Stroke dan Masa Muda

Stroke dan Masa Muda

stroke dan masa muda

tpmechanicalblog.com

Stroke adalah penyakit orang tua.

Pernyataan di atas mungkin sempat berjaya. Paradigma masyarakat tentang stroke dan usia lanjut memang mengakar. Namun kini, kepercayaan tersebut pastinya sudah tak berlaku. Stroke sudah tak pilih kasih, apalagi soal usia penderitanya.

Bahkan everydayhealth membuat pernyataan, bahwa risiko stroke bisa menimpa orang yang masih muda, remaja, anak-anak sampai bayi sekalipun. Karena itu, isu penyakit tidak bisa kita pandang sebelah mata. Bagaimanapun, stroke bisa mengancam waktu produktif dan kehidupan seseorang.

Stroke Menyerang Orang Yang Masih Muda? Bagaimana Bisa?

Pada dasarnya, stroke terjadi karena tersumbatnya suplai darah ke otak. Namun bicara soal proses penyumbatan darah sampai seseorang bisa terkena stroke, pastinya cukup kompleks. Kasus stroke pada orang tua bisa terjadi karena darah menggumpal dalam jantung atau pembuluh darah. Untuk kasus stroke anak-anak, gejalanya bisa terjadi karena kelainan jantung, trauma, kekurangan cairan atau dehidrasi, semacam kelainan sel, infeksi, dst.

Sementara itu, penyebab munculnya serangan stroke di usia produktif atau usia muda lebih kompleks lagi. Tak ayal, kasus salah diagnosa pun sering ditemukan dan berujung pada pembahasan dan analisis mendalam. Namun untuk lebih jelasnya, kita bisa mempertimbangkan keterangan ahli.

Dr S. Ausim Azizi, Kepala Fakultas Neurologi sekaligus profesor neurologi di Temple University Medical School di Philadelphia, menyatakan bahwa penyebab stroke di usia muda itu; cardiogenic atau semacam gangguan pada jantung dan penggunaan obat, yang malah bisa berbelok jadi racun bagi pembuluh darah.

Sementara Andrew Russman, ahli neurologi dan spesialis penanganan stroke di Klinik Terapi Stroke The Cleveland, menambahkan bahwa penyebab stroke dini bisa karena; pembuluh darah di area leher yang membentuk gumpalan dan menyumbat aliran ke otak, mengkonsumsi pil yang bisa mengendalikan kehamilan, gaya hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok atau penyalahgunaan alkohol, migrain dan termasuk juga obesitas. Bagaimanapun obesitas ini rentan meningkatkan tekanan darah, meninggikan kadar kolesterol sekaligus mengundang diabetes.

 

Bagaimana Kita Tahu Stroke Sedang Menyerang? Tindakan Apa yang Mesti Dilakukan?

Dr Seemant Chaturvedi, ahli neurologi di Negara Bagian Wayne, mengungkapkan bahwa tidak peduli berapapun usianya, kalau ada gejala yang mencurigakan maka tindakan yang paling tepat adalah membawanya ke Rumah Sakit. Adapun gejala yang dimaksud yaitu:

  • Ketika kita merasa lemas atau mati rasa di area wajah, kaki, jari-jemari dan khususnya sebagian dari badan.
  • Kita merasa kebingungan, tetiba sulit berkata-kata dan sulit mencerna pembicaraan orang lain.
  • Indera penglihatan kita mengalami gangguan ketika melihat dengan satu atau dua mata.
  • Merasa pusing/ pening, hilangnya keseimbangan tubuh dan sampai mengganggu kita dalam berjalan.
  • Tanpa diketahui penyebabnya, kita menderita sakit kepala yang cukup hebat.

Jika diperhatikan, kedatangan stroke dan serangan jantung sama-sama mendadak. Namun sebagian besar tanda kedatangan stroke itu tidak membuat penderitanya sakit. Meski terlihat sepele, namun baiknya kita menghadapinya dengan serius.

Penyembuhan Stroke di Usia Muda

Kabar buruk sekaligus baik bisa menerpa proses penyembuhan stroke di usia muda. Kabar negatifnya, penyakit ini bisa jadi memakan waktu lama. Bagaimanapun, otak mesti kembali melakukan penyesuaian untuk kembali bekerja. Itu artinya, penderita mesti mengorbankan waktu produktifnya.

Sedangkan berita positifnya, sebagaimana yang diungkapkan Russman, kekenyalan otak yang lebih baik pada orang muda menyebabkan proses terapi stroke mereka lebih baik juga. Sebuah artikel yang dimuat dalam jurnal Stroke Research and Treatment pun memberi pernyataan senada. Hasilnya:

  • Lebih dari 90 % penderita stroke usia muda bisa bertahan sekitar 5 tahun, sementara penderita stroke usia tua hanya 40 %.
  • 90 % penderita stroke usia muda mampu hidup secara mandiri, sementara yang usianya sudah lanjut hanya 40%.
  • 50-70 % penderita stroke usia muda mampu kembali bekerja secara normal pasca penyembuhan.
  • Kemungkinan kambuhnya stroke untuk penderita usia muda lebih kecil.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah stroke di usia muda?

Nampaknya kita sudah sama-sama mufakat, kalau pencegahan itu lebih baik dari pengobatan. Lebih lagi, pencegahan biasanya lebih mudah dan murah. Hanya saja kita dituntut untuk konsisten dalam mengendalikan diri. Adapun usaha-usaha yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya stroke secara dini yaitu:

  • Hal dasar yang bisa kita perjuangkan tentunya dengan menghindari penyebab-penyebab timbulnya stroke. Misalnya gaya hidup tidak sehat, penyalahgunaan obat dan alkohol atau dengan menjauhi pemacu obesitas.
  • Hentikan kebiasaan merokok.
  • Melakukan olahraga secara teratur; 20 menit tiap harinya dan lakukan selama 3-4 kali tiap minggunya.
  • Mempertahankan berat badan yang sehat dan proporsional.
  • Makan makanan yang baik dan halal.
  • Perbanyak makan buah, sayur dan padi-padian.
  • Usahakan memakan ikan 2-3 kali tiap minggunya.
  • Mulai melakukan cek rutin terhadap tekanan darah, kolestrol dan kadar gula dalam darah.
  • Jika sudah terlanjur memiliki kadar tekanan darah, kolestrol dan gula darah tinggi, maka baiknya bekerja-sama dengan dokter untuk mengendalikannya.

Bagaimanapun, usaha pencegahan yang dilakukan menjadi wujud tanggung-jawab kita terhadap karunia Tuhan, sekaligus memenuhi hak tubuh dan jiwa untuk tetap sehat sekaligus bermanfaat. [#RD]

Referensi:

everydayhealth.com, thedailybeast.com & John Hopkins Medicine

“Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Terapi Ozon yang disponsori oleh ‘Stanmed Center’ Klinik Kesehatan dan Kecantikan”

Banner-Giveaway-terapi-ozon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *