Siapa Putus Asa? Berikut 9 Tipsnya!

Siapa Putus Asa? Berikut 9 Tipsnya!

tips ketika merasa putus asa

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. 67 : 2).

Hm… jadi jelas ya hidup ini memang bakal terisi ujian demi ujian. Bahkan semasa bayi, kita diuji tantangan untuk bisa berbicara dan berjalan. Selanjutnya masa kanak-kanak, remaja sampai dewasa. Rasanya selalu saja ada yang mesti dihadapi. Tak heran, Allah Maha Tahu jika manusia seperti kita akan terjebak dalam kubang keputus-asaan,

Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (QS. 41 : 49).

Dia memang tak menjamin hidup bakal lurus dan baik-baik saja, melainkan bergelombang penuh gunjangan. Meski demikian, Allah Swt Maha Bertanggung Jawab. Dia tak lupa menjamin keringanan ujian itu. Banyak ayat-ayat Alquran yang bisa menghibur kita. Beberapa diantaranya:

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. 2 : 286).

“…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS. 12 : 87).

Beberapa tips dari berbagai sumber berikut mudah-mudah bisa mengurungkan rasa putus asa:

1. Posthink;Dibalik Masalah Ada Hikmah
Ujian itu, menurut beberapa ulama terdiri dari sesuatu yang sifatnya menyenangkan. Misalnya kekayaan. Lalu, sesuatu yang sifatnya tak menyenangkan. Misalnya kemiskinan. Jadi, pada dasarnya kaya atau miskin… kita tengah diuji. Kadang… banyak sekali orang kaya yang tetap stress karena kesehatannya, karena rasa tamak yang menyebabkannya diperbudak harta, karena keluarganya kurang harmonis, dst.

Hanya saja pasti diantara kita bakal milih diuji jadi orang kaya, daripada jadi orang miskin. Heheh. Menurut ustadz yang ceramah di acara Damai Indonesiaku-nya Tv-One sih, sabarnya orang miskin itu lebih bagus daripada syukurnya orang kaya.

Masalah itu turun bukan karena keisengan Allah Swt. Selalu ada banyak pesan dan hikmah yang diantarkan beberapa masalah. Ingat pula firman-Nya, “karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

2. Gak Sia-sia
Kata guru Biologi sih, dari sekian milyar calon bayi hanya 1 yang bisa lanjut tumbuh dan hidup. Itulah kita. Hanya ada 1 Nabi Muhammad Saw, 1 UJE, 1 SBY, 1 Ariel NOAH, 1 diri kita di dunia. Tentu Dia tak menciptakan manusia dengan sia-sia, melainkan ada tujuan dan maksudnya.

3. Produktif
Putus asa akan gampang datang jika kita diam, pasrah atau bergerak namun tanpa arah. Padahal, kegagalan adalah keniscayaan. Tak ada satupun usaha yang tak gagal bukan berarti tak ada usaha yang bisa berhasil. Kadang kita selalu mengingat dan membesar-besarkan 1 kegagalan dan lupa mensyukuri 1000 keberhasilan lain. Baiknya tetap berusaha. Usaha yang didampingi doa.

4. Kenal dengan Kegagalan
Kata orang “kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”. Ada benarnya, sebab kegagalan bukanlah hasil akhir yang tak bisa kita perbaiki di masa mendatang. Jika kita gagal menggapai cita-cita A, mungkin saja Allah Swt hendak menunjukkan cita-cita lain yang lebih baik bagi kita lewat scenario-Nya. #curcol 😀

Lagipula, yang pernah merasa gagal itu… jangan percaya diri dulu, bukan cuma kita kok. Banyak sekali orang-orang besar yang mesti gagal sebelum mencapai puncak kesuksesannya.

5. Paradigma Sukses
Sukses itu seperti apa? Apakah setelah punya harta melimpah? Setelah jadi orang beken? Setelah berpenampilan necis? Apakah yang GAK pernah gagal (mustahil, ya)? Atau…?

Silakan membuat persepsi sendiri-sendiri. Yang jelas semuanya pasti sepakat kalau seseorang yang keren mampu bangkit setelah jatuh dan tak berputus asa dari rahmat Allah Swt. Maka, kesuksesannya itu didasari kebahagiaan dunia dan akhirat.

6. Tidak Menyalahkan
Pernahkah saat gagal malah sibuk menyalahkan orang tua? guru? teman? bahkan Tuhan?

Boleh jadi, kegagalan itu muncul karena kekhilafan kita sendiri. Baiknya, masalah itu menjadi introspeksi diri. Dengan begitu, kita bisa menyimpulkan apa kesalahan kita dan bagaimana mengatasinya supaya kegagalan itu tak terulang dan semakin besar.

7. Segera Bangkit dan Ambil Sesuatu
Orang gagal pada dasarnya masih punya pilihan ganda: a. jatuh dan terkubur b. jatuh dan tertimpa tangga c. jatuh dan sedikit bangkit d. jatuh, serius bangkit dan semakin melejit. Pilihan dan segala konsekwensinya ada di tangan kita. ^_^

8. Hibur Diri
Ketika putus harapan, kadang kita perlu sesuatu atau seseorang untuk meredakan kecamuk itu. Bisa dengan sharing ke sahabat, rekreasi, melakukan hobi, dst. Namun, jalan terbaik sebetulnya segera kembali menyadarkan diri pada Rahmat Allah Swt. Lebih abadi.

9. Kita dan Allah Gak Pernah ‘e-n-d’
Allah Swt tak semata-mata menimpakan ujian lalu berlalu begitu saja. Jika kita meminta, Dia akan mendampingi melebihi dari yang kita harapkan. Mungkin pernah suatu kali dalam hidup, ada fase yang kita sebut keajaiban yang sebenarnya merupakan wujud kebesaran kuasa Allah Swt. Bahkan dalam firman-Nya, Dia menyatakan bahwa Dia bersama orang-orang yang sabar.

Mudah-mudah kebersamaan yang indah antara kita dan Allah Swt tak pernah berakhir baik di dunia maupun akhirat nanti, ya. Aamiin… [#RD]

*Tulisan ini khusus aku buat untuk sahabatku, Inoy, yang telah me-request pembahasan mengenai putus asa. Selamat ulang tahun, Sahabatku. Mudah-mudahan usiamu berkah. Aammiin…
*July 23, 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *