Tips Menjawab Interview Calon Mertua

Tips Menjawab Interview Calon Mertua

Oleh: Bpk. Arif Subiyono

tips menjawab interview dari calon mertua atau camer

Di bawah ini adalah cara jitu dari Bpk. Arif Subiyono Tentang Tips Menjawab Interview Calon Mertua atau Tips Menjawab Pertanyaan Calon Mertua aka Camer. 😀

  • Buat perempuan yang ditanya calon ibu mertua perihal alasan kalian memilih anaknya, ingat: don’t tell her what she already knows. Jangan bicara tentang kebaikan-kebaikannya sebab kemungkinan besar dia sudah tahu. Hindari pula bicara tentang kelemahan calon suamimu yang membuat kau merasa punya kontrol atas dirinya, sebab ibunya jelas tak suka itu. Perlu kau sadari calon mertua adalah kandidat terbesar sainganmu dlm memperebutkan perhatian dan cinta suamimu. Ibu mertua jangan dibuat cemburu dan merasa tak lagi punya otoritas atas lelaki yang sama-sama kalian cintai. Berilah jawaban yang mengejutkan dan tidak dia duga: sisi lain dari kepribadian atau sikap hidupnya yang membuatmu tenteram sebagai wanita. Jangan bilang dia romantis mesra, baik hati dan memasrahkan semua urusan padamu. Itu jawaban jelas memicu rasa cemburu. Pujilah lelakimu secara tersamar. Bahwa pria itu mendewasakan dirimu, membuka wawasanmu, bisa mengekang gejolak egomu. Dan ingat pula: you do not have to be 100% honest to her. Just make your future mother in law feel secure. Give her some guarantee that she’s not about to lose her dear son for eternity.
  • Lain halnya kalau yang ditanya calon mertua itu bakal menantu lelaki. Yang jadi prioritas jawaban bukanlah alasanmu memilih anak perawan mereka melainkan rencana hidupmu atau apa saja proposal yang bakal kau ajukan kepada calon mertua. Lelaki yang masih nganggur atau baru kuliah musti bisa menjawab dengan taktis dan strategis perihal rencana hidupnya. At least sampaikan pada calon mertua apa visi misi hidupmu, dan buatlah mereka lega plus bangga bahwa pacarmu tercinta adalah pendamping yang cocok dan memberi semangat untuk merealisasikan rencana itu. One word of caution: never pronounce things you don’t mean to say in order to please or impress them. Overstatement or excessive pleasantries are always translated as a lie. Boso Jawane: ojo nyinyir, ojo lamis obral abang-abang lambe. Jangan sembarang memuji calonmu dengan adjective atau kata sifat yang kau tidak yakin tahu. For example, jangan katakan ‘ooh si Otong itu sangat teliti orangnya’ (padahal enyak & babenya tahu dia ceroboh). Jangan pula ngayal demi menyemir hati calon mertua: ‘eh saya suka Katimah karena suaranya merdu’ sedangkan si bapak tahu kalau anak perawannya itu bindeng.

Semoga bermanfaat 🙂 [*]

*July 25, 2013

2 Comments
  1. duduul
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *