Tips Tampil Pede di Hadapan Umum

Tips Tampil Pede di Hadapan Umum

tips tampil di depan umum

Tampil di hadapan orang banyak, jadi sorotan, jadi pusat perhatian, pokoknya jadi pihak yang ‘dikeroyok’ banyak pasang mata. Gimana sensasinya tuh? Kikuk, nervous, bahkan mungkin panik bisa saja terjadi.

Dalam ajang Debat Capres saja, yang notabene sudah akrab dengan sejuta pasang mata dan kamera, para kandidat masih terlihat grogi bahkan kurang percaya diri. Sependapat atau tidak, para kandidat sempat bergetar ketika berbicara, terlihat membawa catatan, banyak menciptakan jeda ketika bicara, dst. Eh tapi ya sudahlah. Kita fokus lagi. He he he. Berikut tips biar pede di depan umum:

Abaikan Penampilan Fisik Bawaan

Yakini bahwa setiap orang diciptakan Allah Swt fii ahsani taqwiim (dengan sebaik-baiknya bentuk), jadi enggak usah merasa terganggu dengan penampilan fisik yang dirasa kurang oke. Dengan postur yang kurang ideal, hidung yang kurang menjulang, lengkung bibir yang kurang menawan, dst.

Kembalikan lagi segala penilaian pada Allah Swt. Dia tentu memberikan semuanya dengan cinta. Tak pandang makhluk ciptaannya kece atau kurang. Bukankah kita akan menjadi istimewa hanya bila bertaqwa? So, jangan minder gara-gara ini.

Perhatikan Penampilan ‘Polesan’

Mengabaikan penampilan bukan berarti kita asal tampil. Kalau forumnya se-‘mulia’ debat capres-cawapres, gak mungkin ‘kan para kandidat ‘tega’ berpakaian compang-camping, gak matching dan kusut? Biar diciterakan sederhana pun, gak gitu-gitu juga keles.

Perhatikan di mana kita akan tampil, siapa audiens-nya, bagaimana forumnya, dst. Karenanya, ada baiknya sebelum tampil, kita perhatikan baju atau riasan yang bagaimana yang pas dipakai. Padu-padankan warna baju, atas-bawahnya, sepatunya, kerudungnya, mungkin juga aksesoris semacam jam tangan, gelang, bros, dasi, dll. Tak hanya menuruti ‘tuntutan mata’, tapi turuti juga kenyamanan dan kepedean memakainya. Kalau bajunya bertahtakan berlian sekalipun, kalau kita jadi gak pede, buat apa?

Berwajah Cerah dan Sederhana

Kecerahan dan keserhaan ini mesti mengesankan keramahan diri kita. Ramah asli loh, tanpa dibuat-buat dengan alasan kecentilan atau kepentingan politik. Hoho.

Siapkan Bahan Pembicaraan di Depan

Persiapan itu hukumnya kudu alias harus. Baca-baca, tanya-tanya orang yang lebih tahu, kalau perlu bikin skrip atau kerangkanya. Dengan begitu, persediaan ‘senjata’ untuk kita tampil pede jadi banyak. Hummm, bisa dibayangkan kala kita disuruh ke depan tanpa ada persiapan? Khusus untuk pemula, bisa-bisa sampai pingsan. Hohoho.

Perhatikan Artikulasi

Ketika berbicara, berikan artikulasi yang jelas. Kita boleh memberikan tekanan pada kalimat-kalimat yang dianggap penting. Tapi ingat, berbicara sesuai dengan audiensnya. Misalnya cara bicara dengan ibu-ibu majelis taklim tentu beda dengan golongan remaja dan kanak-kanak. Perhatikan juga forumnya, apakah forum resmi atau santai. Terus kalau ada nyanggah atau ngedebat, sebisa mungki tetap cool down, senyum dan jawab sanggahannya dengan rendah hati juga bersahabat.

Tak lupa, berusahalah agar kita mewakili sosok ‘orang timur’ atau sosok muslim/muslimah yang prima banget alias oke banget alias representatif gitu, karena bagaimanapun kita menjadi bagian dari dakwah yang kita lakukan. Jangan sampai karena bad mood, citera seorang muslim/muslimah jadi buruk di mata publik. [#RD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *