Tips Mengusir Geli-Sah; Si Geli yang Bikin Resah

Tips Mengusir Geli-Sah; Si Geli yang Bikin Resah

tips mengusir rasa gelisah

Siapa yang pernah gelisah? Sedang gelisah atau akan gelisah? Lho?! -_-

Kalau diingat-ingat, buanyak sekali hal-hal yang memicu kegelisahan ya, Bro-Sist. Seorang fan bola bisa gelisah karena tim kesayangannya berlaga cukup panas di piala dunia, seorang pedagang martabak gelisah karena memiliki saingan penjual pizza, seorang ibu gelisah karena melepas anaknya sekolah ke luar kota, seorang sarjana gelisah karena belum memiliki usaha tetap (nyindir daku banget -_-), dst.

Dari tadi ngubek-ngubek kegelisahan mulu. Lalu, apa solusinya? jom kita bahas!

Cari Penyebab Gelisah

Jangan lama-lama menyimpan rasa gelisah yang enggak jelas. Coba renungkan apa yang bikin hati jadi resah bin gelisah. Pasti ada penyebabnya. Kalau sudah ketemu, lapangkan dada untuk menerima apa adanya. Sedikit banyak kita bisa lebih proporsional dalam bersikap dan kita tidak harus mengorbankan semua aktivitas. Yang pasti orang lain jadi enggak bete dekat-dekat dengan kita.

Jangan sekali-kali menghindar

Kalau penyebabnya sudah ketemu, jangan sekali-kali menghindar. Biasanya orang yang lagi enggak enak perasaan mencoba untuk tidak mengingat-ingat si biang resah, takut tambah resah. Padahal kita harus berani menghadapinya. Bukankah, cara terbaik mengatasi masalah itu adalah dengan menghadapinya? #ting_ting. (nasehat buat diri sendiri, oke juga nih! heheh.)

Pikirkan baik-baik si biang resah tersebut, mungkinkah ada jalan keluar yang tokcer? Misalnya aja kita kepentok deadline bayar hutang, tentunya kita segen sama orang yang memberi utang. Coba jangan dihindari, temui doi lalu bicara baik-baik dan jujur, insya Allah dia mau ngerti.

Atau, misalnya kita resah gara-gara melanggar norma-norma syar’i (sebenarnya harus bersyukur masih bisa resah, kalau melanggar kaidah syar’i trus tenang-tenang aja itu yang bahaya). ‘Kan dalam hadist juga, “Orang yang resah karena perbuatan dosa itu lebih baik, ketimbang orang yang bangga karena perbuatan baiknya.”

Contohnya kita didera kegalauan akut karena sudah khilaf mencuri jambu air orang (jadi inget diri sendiri -_-), maka kita harus bisa mengakuinya sebagai kesalahan yang manusiawi, jujur pada diri sendiri dan berusaha untuk enggak ngulangin lagi. Pokoknya hadapi masalah, jangan hindari. Ok! (tanya diri sendiri).

Banyak-banyak Istighfar

Kalau lagi resah biasanya orang gampang kesinggung. Emosi sulit dikendalikan. Wajah yang tadinya ditekuk, tambah berlipat jika ada yang minta tolong ini-itu, “Enggak tahu apa, orang lagi bad mood”, gitu pasti kata kita yang lagi sebel. Terus sadar dong kalau sikap itu jelek banget. Makanya banyak-banyak istighfar, sehingga kesalahan kita yang makin berentet tidak keterusan, dan Allah Swt berkenan mengampuninya. Insya Allah istighfar juga akan menambah lapang hati kita yang sempit.

Manfaatkan Bala Bantuan

Ketika sedang dilanda gelisah, percayalah… kita tidak sendirian. Masih banyak orang yang senasib atau bahkan yang lebih nahas dari kita. Bukti kecilnya, coba tengok beranda fesbuk. Dijamin status-status galau akan berseliweran. Karena itu, tak ada salahnya kita sharing.

Banyak bala bantuan yang Allah Swt utus. Mereka adalah orang tua, saudara atau tentu sahabat-sahabat kita. Datang saja pada mereka yang terpercaya, pendengar yang baik, bijak dan tentunya tidak sedang sama-sama gelisah alias sedang stabil. Tumpahkan kegelisahan kita, insya Allah mereka akan menyembulkan solusinya. Atau paling tidak, mereka akan siap sedia menjadi ‘bahu’ kita.

Jadikan Allah Swt sebagai Tempat Curhat yang Paling OK

Nah… ini dia yang paling penting. Biasanya orang yang lagi gundah-gulana berusaha mencari orang yang terpercaya untuk tempat curhat. Tapi tidak semua orang yang kita curhatin bisa memberikan jalan keluar yang manjur. Dan yang lebih buruk lagi, mereka belum tentu bisa jaga rahasia kita dengan baik. Makdarit (maka dari itu), tempat curhat yang paling ideal, tahu yang kita mau, dan yang paling bisa menentangkan hati kita cuma satu, yaitu Allah Swt Yang Maha Mendengar setiap Doa dan Maha Mengabulkan, jangan malah jauh dari-Nya.

Buat kamu yang lagi resah, coba praktekkan; tengadahkan tangan sehabis sholat (atau kapan saja) dengan konsentrasi penuh, ungkapkan segenap ganjalan di hati layaknya orang curhat, minta apa saja yang kamu harapkan dan mohon yang terbaik menurut-Nya (bukan yang terbaik menurutmu). Rasakan kehadiran Allah Swt di hadapan kamu. Jika ingin menangis, menangislah sepuasnya. Dan jangan lupa panggil Allah Swt dengan nama-nama terbaik-Nya, setelah selesai… perasaanmu akan jauh lebih lega, himpitan di dada serasa lepas (walaupun solusi masalah belum kelihatan), dan kita akan lebih pasrah dan percaya bahwa Allah Swt akan memberikan jalan keluar yang terbaik. So, jangan jauh-jauh dari Allah Swt, ya!? [#RD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *