Uang Untukku, Uang Untukmu

Uang Untukku, Uang Untukmu

uang dan kebebasan

Suatu ketika seorang teman lama datang ke rumahku. Tanpa babibu ia langsung menghujaniku dengan kisah-kisah kesuksesannya, karirnya, uangnya, harta bendanya, dan rencana-rencana masa depannya. Tampak jelas bagaimana ia begitu menikmati saat-saat seperti itu, sambil sesekali ia menyindir keadaanku. Aku cuma tersenyum. Peristiwa itu masih terkenang hingga kini.

Ah bro, ibarat naik kereta, kau hendak ke Jakarta, sedangkan aku ke Surabaya. Tujuan kita berbeda dan kita takkan pernah bertemu. Mungkin tujuan hidupmu uang, karir, pengakuan. Sedangkan tujuanku tidak sesederhana itu.

Andaikan uang bisa mendatangkan kawan-kawan lamaku yang sekarang entah kemana, andaikan uang bisa menghidupkan lagi orang-orang yang pernah ada dalam hidupku, andaikan uang bisa selalu membuatku tenang dan tak mencurigai orang di sekitarku sebagai maling yang mengincar harta bendaku, andaikan bisa kudatangkan senyum keluargaku dengan uang, tentu aku punya sedikit alasan dan gairah untuk membabi buta memburu uang di sepanjang umurku…

Maka bila kau pameri aku dengan kekayaanmu, aku takkan segan-segan memamerimu dengan satu hal yang takkan pernah bisa kau punya namun sangat kau impikan: kebebasan. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *