Susahnya Sabar Dalam Kesabaran!

Susahnya Sabar Dalam Kesabaran!

susahnya sabar dalam kesabaran 2

Allah bersama orang-orang yang sabar.”

Roma tidak dibangun dalam sehari.”

Pohon yang besar dan kokoh, mulanya hanya sebatang pohon kecil yang mudah goyah.

Sejauh-jauhnya jarak, pasti dimulai dengan satu langkah.

Presiden yang gagah, dihormati dan dikagumi itu asal mulanya hanyalah seorang bayi yang lemah tak berdaya.

Pasti ada banyak ungkapan, pepatah atau firman Tuhan yang lain yang menarik. Semuanya seolah menjadi alarm akan makna sebuah proses dan kesabaran di dalamnya. Barang siapa yang sabar dalam kesabaran akan memeroleh buahnya. George Savile pun berkata:

“Seseorang yang ahli dalam kesabaran adalah ahli dalam segala hal”

Memang susah sekali menjadi penyabar di zaman sekarang. Bagaimana tidak, kemajuan teknologi dan informasi cukup berhasil membuat manusia cenderung ingin hidup instan, tak sabaran. Jaringan internet lelet, kita menggerutu. Signal telepon yang kurang bagus, kita mendengus. Perjalanan telat karena seabreg gangguan di jalan, kita mencak-mencak bukan kepalang. Bahkan terjalnya jalan untuk menggapai cita dan cinta pun sering bikin dongkol dan kalau naas, kita bisa grasa-grusu pakai ‘jalan pintas’.

Tak ayal, orang-orang banyak yang menjual kecepatan atas segala sesuatu. Jaringan internet super cepat, makanan super cepat, berita super cepat, kendaraan super cepat, cetak poto super cepat, rasa suka dan cinta super cepat bahkan kesuksesan dan kekayaan yang super cepat pun banyak ditawarkan. *cekacekaceka

Zaman dahulu… orang-orang mesti sabar berdesakan demi melihat hiburan ‘layar tancap’, orang mesti sabar berjalan demi sampai di sebuah tujuan, orang mesti bersabar menunggu cuci cetak poto, orang mesti sabar memasak demi mengganjal perut, orang mesti sabar mencari sumber api demi penerangan, orang mesti sabar belajar demi mendapat ilmu dan gelar, orang mesti sabar dalam penderitaan demi meraih kesuksesan, dst.

Kebiasaan orang-orang terdahulu itu memang mempertebal mental agar lebih sabar. Meski demikian, rasanya kita tak bakal mau kalau mesti mundur lagi ke zaman dulu. Betah rasanya hidup dan menikmati kecanggihan hasil inovasi orang-orang pintar. Segalanya serba praktis, mudah dan memanjakan. Kata orang-orang sih, serba efisien.

Sayangnya, baik zaman dulu atau sekarang, segala sesuatu yang serba cepat itu tak berlaku untuk segala hal. Kesuksesan, misalnya?

susahnya sabar dalam kesabaran 1

Pernahkah orang-orang meremehkan karya atau hasil cipta kita? Pernahkah mereka memandang dengan pandangan sinis dan merendahkan? Pernahkah tawaran kita ditolak mentah-mentah atau secara halus oleh mereka? Pernahkan memeroleh fitnah dan kata-kata yang sangat membekas? Pernahkah mengalami suatu dilemma besar? Pernahkah menghadapi kesulitan, sakit, musibah atau ujian?

Baik zaman dulu atau zaman sekarang, nasihat terbaiknya tetap saja; S A B A R. Bagaimananapun, kehebatan sabar itu telah terbukti pada orang-orang sebelum kita. Simak saja beberapa diantara mereka;

– Nabi Muhammad SAW sempat mengalami kegalauan, penolakan yang sadis, fitnah yang kejam, rencana pembunuhan, pengucilan, dianggap (maaf) gila, dst. Tetapi karena sabar dalam kesabaran, sampai detik ini nama agung beliau tetap menempati deretan orang nomor 1 yang berpengaruh di dunia, namanya diagung-agungkan umat yang bahkan belum pernah menatapnya, sejarahnya dipelajari, perkataannya diabadikan dari waktu ke waktu, kemuliaannya menjadi suri tauladan paling sempurna, dst.

– Sebelum menjadi orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, Bill Gates selama bertahun-tahun menerima pendapatan dari software ciptaannya hanya $2 per hari. Nilai yang lebih rendah dari gaji seorang pegawai rendahan sekalipun di Amerika. Tapi Bill Gates tetap sabar dan yakin dalam menjalankan bisnisnya.

– Demikian juga J.K Rowling, penulis laris buku Harry Potter yang sangat mendunia. Sebelum sebuah penerbit kecil di Inggris, Bloomsbury menerbitkan novel Harry Potter, J.K Rowling menghadapi 12 kali penolakan terhadap manuskripnya. Seandainya J.K Rowling menyerah dan tidak sabar dalam menghadapi 12 penolakan tersebut, kita tidak pernah membaca hasil karyanya menakjubkan itu dan ia pun tidak sesukses seperti sekarang ini.

Dan masih banyak lagi cerita-cerita yang mengangkat betapa dahsyatnya orang-orang yang sabar dalam kesabaran. Hum… mendengar atau sekadar membaca kisah-kisah mereka, apalah kesabaran kita. Kalau saat ini kita menghadapi kesulitan, kekecewaan, rasa sakit dan ujian lainnya, mungkin mereka menjadi pertanda bahwa dosis kesabaran kita mesti ditambah lagi.

Akhirnya, kata Anne Ahira: Perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan adalah pada kesabaran dan ketekunan.

Demikian. Semoga kita bisa sabar. Aamiin… ^_^ [#RD]

*02 Juli 2013

Terinspirasi dari : Newsletter Anne Ahira “Sabar untuk Sukses”
Gambar : Google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *