Tips Menghadapi Suami Gampang Tersinggung

Tips Menghadapi Suami Gampang Tersinggung

Oleh : Bpk. Arif Subiyanto

suami gampang tersinggung

Q: Suami saya orangnya gampang tersinggung. Kalau sudah marah dia pasti pergi, pulang ke rumah orangtuanya dan baru balik kalau saya memintanya pulang….

A: Ini memang sudah jaman edan. Lumrahnya kalau ada pertengkaran, biasanya si istri yang purik kabur pulang ke rumah emaknya, lalu sang suami merayu-rayu mengajaknya pulang. Kali ini yang saya dengar malah kuwalik! Ada raja yang mampet akalnya kabur dari istananya. Sadar mas, sadar. Make the best use of that unsightly lump inside your cranium–the brain. Use your imagination: misalnya pas anda kabur dari rumah tabung elpiji di dapur meletus menghanguskan anak istri anda, atau istri anda yang putus asa dijemput orang dan tak pernah lagi pulang, yang salah siapa?

Saya tidak mencari sensasi, tapi apa yang saya baca dari kotak aduan fbONE sungguh mengenaskan. Biasalah, semua suami (tak terkecuali saya) pasti pernah labil dan payah otaknya, tapi kalau suami sampai kabur dari rumah lalu menangis tersedu-sedu di ketiak emaknya, ini bagaimana? Apa lupa sama sumpah nikahnya, janji setianya akan melindungi perempuan yang dikawininya? Edan yo edan tapi ojo nggomblohi.

Solusi buat yang bertanya: (1) Kali ini jangan meminta dia pulang. Anda punya pekerjaan sendiri, jadi tidak tergantung padanya. Ini bukan semata-mata masalah antara anda dan dia. Mertua anda juga ajaib rupanya. Bagaimana cara mereka mendidik putranya dulu? Kayaknya dia terlalu dimanja.

Mungkin juga keluarga mertua lebih kaya jadi ada kecenderungan seenaknya. Punya anak lanang enggak genah kok dibiarkan saja. Kasihan dong mantu dan cucunya…. (2) Kalau suatu saat dia pulang dan suasana sudah adem, ajak dia bicara baik-baik: “…kalau marah jangan lari dari rumah, sebab aku tidak bisa menghormatimu dengan cara yang seperti itu. Kamu lelaki yang kuandalkan, kenapa lari dari masalahmu, lari dari aku, lari dari anakmu? Mari kita cari penyelesaian masalah dengan cara yang baik, bukan seperti itu.”

Kalau diomongi begitu dia minggat lagi, saya tidak menyalahkan anda kalau siap-siap pindah ke lain hati. [*]

*29 Desember 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *