Tips Agar Bisa Merelakan Sesuatu dan Berdamai dengan Kehilangan

Tips Agar Bisa Merelakan Sesuatu dan Berdamai dengan Kehilangan

Kehilangan?

Tiap orang pasti pernah mengalaminya. Hanya saja, kadar menerima kehilangan tersebut itu berbeda. Kadang kita memilih tidur lagi sesaat setelah sholat subuh dan cuek menghilangkan momen tersebut. Namun beda rasanya ketika kita sesuatu (yang menurut anggapan kita) berharga. Umumnya orang akan menyebutkan harta, kekuasaan, orang-orang terkasih, dst.

Sesabar dan setegar apapun seseorang, pasti jiwanya terusik ketika merasa kehilangan.

Memang tidak mudah menyandingkan kata ‘rela’ dan ikhlas’ dengan kehilangan yang kita hadapi. Tetapi bukan juga kita mesti larut dan tenggelam dalam kehilangan tersebut, ‘kan? Harus ada saatnya kita sadar dan berdamai dengan keadaan.

Berikut tips agar bisa merelakan sesuatu dan berdamai dengan kehilangan yang dilansir wolipop.com dengan sedikit ‘modifikasi’. Jom kita bahas!

1. For a Better Life
Ketika kehilangan, kita kadang tak mampu berpikir jernih dan menerimanya begitu saja. Namun pada akhirnya kita selalu dihadapkan pada hikmah-hikmah akan kehilangan tersebut. Tak jarang ketika seorang kikir kehilangan hartanya, ia akan segera introspeksi diri dan menyadari bahwa dalam hartanya ada hak orang lain. Tak jarang pula ketika seorang suami menyia-nyiakan istrinya demi hal lain, ia justeru akan segera sadar, menyesali dan memperbaiki diri pada saat sang istri tak ada di sisi, dst.

Sulit. Oleh karenanya jangan terlalu memanjakan perasaan. Selalu yakin bahwa Allah Swt tengah memberi bimbingan untuk kehidupan yang lebih baik. Dia tentu menyelipkan makna di segala peristiwa. Maka serahkanlah bagian dari skenario Tuhan tersebut dan berdoa semoga kita bisa segera melalui dan berdamai dengannya.

2. Tidak Perlu mengungkit-ungkit dan Terlalu Larut
Emosi ketika merasa kehilangan bisa kita redam dengan tak mengungkit-ungkitnya. Misalnya ketika kita kehilangan ponsel, selain bertindak untuk ‘mencari’, alangkah lebih baik kita tidak tidak larut untuk terus membicarakan dan mengeluhkannya. Sebab, dengan berkeluh-kesah saja ponsel tersebut tak akan kembali dan bukan tak mungkin kita malah akan larut dalam kesedihan.

Kadang kita mesti menetralisir emosi dan pikiran, barulah kita siap untuk memaafkan keadaan dan berdamai dengan takdir Tuhan.

3. Jalani Kehidupan
Waktu selalu menyediakan diri untuk kita tangisi pada saat kehilangan. Kesedihan dan rasa kecewa akan merongrong kita. Namun jangan terlalu terbuai dengan duka tersebut, sebab toh kita masih memiliki detik-detik ke depan yang masih penuh harapan. Cukuplah kesedihan itu hanya bersifat sementara, selanjutnya kita masih punya target-target hidup.

Semua target itu lebih memerlukan perhatian kita dibanding dengan kesedihan yang menguras segalanya. So, kembalilah menyibukkan diri dengan kegiatan dan orang-orang sekitar, demi kehidupan lebih baik di depan.

4. Maafkan Diri Sendiri
Sebelum memaafkan orang maupun keadaan lan, berusahalah memaafkan diri sendiri. Perasaan negative yang memenuhi hati ketika kehilangan justeru akan membangkitkan rasa perih dan kekecewaan. Maafkan diri sendiri, terima kenyataan dan undang perasaan positif.

5. Menjadi Teman
Ada saatnya waktu menyembuhkan segala luka akibat kehilangan. Ketika kekecewaan tersebut telah pulih, buka diri dengan dunia dan pergaulan lebih luas. Kembali menjalin relasi dan menyibukkan diri, barangkali tak hanya di dunia nyata namun juga di dunia maya. Jika tak siap berhadapan kembali dengan kesedihan, jangan dulu terpancing dengan kisah masa-lalu.

Tetapi jika ada orang yang mengeluhkan sedih atas kehilangan yang ia alami, kita bisa membuka diri dan menceritakan pengalaman dan perjuangan untuk tegar serta kembali bangkit. Dengan begitu, kita semakin sadar bahwa kepahitan hidup tak kita alami sendiri. Masih terlalu banyak orang di luar sana yang jueteru lebih terpuruk atas kehilangan yang ia alami. Tentu sesuatu yang bijak jika kita saling mendukung dan melengkapi. [#RD]

Demikian. Semoga tips-tips di atas bisa bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya. Salam!

Referensi:
Kiki Oktaviani – wolipop
Sumber Gambar: Googe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *