“Tamu Pertama” Tiba, Kita Harus Bagaimana?

“Tamu Pertama” Tiba, Kita Harus Bagaimana?

ketika haidh pertama kali

Pada para perempuan; sudah haidh? kapan mengalami menstruasi pertama kali? bagaimana perasaannya saat itu?

Walau tanpa survey-surveyan dan riset-risetan, tapi daku yakin, pada waktu itu kita pucat pasi, sempat panik, bertanya-tanya, ragu dan malu ketika mau sharing (walau itu pada ibu atau kakak perempuan sendiri). Gitu, ‘kan? Hehehe.

Umumnya menstruasi perdana atau menarche rata-rata terjadi ketika usia 9-16 tahun. Namun seiring waktu, kini ‘kedatangan tamu’ itu lebih maju, jadi usia sekitar 8-9 tahunan. Tak heran, anak-anak SD sudah akrab dengan beragam pembalut, mau yang tipis atau tebal. Heuheu.

Waktu kedatangannya memang tak bisa diprediksi dengan pasti. Sebab, ‘ia’ datang bila tubuh sudah suap. Namun ketika usia 17 tahun masih belum haidh, baiknya periksa dan konsultasikan ke dokter, demi mengetahui kalau-kalau ada yang ‘tidak beres’ dengan organ reproduksi kita.

Nah, kalau kita berada di posisi sebagai seorang ibu, guru atau orang yang lebih dewasa dari gadis yang baru mengalami menstruasi pertama kali, gimana? Berikut tips yang perlu dilakukan:

Buka Diskusi

Kita bisa ceritakan pengalaman mestruasi pertama pada Si Gadis. Ceritakan pula bagaimana perubahan fisik yang dialami. Namun tentu saja, kita juga harus siap mendengar pengalaman maupun keluhannya. Beri dukungan emosional.

Jaga Privasi SI Gadis

Seorang anak perempuan yang baru pertama kali menstruasi biasanya cenderung merasa malu untuk bercerita atau bertanya. Untuk itu, kita bisa membantunya untuk bersikap biasa saja (karena memang menstruasi adalah hal yang biasa -_-). Gak perlu ‘mengerjai’ dengan menertawakan, mengolok, mempermalukan atau menakut-nakutinya. Gak recommended banget!

Beri Tips Sederhana

Sebagai wujud kepedulian dan perhatian kita, beri tips pada SI Gadis khususnya berkenaan dengan masalah menstruasi. Gak perlu yang rumit dan ilmiah juga, sih. Cukup hal sederhana semisal, ‘celana/roknya kalo bisa berwarna gelap aja, ya’, ‘bekal pembalutnya, buat jaga-jaga’, ‘ganti pembalut kalo udah gak nyaman’, dst. Nasihat ini akan lebih membantu ketimbang dengan memberi ultimatum, ‘kamu udah menstruasi, itu artinya kamu udah jadi perempuan sejati’. Nah lho?!

Ciptakan Suasana Terbuka

Keterbukaan bisa membuat hubungan kita dengan Si Gadis hangat. Biasakan untuk saling sharing,mendengar dan memahami satu sama lain serta kalau memberi nasihat tidak terkesan menggurui. Dengan demikian, Si Gadis tidak akan merasa risih atau canggung untuk berbagi cerita pada kita. Kita pun bisa tahu, paham dan mengontrol tumbuh-kembangnya.

Nah, demikian ulasan mengenai ‘kedatangan tamu’ kali ini. Mudah-mudahan bermanfaat, ya. [#RD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *