dan suami pun mengundang semua hati untuk membantu doa dan dana. Mereka menyebarkannya via BBM, fesbuk, dan aku serta kawan-kawan yang lain berinisiatif menyebar info via blog. Alhamdulillaah… rupiah demi rupiah mengalir ke rekening sang bunda dan suami. Semua dana itu dipergunakan untuk biaya pengobatan Rabilla.

Mereka pun tak hentinya menggumamkan doa supaya semua donatur mendapat pahala dan keberkahan dari Allah Swt.

Batur jadi dulur…” ucap Bunda Rabilla versi Basa Sunda, yang maknanya: orang asing jadi saudara.

Meski demikian, harapan itu tak terjawab sesuai keinginan. Ya, nominal yang terkumpul terlalu jauh untuk menyentuh angka limaratusjuta (sesuai estimasi dari dokter). Alhasil, sang bunda mau tak mau mesti mengikhlaskan proses pengangkatan mata Rabilla.

“Daripada nunggu dana yang belum jelas, selamatkan dulu nyawa anak Ibu!” kata Dokter, yang tentu menggebuk dinding-dinding hati sang Bunda.

Perkataan dokter itu bukan lagi berbentuk pertanyaan, melainkan anjuran bahkan mungkin titah. Ya, tak ada jalan lain. Rabilla mesti dioperasi, salah-satu matanya diangkat. Maka pada Kamis (14 Agustus 2014), operasi dilakukan pada pukul 14.00 sampai dengan 20.00. Waktu yang ditetapkan itu terbilang mendadak, namun memang ia tak bisa mengulurnya lagi.

“Biaya operasi pengangkatan satu mata sebesar delapanbelasjuta rupiah,” tutur Dokter.

Ketika Sang Bunda akan menyerahkan uang, dokter kembali berkata, “Yang tiga jutanya simpan aja.”

Rabilla penderita Retionoblastoma dan Bunda

Puji syukur kehadirat Allah Swt. Begitulah rezeki Rabilla, tak disangka-sangka. Dan kalau tak berbentuk materi, maka rezeki itu menjelma pada kemudahan proses operasi dan ketegaran.

“Ibu awas jangan nangis! Jangan sampai tangisan ibu ‘nyetrum’ sama anak ibu, nanti proses operasinya bisa terganggu, terus mental anak ibu akan ikut-ikutan lemah kayak ibu,” hardik seorang ibu pada Bunda Rabilla, ketika beliau menunggu buah hatinya dioperasi.

Benar. Antara ibu dan anak itu memang ada kontak bathin yang sangat kuat. Karena itu, sang bunda mesti kuat-tak kuat melengkungkan senyum di depan Rabilla. Ia pun mesti ‘memampangkan’ wajah yang cerah-ceria.

“Dede pengin sembuh, capek mesti bolak-balik rumah sakit,” pinta Rabilla, yang ditirukan sang Bunda.

Alhamdulillah proses operasinya lancar. Bahkan ketika acara Agustusan di blok tempat tinggal daku pun, Rabilla dan sang Bunda hadir untuk menyaksikannya. Meski salah-satu matanya ditutup perban, namun ia tetap antusias menyaksikan berbagai perlombaan.

Mah… biarin sekarang mata Dede gelap. Nanti kalau udah segede Mamah, mata Dede pasti terang.”

“Iya, De. Aamiin. Malahan nanti kamu bakal menerangi dunia!” timpal sang Bunda, juga sebagai doa dan harapannya.

Oh ya, ada satu pesan dari sang Bunda untuk kita semua,

“Mohon doanya saja, supaya Rabilla tumbuh sehat, indera penglihatannya kembali normal serta menjadi puteri jelita yang sholehah, aamiin ya Robbal ‘Alamiin.” [#RD]

*27 Agustus 2014

*Gambar 1: Google Image, Gambar 2: mualafcenter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *