30 Langkah Jadi Seorang Penulis untuk Pemula (Bagian 3/Akhir)

Langkah – Langkah Jadi Seorang Penulis untuk Pemula (Bagian 3/Akhir, Langkah 21-30)

 langkah menulis untk penulis pemulaDua Puluh Satu, Pecah Tulisan jadi Beberapa Paragraf

Pengalaman pribadi, kalau membaca tulisan biasa dengan paragraf yang panjang-panjang, rasanya cepat lelah. Kecuali kalau tulisannya memang keren maut, mungkin mata masih bisa mentolerirnya. Hehehe. Bagaimana dengan tulisan pemula kayak saya? salah satu siasatnya yaitu, dengan membuat paragraf yang pendek-pendek. Dengan begitu, diharapkan pembaca tidak mudah capek dan bosan. #mari_belajar.

Dua Puluh Dua, Jelas dan Padat

Duh, sangat mungkin jika ada orang yang membaca karya saya yang panjang namun ngelantur. Tulisan merayap ke sana ke mari, namun isinya tidak jelas mengerucut ke mana. Pasti ibarat mendengar pidato pejabat yang menjenuhkan, ya? Duh, saya akan terus berusaha untuk lebih merampingkan tulisan. Biar isinya sedikit, asa maknanya padat.

Dua Puluh Tiga, Bahasanya Komunikatif, Jangan Terlalu Ilmiah dan Intelek

Akhir-akhir ini banyak penerbit yang menginginkan gaya bahasa ringan nan komunikatif. Mereka tidak lagi tertarik pada tulisan-tulisan terlalu serius dengan kata-kata ‘dewa’-nya. Heuheu. Memang sih, tulisan itu pada dasarnya tidak bermaksud untuk merepotkan pembaca, melainkan memberi informasi, pesan sekaligus hiburan.

Dua Puluh Empat, Show, don’t Tell

Ini yang kadang sangat susah. Kita kerap terjebak pada agenda menulis yang terlalu “bercerita”, bukan malah “menunjukkan” sesuatu. Perlu skill dan tentu proses belajar yang bertahap.

Dua Puluh Lima, Pesan yang Kuat

Salah satu unsur penting suatu tulisan adalah pesan. Semakin kuat dan ‘ngena’, biasanya tulisan tersebut akan semakin berkesan. Tak jarang ada tulisan yang gaya bahasanya sangat biasa, namun jika pesannya begitu menancap di hati pembaca, karyanya bisa jadi tak mudah dilupakan. Karena itu, penulis pemula baiknya tidak terpaku pada “bagaimana meramu kata-kata jadi super puitis”, melainkan “pesan apa yang hendak dibagi” juga. Sepakat ya, Bro-Sist? Hehe

Dua Puluh Enam, Deksripsi Detail

Banyak penulis senior yang tak hentinya memberi masukan, kalau penulis pemula mesti kaya referensi dan skill mendeksripsikan yang baik. Sehingga ketika kita menulis dengan setting tempat di A, kita bertanggung jawab pula menjelaskannya secara detail. Penjelasan yang mendalam itu amat membantu pembaca untuk memahami cerita sekaligus mengimajinasikannya.

Dua Puluh Tujuh, Jujur

Biar penulis amatir, namun kita juga mesti punya harga diri. Salah satu usaha yang mampu mengokohkan jati diri kita yaitu dengan tidak berbohong, apalagi membohongi. Biar tulisan kita jelek, yang penting orisinal karya sendiri. No plagiat.

Dua Puluh Delapan, Semangat tapi Terkendali

Pernah gak sih, sangat bergairah menulis? Apa-apa pengin kita tuliskan. Baik sih, namun saat semua itu tumplek, bukannya akan membuat karya kita rancu? Begitulah penulis pemula, mesti semangat namun juga pandai mengendalikan semangat itu. Kendalikan ide agar tidak tumpah semua pada satu tulisan. Ibaratanya, masakan yang kebanyakan bumbu. Bukan tambah enak, malah mungkin rasanya berubah aneh. Begitu ‘kan, Bro-Sist?

Dua Puluh Sembilan, Menulis Dari Hati

Apa yang terbit dari hati akan terasa begitu indah, ringan dan nyaman. Khusus penulis pemula, biasanya masih murni, belum ada ‘telunjuk’ yang memerintah dibalik tulisan kita. Belum ada kesepakatan kerja sama dengan penerbit manapun atau terlibat kontrak dengan siapapun. Karena itu, sangat bersyukur, kita masih bebas lepas. Hendak menuliskan apa saja, yang terpenting itu dari hati. Biasanya, tulisan penulis dari hati itu akan “sampai” pula ke hati pembacanya.

Tiga Puluh, Mau Konsisten

Langkah ini menjadi puncak dari semuanya. Apalah arti dari usaha kita untuk menulis, belajar, mempublikasikan karya, dst, kalau kita tidak konsisten? Untuk itu… mari belajar bersama, saling menyemangati dan mendukung untuk tetap konsisten menulis, menulis dan menulis!

Demikian postingan menjadi penulis untuk pemula. Tentu banyak lagi langkah-langkah lainnya, yang bisa Bro-Sist dapatkan dari sumber lainnya. Sebagai penutup, mudah-mudahan kegiatan menulis kita bisa bermanfaat. Aamiin. [#RD]

*Belum tahu dari awal? Silakan baca Bagian 1 dan Bagian 2. ^_^

Referensi ide:
jaringanpenulisindonesia.blogspot.com (Endik Koeswoyo)
penulishebat.com
2 Comments
  1. Gereggi
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *