Sebelum Memberikan Pujian dan Hukuman, Pertimbangkan 5 Hal Ini

Sebelum Memberikan Pujian dan Hukuman, Pertimbangkan 5 Hal Ini

hukuman dan pujian

Pujian… di satu sisi bisa meningkatkan motivasi anak, namun di sisi lain akan kehilangan efeknya jika terlalu gombal. Terlebih lagi anak akan kurang siap menerima kritik dan masukan yang membangun. Begitupun hukuman. Bisa menciptakan efek jera, bisa juga membuat anak berontak.

Untuk itu, ada 5 hal dasar yang perlu diperhatikan dalam memberikan pujian atau hukuman:

Waktu Pemberian Pujian/Hukuman

Pujian/hukuman harus diberikan segera setelah perilaku yang diinginkan/tidak diinginkan muncul, sehingga akan jelas bagi anak bahwa pujian/hukuman tersebut diberikan khusus untuk suatu perilaku.

Jenis Pemberian Pujian/Hukuman

Jenis hukuman yang diberikan harus sesuai dengan perilaku dan usia anak. Adakalanya anak cukup dipuji dengan mengacungkan jempol atau berkata “Bagus! Baik! Hebat! Keren!”. Di waktu lain, bisa saja pujian diberikan dalam bentuk barang (sekali lagi, mesti sesuai dengan perbuatan dan usia anaknya).

Sesekali hukum anak dengan acungan telunjuk atau menyebutkan nama lengkap. Hindari hukuman fisik, sebab biasanya anak akan mengingat rasa sakit dari hukuman fisik tersebut ketimbang dengan perilaku buruk yang diperbuatnya.

Intensitas Pemberian Pujian/Hukuman

Terlalu jarang maupun terlalu sering memuji/menghukum anak akan menyebabkan pujian/hukuman tersebut kurang bermakna. Tak jarang, jika anak terlalu dipuji maka di kemudian hari ia bisa “ngelunjak”. Sebaliknya, jika terlalu sering dihukum maka kemungkinan dia bisa balik berontak.

Konsistensi Pemberian Pujian/Hukuman

Jangan sampai terjadi, perlakuan anak dihukum namun suatu saat malah didiamkan. Sikap tidak konsisten itu akan menyebabkan anak bingung, menentukan perilaku mana yang seharusnya dianggap benar/menyimpang oleh lingkungan.

Pemahaman Pemberian Pujian/Hukuman

Dengan mempertimbangkan daya tangkap anak, berikan penjelasan pada anak. Mengapa perilaku tertentu tidak diperbolehkan dan terlarang. Mengapa juga ada perbuatan lain yang justeru memeroleh pujian. Dengan dialog yang baik, pemahaman anak tentang aturan akan berkembang dan perilakunya pun akan terarah.

Kelima hal di atas bukan rumus pasti, bisa bertambah dan berkembang. Namun ada baiknya semua itu dipertimbangkan dalam mendidik anak lewat hukuman/pujian. [#RD]

Referensi: Tulisan Ibu Herlina Dra., Psi., dalam majalah Idealisme (2010)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *